Kejadian Ning Mila melabrak Azkiya menjadi pembicaraan panas semua santri di pesantren.
Bahkan sampai ke telinga alumni karena ada yang membocorkannya.
Dari situlah muncul keributan baru, saat ada alumni yang tidak bertanggung jawab menyebarkan foto kebersamaan Azkiya dan gus Fikri saat dulu masih dekat.
Di foto tersebut Azkiya terlihat hanya pergi berdua dengan Gus Fikri. Padahal saat itu ada sepupu perempuan Gus Fikri yang ikut menemani.
Namun di situasi kacau seperti ini, sepertinya klarifikasi adalah sesuatu yang sia-sia.
"Cari alumni yang berani beraninya menyebarkan foto masa lalu itu! Aku serius berani memukulnya sampe koma!!!"
Haikal terdengar emosi saat menelpon seseorang yang ia percayai untuk menyelidiki biang kerok di balik tersebarnya foto Azkiya dan gus Fikri.
Ia berani menuntut siapapun yang menyebarkan berita buruk tentang Azkiya dan akan dibawa kemeja hijau.
Dari arah kamar, terdengar suara tangisan Azkiya yang membuat Haikal langsung berlari kepadanya.
"Sayang..."
Azkiya demam tinggi dua hari ini. Perempuan itu terus menangis di tengah sakitnya, membuat Haikal hancur dan merasa bersalah.
"Foto itu ... Mas percaya kan sama aku? Aku nggak selingkuh Mas, demi Allah!!"
Azkiya menangis sesenggukan sembari memegang tangan Haikal erat.
Ketakutannya kini adalah ditinggalkan Haikal, di saat ia sedang terpuruk seperti ini yang ia butuhkan hanya sosok Haikal yang terus ada di sampingnya. Karena kini ia sedang jauh dari ibu dan keluarganya.
Ia sangat takut Haikal lebih percaya orang lain daripada dirinya. Lalu memutuskan pergi meninggalkannya.
"Iya mas percaya sama kamu. Berhenti mengkhawatirkan soal itu, Azkiya sayang. Kamu akan lelah nangis terus."
"Aku takut kamu ninggalin aku, Mas. Maafkan aku. Aku memang bukan perempuan baik."
Azkiya membungkuk dan mencium lama tangan Haikal.
Orang-orang akan menghujatnya karena masalah ini, tapi sungguh tidak apa-apa kalau ada Haikal di pihaknya.
"Sayang, kamu bicara sesuatu yang mustahil aku lakuin! Yang terungkap adalah masa lalu kamu dan semua orang juga punya masa lalu."
"Tapi karena hidupmu terlalu sempurna di mata orang, jadi masalah ini didatangkan untuk menjatuhkan kamu, ini ujian. Tapi Azkiya sayang ... kamu gak akan terjatuh, karena aku yang akan menopangmu."
Tak ada yang lebih menenangkan selain pelukan dan kata-kata yang keluar dari mulut Haikal saat ini.
Tangisan yang lama berhenti itu membuatnya kelelahan, lalu jatuh tertidur dengan mata bengkak.
"Justru di sini aku yang paling takut kehilanganmu, Azkiya."
Haikal menatap dalam wajah Azkiya yang terlihat tenang saat sedang tidur begini.
Sejujurnya Haikal sudah tahu dari lama tentang masa lalu Azkiya yang pernah dekat dengan gus Fikri.
Itu mengapa saat pulang jumatan, ia melihat gus Fikri masih punya ketertarikan pada Azkiya. Hati Haikal mulai tak tenang.
Rumah tangga tidak akan goyah karena masalah seperti itu selagi keduanya saling percaya.
Kalau masalah sekedar foto lama Azkiya dan Gus Fikri tersebar, mungkin tak akan seheboh ini.
Memang pemicu masalahnya adalah ning Mila yang terang-terangan melabrak Azkiya dan mengatainya pelakor.
Haikal masih memendam amarah pada perempuan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Mbak Santri
Teen Fiction"Jodoh santri ya santri lagi." Di dunia pesantren, adat perjodohan sudah menjadi hal biasa yang sering terjadi. Azka Azkiya merasakan hal itu di tahun kedelapan dirinya nyantri di pondok pesantren Al-Furqon. Abah Yai menjodohkannya dengan salah satu...
