Eumm.. Hehe.. Kelamaan ya hiatusnya?
Eumm maapkeun diri ini yang kebanyakan janji :')
Kira-kira masih ada yang baca kah work ini??
hehe.. Happy reading ya <3
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Tangis haru terdengar di tengah-tengah kekacauan kota Seoul. Dua orang wanita saling berpelukan, melepaskan kerinduan dan rasa bersyukur setelah sekian lama menerka dan berharap atas keselamatan satu sama lain.
Pada sore hari ini, Rose kembali bertemu dengan keponakan tersayangnya, Lia atau yang selalu di kenal olehnya sebagai Jisu. Saat dirinya tengah menyortir bahan pangan, Jaehyun datang dan mengatakan bahwa anaknya telah kembali bersama dengan Lia. Tanpa pikir panjang, Rose langsung berlari bahkan sampai menyenggol makanan kalengan yang sudah dia susun sedemikian rupa hingga jatuh berserakan di lantai. Makanan kalengan itu sudah dia susun dengan rapih selama 30 menit lamanya, namun semua jerih payah itu tidak berarti ketika keponakan kesayangannya telah kembali di tengah pandemi yang gila ini.
Saat mata keduanya bertemu, Lia maupun Rose langsung berlari, berhambur saling memeluk satu sama lain. Tangisan haru yang terdengar saling bersaut itupun langsung terdengar di ruang tengah markas rahasia Andromeda. Rombongan pemuda yang juga baru sampai itu bahkan hanya bisa diam, entah terharu atau bingung bagaimana menanggapi ledakan emosi kedua perempuan di depan mereka. Namun, satu pemuda diantara mereka menyaksikan kedua perempuan tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.
Ya, tentu saja itu adalah Junkyu. Pemuda itu tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terharu saat meyaksikan sepupu dan ibunya sendiri menangis pelepas rindu seperti itu. Ya, walaupun tetap saja dia setengah mati menahan agar air matanya tidak tumpah supaya tidak di tertawakan oleh teman-temannya.
"Oh, Jisuku. Tuhan, terimakasih karena telah menjaga Jisuku. Bibi sangat khawatir padamu. Ku pikir aku akan kehilangan dirimu dan juga Joohyun-Eonni." Isak Rose sembari berkali-kali mengusap kepala belakang Lia di tengah pelukannya.
Lia tidak bisa berkata apa-apa selain menangis terisak. Sekian lama penderitaannya di tengah pandemi ini, dengan kehilangan yang dia alami, tuhan kali ini memberikannya angin segar dengan memberikan sosok bibinya kembali ke pelukannya. Lia selama ini hilang arah, dipaksa untuk kuat tanpa ada sosok keluarganya yang bisa dia jadikan sandaran. Selama ini dia hanya bisa bergantung satu sama lain dengan orang-orang di rumah Aquila Guard sementara semua orang di sana juga hanyalah remaja-remaja yang berusaha untuk bertahan hidup. Namun kini, Lia benar-benar lega dan merasa aman di pelukan sosok yang selalu dia anggap sama seperti ibunya.
Tangan Rose turun, meraba punggung dan lengan Lia yang sangat kurus hingga tulang-tulangnya mencuat menyentuh kulitnya. "Penderitaan apa yang kau alami, kau, tubuhmu sangat kurus. Oh Jisu-ya, maafkan bibi karena terlambat mencarimu. Maafkan bibimu ini karena telah menjadi bibi yang buruk."
Lia menggeleng kuat, tentu saja dia tidak akan membiarkan bibinya merasa demikian. Dia melepaskan pelukan mereka dan menggenggam kedua tangan Rose di depan dadanya. "Bibi, aku sangat bersyukur bertemu denganmu hari ini. Tolong jangan meminta maaf padaku. Semua ini terjadi begitu saja. Jisumu baik-baik saja bibi. Semua sudah baik-baik saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
No More Home
FanficPercayakah kalian bahwa otak manusia memiliki kemampuan yang lebih dari hanya sekedar mengingat dan memberi sinyal ke tubuh? Beberapa orang memiliki otak yang dapat menolak Virus dan menjadikan diri kebal terhadap virus. Mereka disebut imun. Sebuah...
