|38|

1.7K 95 2
                                        

Raka mengendarai mobil pulang dari kampus ketika akan belok ke gerbang rumahnya, Raka menatap lurus mobil yang melaju di depannya sepertinya ia kenal itu adalah mobil Dian. Raka segera masuk ke gerbang rumah yang telah di bukakan dan memarkirkan mobilnya.

"Tuan muda maaf mengganggu waktu nya".

Seorang pria tegap dengan tatapan mata tajam menghampirinya itu orang suruhan dari Opa Zafar, sudah dua hari berjaga di gerbang membantu mang Adi juga yang biasanya sebagai satpam menjaga di depan gerbang.

"Iya ada apa?".

"Tadi ada nyonya Dian dan Reval, katanya ingin menjenguk Alvin. Namun saya melarangnya tuan muda, mereka menitip salam untuk tuan muda Alvin dan kembali pulang".

"Kenapa engga di ijinin sama bunda?". Heran Raka

"Tidak tuan muda, tapi saya mendapat perintah dari tuan Zafar bahwa Dian dan Reval di larang untuk masuk menemui nyonya atau tuan muda". Pernyataan itu membuat Raka sedikit kaget, memangnya ada apa dengan tante Dian. Opa Zaf bisa seprotektif itu pada Alvin dan sang bunda.

"Opa Zaf? Apa alasannya mereka enggak boleh masuk?".

Tanya Raka namum orang suruhan Opa Zaf hanya diam menunduk tanpa berbicara, karena tak ada jawaban Raka segera meninggalkan orang itu langsung masuk kerumah. Ketika Raka membuka pintu terdengar suara Alvin dan Dava sepertinya sedang berkumpul di ruang keluarga.

"Punya apa tuh, banyak banget barang?". Tanya Raka menghampiri duduk di single sofa melihat banyak barang, seperti oleh-oleh dari korea.

"Oleh-oleh dari Rhea, lihat bunda suka deh sama piring motifnya bagus ya buat di pajang nih". Lisa sedang membuka books merah maroon di pangkuannya mengelus pelan satu persatu setiap piring bermotif itu.

"Bagus bun". Raka

"Ini apa Dava? Ohh gingseng ya.. duh ini banyak gede-gede banget lagi akar gingsengnya pasti mahal nih". Lisa menyimpan piring bermotif di meja dan mengambil botol besar gingseng di hadapannya ia merasa takjub

"Iya bunda itu dari tante Tia obat herbal buat Alvin katanya tapi bunda juga bisa". Tante Tia ibunya Rhea dan Maren.

 Tante Tia ibunya Rhea dan Maren

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Ini apa? jelly?". Menatap bolak balik kemasan jelly yang di berikan Dava, Alvin tak mengerti dengan bahasanya yang jelas bukan jelly dari Indonesia.

"Iya, jelly oleh-oleh dari Rhea sama Maren kemarin pulang dari Korea". Ucap Dava duduk di sebelah Alvin

"Ini rasa apa? Manis atau asem?".

Mengambil satu jelly berwarna kuning dan memakannya mengunyah kedalam mulut, semakin di kunyah semakin mengguar rasa manis di akhiri asam-asam sedikit. Menurutnya lumayan enak.

"Cobain yang warna ini ". Dava menyuapi jelly pada Alvin.

 Dava menyuapi jelly pada Alvin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ALvInTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang