Lisa selesai shalat subuh langsung siap-siap dengan bajunya rapih, tak lupa dirinya menyiapkan sarapan untuk di perjalanan mungkin seperti buah potong dan cemilan sehat untuk Alvin. Tak lupa kedua anaknya yang lain harus Lisa perhatikan juga, sibuk berkutat di dapur.
Botol minum masing-masing untuk ketiga putranya sudah, bekal sarapan dan buah potong sudah tertata rapih tinggal di bagikan saja nanti di mobil ketika dalam perjalan. Untuk perbekalannya selama di vila Lisa sudah mengonfirmasi, bahwa ia bersama putra-putranya akan menginap disana selama dua hari. Agar di siapkan keperluan makanannya untuk dua hari kedepan, sehingga Lisa tak perlu membawa banyak barang dari rumah disana sudah di siapkan.
"Nyonya maaf menggangu waktunya, mobil sudah siap". Suara pria itu sangat asing bagi Lisa
"Ya.. tunggu apakah kau pengawal baru?". Tanya Lisa menatap pria berpakian hitam itu.
"Iya nyonya saya pengawal baru yang di tugaskan oleh tuan Zafar. Salam kenal nyonya nama saya Malik, saya yang akan mengantar nyonya serta tuan muda menuju vila". Malik memperkenalkam diri dengan senyum ramah.
"Sudah lima orang pengawal yang bertugas di rumah ini, apakah tidak cukup?". Entah untuk siapa pertanyaan itu di lontar Lisa.
Lisa sedikit sinis tentu saja ia mulai risih dengan protektifnya Zafar pada keluarganya, Malik sendiri tak bisa menjawab apa-apa dirinya hanya di tugaskan untuk mendampingi.
"Huh.. baiklah kalau begitu tolong ambilkan ini simpan di depan". Perintah Lisa.
"Baik nyonya". Malik segera membawa tas yang di perintahkan Lisa.
Lisa berjalan di belakang me.perhatikan Malik, bila dilihat-lihat sepertinya umurnya masih muda mungkin berbeda lima atau tiga tahun dari Raka. Bila di bandingkan dengan lima pengawal lainnya memang tubuh malik sedikit kecil, tak menyeramkan seperti orang besar yang menjaga gerbang rumahnya.
Lisa berjalan keluar dari pintu rumahnya merasa heran ternyata mobil yang sudah siap, bukan mobil yang biasanya di gunakan oleh Lisa.
"Tunggu!".
Lisa mencegah Malik itu untuk membuka mobil yang sudah terparkir di depannya, segera berbalik berhadapan dengan Lisa dan bertanya.
"Iya nyonya?".
"Ini mobil siapa?". Heran Lisa dirinya belum pernah melihat mobil hitan ini.
"Ini mobil Tuan Zafar nyonya".
"Ohh baiklah simpan saja barangnya".
Ternyata sudah ada seseorang yang duduk di depan untuk menyetir, Lisa kira Malik di tugaskan untuk itu. Apakah di dalam mobil akan terdapat dua pengawal ohh ayolah keluarganya bukan orang penting, tetapi banyak sekali pengawal.
Lisa mengelurkan handpone untuk menelpon Zafar dirinya mulai sedikit risih tentu saja.
"Halo bapak, maaf Lisa mengganggu waktunya. Apakah ini tidak berlebihan pengawal yang menjaga di gerbang rumah saja sudah ada lima orang, sekarang di tambahan dua orang yang akan mengantarkan ke villa bersama anak-anak". Keluh Lisa
"Tidak ada yang berlebihan untuk cucuku Lisa".
"Iya tapi bapak jujur saja, kami mulai risih dengan adanya mereka". Malik yang mendengar itu menunduk, masih diam di pintu mobil yang terbuka.
"Anggap saja mereka tidak ada, kita sudah setuju bukan apa yang bapak lakukan jangan ada bantahan".
Mengganggap mereka tidak ada bagaimana badan besar, dengan baju serba hitam dan tatapan yang tajam tentu saja itu menakutka.
"Iya tapi berbeda dengan salah satu cucu Bapak, Dava mulai risih dengan adanya mereka". Keluh Lisa
Dava mulai uring-uringan sejak mereka ada, dari mulai dirinya ingin keluar saja sebentar di introgasi terlebih dahulu lebih-lebih susah untuk meminta ijin pada Lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALvIn
Teen Fiction*KARYA INI DI BUAT UNTUK DI NIKMATI* *BUKAN UNTUK DI PLAGIASI* 2019 - Hari ini #1 hope 12.09.2021 #1 hope 09.02.2022 #1 ingin 01.11.2021 #1 Alvin 07.01.2022 #1 Hyunjin 10.02.2022 #1 Masalah 24.02.2022 # 3 alone 08.12.2024 # 4 sick 18.11.2024 # 1 al...
