Raka keluar dari mobilnya penat dengan urusan skripsi dari kampus bukannya pulang untuk istirahat kerumahnya, ia malah membawa mobilnya kerumah Zafar tentu saja ada niatan tertentu yang akan direncakan Raka hari ini.
Pintu rumah besar itu terbuka tanpa Raka sentuh ia berjalan masuk kedalam, disana sudah ada seseorang berjas hitam dengan tubuh tegap berbadan besar dan rambut hitam rapih mengkilap. Raka sangatlah kenal ia orang kepercayaan Opa Zafar tentu saja.
"Selamat siang tuan muda Raka" tersenyum sopan pada Raka
"Opa Zaf dimana?" Tanya Raka melihat sekitar yang memang tidak ada siapa-siapa
"Tuan besar ada di ruang kerja, mari saya antar"
Raka berjalan di belakang orang tersebut menuntunnya menuju lift yang memang sering di gunakannya bila di rumah opa Zaf, keduanya masuk liftpun tertutup rapat orang tersebut menekan tombol lantai yang akan keduanya hampiri taka butuh waktu lama suara lift terdengar diantara keheningan keduanya dan pintu lift terbuka.
Keduanya keluar berjalan hanya tujuh langkah dari lift Raka keluar disana sudah terdapat pintu yang di ketuk orang tersebut dan langsung membukanya masuk, sedangkan Raka menunggu di luar ruangan sudah tidak aneh lagi bila berkunjung ke rumah sang Opa akan banyak sekali protokol keamanannya.
Opa Zafar memang bisa dikategorikan orang penting bagi Raka sedari kecil yang ia tahu opa nya, seperti sang Ayah memiliki perusahan dibidang pertambangan yang cukup lumayan memilki nama besar.
Raka menghembuskan nafasnya lelah beberapa penjaga berjalan mengawasinya setiap sudut rumah sekarang saja Raka dilewati beberapa penjaga rumah sang Opa, mungkin rumahnya juga sebentar lagi akan seperti ini apalagi di depan rumahnya sudah berjejer lima orang belum lagi salah satunya Malik yang selalu mengikuti kemana Alvin pergi.
Pasti tanpa ia sadari sama memiliki seseorang yang selalu mengikutinya namun Raka tak mempermasalahkan itu, banyak keuntungannya bukan dirinya menjadi merasa aman padahal tidak ada ancaman untuknya.
Opa Zaf memang memiliki rasa protektif yang besar setelah kedua orang tuanya bercerai semakin menjadi meskipun sang Bunda sudah menolak bahwa ia akan baik-baik saja tanpa Langga dan perlindungannya semuanya aman-aman saja, tapi kadang ia tahu bundanya yang sedikit risih dengan pengawalan Opanya mereka tidak terlihat tapi ia tahu bahwa ia sedang di awasi dari jauh.
Puncaknya protektif sang Opa adalah saat ini dimana Alvin telah kembali kerumah sangBunda, bila Raka ditanya siapa cucu yang paling disayang oleh Opa Zaf tentu saja bukan Dava yang manja tetapi ia akan menyebutkan Alvin.
"Maaf tuan Zafar saya mengganggu waktunya, tuan muda Raka ingin bertemu dengan anda"
Zafar sedang duduk di kursi kerjanya dengan dihadapannya Langga yang sedang mengelola data perusahaan di ipad hitamnya, mendengar anaknya datang membuat Langga menatap kearah pintu tersenyum sumringah kerjaan yang sangat berat bersama Zafar tadi seperti ringan sekejap saat melihat Raka masuk ke dalam ruangan.
"Masuk"
"Opa Zaf!"
Senyum Langga sedikit luntur saat Raka hanya memanggil sang Opa bukan menyapa dirinya yang telah tersenyum menyambut kedatangannya, Raka hanya menatapnya dengan datar tanpa membalas senyumnya Langga seharusnya tak perlu sakit hati bukan karna ini memang akibat dirinyanya sendiri anak sulungnya masih memiliki rasa kecewa.
"Raka gimana kabar kuliahnya?" Tanya Langga.
"Tiga hari lagi aku sidang skrispi" jawabnya datar menatap Langga dan kembali melihat kearah Opanya.
"Apa yang kamau inginkan Raka?" Tanya Zafar.
"Raka mau izin bawa Alvin keluar"
"Silahkan saja, bukannya Alvin ada di rumah mu" heran Zafar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALvIn
Fiksi Remaja*KARYA INI DI BUAT UNTUK DI NIKMATI* *BUKAN UNTUK DI PLAGIASI* 2019 - Hari ini #1 hope 12.09.2021 #1 hope 09.02.2022 #1 ingin 01.11.2021 #1 Alvin 07.01.2022 #1 Hyunjin 10.02.2022 #1 Masalah 24.02.2022 # 3 alone 08.12.2024 # 4 sick 18.11.2024 # 1 al...
