|45|

1.6K 98 3
                                        

Alvin menuruni tangga duduk di sofa dengan tangan di remotnya menyalakan televisi, menyamankan tubuhnya dengan empuknya sofa. Tidak terlalu fokus dengan televisi, namun dapat membuat fikiran Alvin sedikit tenang akan bising suara televisi di bandingkan suara yang terdapat di dalam fikirannya tidurnya kembali sedikit terganggu.

Lisa sejak selesai shalat subuh memang tidak kembali tidur ia langsung menuju dapur untuk memasak karena akan ada tamu yang datang, ketika melewati ruang keluarga ia melihat keberadaan Alvin yang sepertinya baru turun dan menyalakan televisi. Lisa menghampiri Alvin yang duduk di sofa dari arah belakang membelai rambut hitam itu membuat Alvin memejamkan mata ketika lisa mencium keningnya lembut.

"Enggak tidur lagi hemm?" Hanya grlengan yang di jawab oleh Alvin.

"Bunda lagi masak di dapur kalau butuh apa-apa panggil Bunda ya"

"Iya"

Lisa meninggalkan Alvin kembali berkutat dengan peralatan dapur, ia akan membuat banyak hidangan makanan hari ini.

Tak lama dari itu Alvin mendengar suara mobil siapa yang bertamu pagi-pagi sekali herannya namun tak ada niatannya untuk membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.

"Assalamualaikum, Alvin!"

"Jangan teriak ini di rumah orang"

Suara itu Alvin seperti mengenalnya langkah kaki terus mendekat kearahnya ketika Alvin melihat kearah suara itu, terdapat Maren dan Rhea dengan setelan baju olahraga tersenyum duduk didekatnya

Maren dan Rhea berniat mengajak Alvin untuk lari pagi sekitaran komplek yang dekat-dekat saja tak terkecuali mengajak Dafa juga, tetapi seperti Alvin baru saja bangun tidur dengan pakaian santai.

"Alvin! Ayo lari pagi" ajak Mengguncang pundak Alvin.

"Sama bang dava aja" dengan nada malasnya menjawab Maren.

"Kenapa?! Enggak asik kalau sama bang Dava gue jadi nyamuk"

"Ayo ikut Vin, dari pada dirumah terus" ucap Rhea.

Maren sudah tahu bagaimana keadan mental Alvin saat ini apalagi Lisa bercerita kemarin bahwa Alvin tidak ingin keluar rumah menghindar dari semua orang yang datang, Alvin hanya akan menyapa setelah itu dirinya akan di dalam kamar entah apa yang di lakukannya di dalam kamar.

Maren sendiri merasa sedih dengan keadaan Alvin saat ini di sekolah dirinya sangat kehilangan, ketika berkunjung kerumah Alvin malah menghindar darinya. Apalagi setiap Maren menjenguk Alvin pasti guratan membentang merah di area tangan kiri dan leher itu akan ada luka baru yang terlihat.

Langkah kaki terdengar menuruni tangga itu Dava dengan setelen olahraga sekaligus sepatu lari yang berada di tangan kirinya,

"Udah siap nih.. Ayo! Mau ikut enggak?" Tanya Dafa pada Alvin.

"Enggak"

Setelah mendengar jawaban dari Alvin yang memang sedang dalam mood kurang baik, Dava berjalan menuju dapur dilihatnya meja pentri sudah banyak bahan-bahan dan makanan yang sudah jadi di buat oleh Lisa saat ini masih fokus dengan masakannya membelakangi Dava.

"Bunda aku mau lari pagi" ijin Dav pada Lisa yang fokus dengan ovennya.

"Sama siapa?"

"Rhea sama Maren"

"Udah pada sampe? Ajak juga Alvin kasian di rumah terus"

"Udah diajak, dianya enggak mau"

Dava dan Lisa berlajan menuju ruang keluarga terdengar Maren yang sedang duduk di sebelah Alvin terus merayu untuk ikut.

ALvInTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang