Pagi ini setelah sarapan Lisa mengajak Alvin untuk melihatnya menanam bunga ditaman depan rumah, agar anak bungsunya itu tak selau berdiam diri dikamar sendirian Lisa akan mengusahakan Alvin memiliki kegiatan bersamanya selalu bersamanya.
Keduanya berjalan ketaman depan rumah, Lisa sudah siap dengan sarung tangan dan sekop kecil ditangannya sedangkan Alvin mengikuti sang Bunda saja di belakang. Matahari pagi ini cukup lumayan bersinar membuat punggungnya terasa hangat karena cahaya matahari.
"Masih pagi enakkan kena sinar mataharinya? belum terlalu panas" ucap Lisa dibalas anggukan oleh Alvin.
Alvin melihat banyak sekali bunga yang masih terdapat di polybag berwarna hitam, Malik menghampiri keduanya dengan tangan yang banyak membawa peralatan untuk menanam.
Mengamati apa yang dilakukan Bundanya sebenarnya ia ingin membantu tapi bagaimana caranya tangan kiri masih belum membaik, Alvin melihat sekitar komplek rumah sangbunda ini sangat pas tidak terlalu ramai banyak orang cukup nyaman bagi Alvin.
Alvin berjalan sedikit menjauh dari sang Bunda ada banyak yang berubah ternyata dari halaman depan rumah ini sekarang sedikit berwarna, apakah Lisa juga yang menanam serta menatanya bunga-bunga ini Alvin cukup terpukau.
"Cantik enggak bunganya?"
Tanya Lisa menghampiri Alvin yang sedang fokus menatap kearah bunga mawar putih yang bermekaran.
"Cantik kaya bunda" lirih Alvin tanpa melihat kearah sang Bunda yang berada di sebelahnya.
"Makasih"
Alvin berucap begitu saja tanpa sadar membuat kedua pipinya bersemu merah, dia yang mengucapkan dia juga yang malu. Lisa tertawa melihat tingkah anak bungsunya ini apalagi Alvin salting sendiri, tubuhnya mendekat pada Malik sedikit menjauh dari Lisa ia merasa malu pada Bundanya.
Jam menunjukan pukul sepuluh pagi sinar matahari mulai terasa panas pada tubuhnya, dahinya berkeringat namun Alvin masih diam mengamati bunga yang bergerak karena angin sepoy-sepoy membuatnya nyaman. Lisa belum selesai dengan memindahkan bunga dari polybag ke dalam pot bunga.
"Alvin!"
Panggilan Lisa segera membuat Alvin berdiri dari jongkoknya menghadap kearah sangBunda.
"Masuk kedalam rumah sayang, cukup berjemurnya"
"Iya"
Alvin yang mendengar perintah dari sang bunda segera masuk kedalam rumah mencuci tangan serta kakinya, setelah itu Alvin menuju dapur ingin minum tenggorokannya sedikit kering. Lisa baru saja datang segera membuka kulkas mengambil beberapa buah kemeja pentri.
"Mau yogurt enggak?"
"Boleh" Lisa memberikan yogurt rasa vanila pada Alvin diterimanya dengan baik.
"Buahnya mau apa?" Tawar Lisa.
"Mau Mangga bun" ujar Alvin.
"Oke, nunggunya depan Tv bunda potong dulu buah mangganya"
Bila tidak ada kedua saudaranya rumah terasa sepi bagi Alvin meskipun bila keduanya ada, dirinya sedikit tertutup tapi rasa kesepian itu selalu hadir padanya tak pernah hilang.
Alvin merebahkan tubuhnya pada sofa suara Tv menggema kedua matanya menatap kearah sana, namun fokusnya berkelana entah kemana dirinya masih merasa kosong. Lisa berjalan kearahnya dengan senyum manis ia perlihatkan pada sang bungsu yang duduk disofa.
"Yogurtnya ko enggak dimakan" Lisa melihat yogurt di tangan Alvin hanya sisa setengahnya.
"Udah"
Lisa hanya tersenyum miris mengambil yogrut di tangan Alvin dan menyimpannya di meja menatap Alvin yang hanya diam kearah Tv.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALvIn
Novela Juvenil*KARYA INI DI BUAT UNTUK DI NIKMATI* *BUKAN UNTUK DI PLAGIASI* 2019 - Hari ini #1 hope 12.09.2021 #1 hope 09.02.2022 #1 ingin 01.11.2021 #1 Alvin 07.01.2022 #1 Hyunjin 10.02.2022 #1 Masalah 24.02.2022 # 3 alone 08.12.2024 # 4 sick 18.11.2024 # 1 al...
