|41|

1.6K 111 2
                                        

Hari ketiga di vila sang bunda niatnya akan berkunjung ke kebun strawberry namun, cuaca sepertinya tidak mendukung malah turun hujan lumayan lebat tadi subuh sampai sekarang jam sembilan pagi hanya tinggal sisa nya saja gerimis.

Lisa sedang menyiapkan Smoothies Strawberry sebagai pengganti mereka tidak bisa datang ketempatnya langsung, didapur melihat Alvin yang sepertiya baru bangun tidur wajah bantal dan rambut acak-acakan membuatnya tersenyum.

"Bunda.. abang enggak ada?". Lirih Alvin bertanya setengah mengantuk.

"Ada tuh depan TV". Menunjuk Dava namun pasti yang di maksud Alvin bukan Dava tapi Raka.

"Mana? enggak ada Abang Raka bunda". Ucap Alvin menegaskan kembali hanya melihat Dava yang duduk menonton TV.

"Ohh Raka di luar lagi nunggu ikan bakar, nih minum dulu". Memberikan Smoothies Strawberry buatannya pada Alvin, diterima dengan langsung meminumnya

"Hmm.. Abang mancing lagi?". Tanya Alvin setelah Smoothiesnta habis.

"Enggak itu beli". Ucap Lisa dengan tangan membawa Smoothies Strawberry untuk Dava dan Raka, keduanya berjalan bersamaan Lisa kira Alvin akan duduk juga bersamanya menonton TV ternyata malah berjalan keluar.

"Mau kemana?".

"Abang Raka".

"Sini dulu, Bunda boleh minta tolong? Ini buat Abangnya yah.. Awas jangan deket-deket sama asapnya bau". Lisa memberikan Smoothies kepada Alvin untuk Raka yang sedang di luar.

"Iya bunda". Alvin berjalan keluar

Alvin keluar dari dalam vila gerbang sana terlihat penjaga yang masih setia berdiri walaupun gerimis seperti ini, apakah mereka ridak pernah sakit pikir Alvin terapi badan besar seperti mereka pasti jarang sakit bukan.

"Tuan muda ada mau kemana?". Cegah Malik melihat Alvin yang berjalan sediri.

"Abang Raka dimana?". Sebenarnya vila ini sangat luas Alvin tidak tahu seluk beluk denah vila ini meski sudah hampir tiga hari menginap.

"Tuan muda Raka sedang membakar ikan, apa anda ingin kesana?". Tawar Malik sangat tepat

"Iya".

"Apa perlu saya bantu untuk memegang gelasnya?". Melihat Alvin memegang gelas itu, Malik takut akan pecah apalagi lantai sedikit licin akan hujan gerimis

"Boleh?". Alvin merasa sungkan

"Tentu tuan muda". Tersenyum dengan lembut pada Alvin, mengambil gelas di tangan Alvin

"Terima kasih". Senyum Alvin

Sebenarnya tempat Raka sedang membakar ikan tak jauh hanya saja Alvin tidak tahu tempatnya di sebelahmana, dari jauh dapat terlihat ternyata benar Raka sedang menunggu bakar ikan dengan asap yang emngebul di tengah hujan yang gerimis.

Sebenarnya tempat Raka sedang membakar ikan tak jauh hanya saja Alvin tidak tahu tempatnya di sebelahmana, dari jauh dapat terlihat ternyata benar Raka sedang menunggu bakar ikan dengan asap yang emngebul di tengah hujan yang gerimis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ALvInTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang