Lisa selalu mendampingi bagaimanapun perkembangan Alvin setiap harinya, dari mulai kegiatan di pagi hari sekitar jam sembilan akan ada guru Homeschoolling datang. Kebetulan guru tersebut adalah istri dari Dr.Farlan bernama Laras, dengan lembut serta sabar memberikan materi pembelajaran kepada Alvin yang memang sedang dalam terapinya.
Namun hari ini berbeda, Lisa sedikit susah membangunkannya sehingga cukup lama menunggu Alvin bangun biasanya jam sembilan sudah mulai. Ini menjadi jam sepuluh siang Lisa sedikit sungkan karena Laras menunggu Alvin cukup lama.
"Maaf menunggu lama Miss Laras" ucap Lisa tersenyum sungkan berjalan beriringan dengan Alvin.
"Tidak apa-apa, saya bisa menyesuaikan waktu untuk Alvin" ucap Laras perempuan itu tersenyum maklum.
"Semangat belajarnya, Bunda ke dapur dulu ya"
Lisa mencium kepala Alvin mengusap lembut rambut yang mulai panjang memberikan semangat, namun Alvin menunduk menatap setiap lembaran materi buku di tangannya. Lisa tersenyum pada Laras berpamitan meninggalkannya, Alvin menatap kepergian Lisa yang berjalan menuju dapur tersisa dirinya berdua bersama Miss Laras.
"Apakah sudah siap untuk memulai pembelajarannya Alvin?" Ucap Miss Laras di depannya tersenyum pada Alvin, namun yang ditanya masih menunduk.
Laras sudah mulai mengerti bagaimana sifat Alvin sebelum bertemupun ia sudah di beri informasi dari suaminya, sifat kepribadian Alvin memang pendiam bila tidak ditanya akan diam. Cukup membuat Laras bekerja ekstra menghadapinya dengan senyuman yang membuat Alvin nyaman. Ya kenyaman adalah nomber satu.
"Oke, kalau begitu ada yang ingin ditanyakan dulu pada Miss Laras?"
Alvin memberikan kehadapan Miss Laras sebuah lembaran hasil evaluasi setiap pertemuan pembelajaran, disana tentu saja terdapat nilai yang tertera menandakan sampai mana Alvin mengerti atau ketidak pahamannya pada suatu materi yang diajarkan Miss Lara.
Ia mengambil lembaran hasil evaluasi Alvin dan menatap wajah yang masih menunduk itu belum berani menatapnya, dari nilai yang tertera memang dapat disimpulkan bahwa Alvin tidak cukup pintar untuk menguasai semu materi yang diajarkan.
"Miss Laras" lirih Alvin menatap Laras dan lembaran evaluasinya.
"Ya"
"Ini nilai Alvin enggak apa-apa?"
"Em.."
Laras bisa melihat setiap lembaran evaluasi tertera nilai disana rata-rata delapan puluhan, untuk siswa yang seperti Alvin ini standar yang baik tidak terlalu buruk.
"Bisa engga kalau sudah belajar engga ada evaluasi?"
Dengan kedua tangan yang mengepal di atas meja serta bibir bawah yang Alvin gigit menandakan ia sedang gugup, Laras hanya tersenyum melihat itu ia akan memberikan pengertian pada Alvin.
"Alvin dengar Miss oke, setiap orang itu memiliki kemampuan yang berbeda. Termasuk Alvin juga.. nilai yang tinggi tidak diartikan sebagai orang yang sempurna"
Ucap Laras lembut tersenyum pada Alvin menatap mata yang sayu itu, ia mengerti setiap Alvin gugup serta cemas akan mencekram erat tangan sebelah kirinya dengan kuku yang menekan dalam meskipun kukunya tidak panjang namun dapat membuatnya membekas merah.
"Tidak apa-apa nilainya naik turun, tetapi Miss tahu Alvin sudah berusaha semaksimal mungkin bukan untuk mendapat nilai ini"
Lanjut ucap Laras dengan menyimpan lembaran evaluasi Alvin di meja, kedua tangannya memegang kedua tangan Alvin sehingga dapat fokus kepadanya bukan fokus pada kecemasan atau gugupnya.
"Apa Alvin khawatir karena nilai ini?"
"Iya"
"Tahu tidak Alvin sampai tahap ini kemajuan yang luar biasa keren.. bila seseorang yang sedang terapi bersama suami Miss Laras tidak akan mau untuk melanjutkan sekolah"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALvIn
Teen Fiction*KARYA INI DI BUAT UNTUK DI NIKMATI* *BUKAN UNTUK DI PLAGIASI* 2019 - Hari ini #1 hope 12.09.2021 #1 hope 09.02.2022 #1 ingin 01.11.2021 #1 Alvin 07.01.2022 #1 Hyunjin 10.02.2022 #1 Masalah 24.02.2022 # 3 alone 08.12.2024 # 4 sick 18.11.2024 # 1 al...
