|50|

1.8K 124 5
                                        

Terapi eksposur yang disarankan Dr.Farlan membuahkan hasil cukup baik bagi keadaan Alvin saat ini, meskipun diawalii dengan emosinya yang masih tetap tak terkontrol kembali. Terapi ini dimana ia harus menghadapi trauma itu kembali Alvin memiliki trauma yang berat akan keberadaan Langga, dengan menghadirkan Lingga Omnya yang memiliki wajah yang sama meskipun keduanya memiliki sifat dan perilaku yang berbanding terbalik.

Setelah kemarin semalaman demam dirawat oleh Lingga mengulang kembali momen dimana Alvin sering diobati ataupun ditemani Lingga saat Ayahnya tak ada dirumah. Hati Alvin merasa senang dan hangat akan perlakuan itu meskipun Lingga sangat kaku tapi Alvin nyaman akan itu, dibuktikan demamnya sudah turun meskipun suaranya masih serak dan plester penurun demam masih terdapat di keningnya ditempelkan oleh Lingga.

"Ini untuk Alvin"

"Makasih Bunda"

Lisa menghidangkan sarapan bubur lembut untuk Alvin, semua orang kini berkumpul dimeja makan dengan masakan Lisa yang tercium harum dan menggugah selera untuk segera memakannya.

"Opa Zaf nanti malam kita nobar lagi" Ajak Dava.

"Jangan" Suara tegas Lingga.

"Kenapa? Kan Dava ngajak Opa Zaf bukan Om Lingga" gerutu Dava.

"Dia sudah tua, kau mengajaknya begadang"

"Hey! Aku memang tua tapi jiwaku masih muda" Zafar tidak terima.

"Dava jangan terlalu sering begadang, bunda enggak suka" Tegur Lisa duduk dikursi dekat Alvin untuk makan.

"Bunda banyak engga sukanya, enggak seru"

"Ajak abangmu saja Dava" Ucap Zafar.

"Enggak bisa! aku sibuk skripsian" ucap Raka ditolak mentah.

Sarapan pagi dimeja makan ini berisik dengan keluhan Dava yang tak memiliki kegiatan, ia sangat bosan dihari sabtu ini ingin memiliki kegiatan yang berbeda dari hari sbelumnya.

Jadilah sekarang Dava dan Alvin diajak oleh Lingga kekebun strawberry meskipun tadi ada tolakan dari Lisa, Alvin baru saja sembuh dari demam tapi Lingga menjamin bahwa Alvin tidak akan demam lagi keponakannya ini selalu diam saja dikamar akan membuatnya semakin suntuk stres. Healing sebentar tidak apa-apa bukan.

Untungnya tak terlalu banyak orang membuat Alvin nyaman, Lingga memperhatikan setiap gerak-gerik Alvin yang berjalan didepannya bersama Dava. Terlihat masih nyaman-nyaman saja bagi Lingga tak ada sikap Alvin yang mengkhawatirkan atau mungkin Alvin merasakan nyaman ketika Lingga bersamanya di bandingkan keluarganya yang lain.

Lingga hanya diam mengamati dari belakang membiarkan kedua keponakannya itu untuk mengeksplore, Alvin membawa keranjang kecil yang masih kosong berbanding terbalik dengan Dava yang sudah hampir penuh baik keranjang maupun mulutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lingga hanya diam mengamati dari belakang membiarkan kedua keponakannya itu untuk mengeksplore, Alvin membawa keranjang kecil yang masih kosong berbanding terbalik dengan Dava yang sudah hampir penuh baik keranjang maupun mulutnya.

"Mana Strawberrynya? Jangan mengikuti terus Dava, dia akan membawa semua Strawberry yang ada"

"Gimana Alvin metik Strawberrynya tangan kirinya kan sakit Om"

ALvInTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang