|58|

1.1K 77 6
                                        

Alvin berjalan di tepi pantai dengan pasir putih yang bersih terasa dingin di setiap kakinya memijak pasir yang setengah basah akan air laut, angin berhembus cukup kencang menerpa tubuhnya terasa dingin menusuk tulang. Riuh gemuruh suara ombak yang menggulung tinggi dari kejauhan menghantam bebatuan karang dengan keras, membelah sebagian ombak kecil menghampiri tepian pantai pelan air laut menyentuh kaki Alvin yang terus berjalan tanpa henti entah kemana.

Gemuruh suara ombak yang kencang membuat Alvin berhenti dengan menghembuskan nafas berat merasakan setiap jari-jari kakinya pasir putih yang menyelimuti sebagian kakinya, Alvin kembali lagi berjalan menghadap kedepan tetapi ia kembali berhenti disana terlihat siluet seseorang yang Alvin kenal berdiri didekat tepian pantai dengan ombak yang lebih besar menerpa tubuhnya namun tak bergeming untuk menghindar dari terjangan ombak itu.

Alvin berjalan semakin cepat menghampirinya semakin dekat sehingga dapat melihat dengan jelas oleh mata kepalanya itu adalah Reval, jarak yang hanya tiga meter tak jauh keduanya berhadapan dengan Reval yang baju  setengah basah akan ombak air laut menerjang tubuhnya.

"A--abang" Lirihnya.

Panggilan dari Alvin yang pelan namun dapat membuat Reval menoleh kearahnya dengan senyum yang teduh manis menatapnya, tentu saja Alvin membalas senyuman itu ada rasa tenang dan bahagia ketika ia melihat bahwa itu adalah Reval yang berada di hadapannya.

Alvin berjalan mendekat kearah Reval mengulurkan tangannya untuk ia gapai jari manisnya telah ia sentuh terasa dingin akan ia genggam erat, tetapi Reval malah memalingkan wajahnya tak memperdulikan Alvin tubuh itu berjalan lurus kearah ombak yang semakin bergulung besar menerpa tubuhnya.

"Jangan.. jangan.. hisk"

Alvin mengeleng ribut melihat Reval yang terus menjauh menuju air laut yang semakin tinggi sebatas sikunya, kaki Alvin terasa berat dan lambat akibat terjangan ombak yang menghantam tubuhnya. Hatinya merasakan sakit ketika melihat Reval menjauh darinya merasakan kehilangan yang mendalam rasa dimana ia kembali ditinggalkan sendirian.

Terlihat dari kejauhan ombak besar kembali menggulung tinggi menghampiri keduanya membuat degup jantung Alvin berpaju kencang kaki yang ia pijaki terasa lebih berat dan Reval semakin jauh dari jangkauannya.

"ABANG!!"

"ABANG REVAL!!"

Teriak Alvin berusaha untuk menghentikan Reval yang berjalan menjauh darinya, langkahnya terhenti ketika tubuh dinginnya yang sudah basah oleh air laut tubuhnya ditarik kedalam dekapan yang hangat. Menahannya untuk tak lebih jauh berjalan menuju Reval tubuh yang bergetar tak tenang itu kini merasakan dekapan nyaman rasa dimana dekapan ini yang Alvin rindukan namun ia juga merasakan kehilangan yang bersamaan.

"Alvin"

Suara yang memanggil namanya sangat ia kenal itu adalah suara sang Ayah, tubuh yang dingin di dekap erat hangatnya oleh Langga yang tersenyum tenang pada Alvin wajah yang biasanya menyiratkan emosi kemarahan kini berbanding terbalik. Tangan yang biasanya dengan kasar menampar maupun memukul tubuhnya itu kini terasa melembut mengusap air matanya yang keluar, Langga Ayahnya yang ia rindukan mendekap erat hangat tubuhnya membuatnya merasa tenang namun Alvin masih merasakan kehilangan.

"A--ayah.. Abang R-reval" Lirihnya.

"ABANG REVAL!!"

Teriak Alvin sekuat tenaga tenggorokannya sampai terasa sakit tercekat, bersamaan dengan Reval tersenyum kearahnya dan tergulung ombak entah kemana tak terlihat. Ombak besar itu juga menerpa tubuh kurusnya membuatnya kembali terseret ketepian pantai air laut menerpa wajahnya ia memejamkan mata terasa perih akan air laut.

ALvInTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang