|46|

1.2K 63 2
                                        

Pagi ini adalah hari senin dimana Alvin akan kembali lagi dengan pembelejaran bersama Mis Laras, jam menunjukan pukul sembilan sang Bunda tak membangunkan nya untuk sarapan pagi bersam Abang-Abangnya.

Tidurnya malam tadi cukup nyenyak mood nya sangat baik hari ini, mungkin karena kemarin menghabiskan waktu mengobrol bersama Maren cukup membuatnya sedikit tennag dan nyaman.

Alvin membawa peralatan sekolahnya kebawah sebelum sang Bunda menyuruhnya, langkah kaki itu menuruni tangga dengan perlahan menunduk menatap setiap tangga yang ia pijak.

"Alvin"

Suara panggilan nama itu membuat menegang Alvin berhenti di tangga kedua terakhir menggenggam bukunya sedikit erat menatap satu persatu, disana sudah ada Dr. Farlan yang duduk di single sofa sedangkan Mis Laras duduk di dekat sang Bunda yang sedang menimang balita laki-laki. Ia itu anak dari pasangan suami istri itu, Alvin pernah bertemu satu kali waktu itu Mis Laras membawanya.

"Ayo Alvin duduk" perintah Lisa.

Namun Alvin masih melihat kesekitar mencari keberadaan Raka, ia sangat membutuhkan abangnya itu bila ada Dr.Farlan disini sekarang dan tanpa Raka didekatnya Alvin sepeti kehilangan pegangan.

"A-abang Raka mana?"

"Abang nganter Dava kesekolah, bentar lagi juga pulang" jawab Lisa dengan masih mengajak bermain balita di pangkuannya.

Alvin menunduk duduk berhadapan dengan Dr. Farlan tubuhnya resah tak tenang, tangan terasa dingin yang terdapat perban itu Alvin sembunyikan, pasti sang bunda sudah memberitahu kondisinya yang mulai drop akhir-akhir ini tapi kenapa harus ada langsung di rumahnya. Setidaknya Alvin akan bersiap terlebih dahulu untuk menghadapi Dr. Farlan, bila seperti ini rasanya sangat gugup.

"Sebentar ya.. tante ambil puding dulu"

Lisa menyerahkan balita laki-laki itu pada Mis Laras, berdiri dari duduknya berjalan menuju dapur Alvin melihat punggung sang Bunda yang meninggalkannya.

"Untuk hari ini kita libur dulu ya Alvin"

"Iya Mis Laras"

Lisa sudah kembali dengan puding pumkinnya disimpan di atas meja kembali duduk mendekati Mis Laras masih sibuk dengan Bayi laki-laki itu, Alvin kembali menunduk apakah waktu kecil dirinya juga diperlakukan seperti ini oleh sang Bunda? Apakah Bundanya sangat bahagia ketika ia lahir?.

"Silahkan, Tante buat puding pumkin"

"Iya terima kasih tante" Mis Laras.

Fikiran yang merambat kemana saja membuat Alvin memejamkan mata, menghembuskan nafasnya secara perlahan. Gerak gerik Alvin tidak luput dari penglihatan Dr. Farlan yang duduk di hadapannya, Alvin membuka matanya kembali ketika mendengar suara ocehan bayi kecil itu sangat aktif membuat Lisa senang.

"Rasya sama tante yu.."

"Ibunya Rasya makan puding dulu"

Ucap Lisa kepada bayi laki-laki itu, tangan kecil nan gembil merentangkan kedua tangannya pada Lisa dengan lucu. Membuat Alvin tersenyum, namun tanpa di sangka sang bunda berjalan kearah Alvin dan menyimpan bayi gembil itu di panggkuannya membuat tubuh Alvin membeku takut tentu saja.

"B-bunda ini--..."

"Enggakpapa Rasya udah bisa duduk ko" ucap Mis Laras tersenyum pada Alvin.

"Sudah boleh di kasih puding?" Ucap Lisa ditangannya sudah ada puding pumkin buatannya.

"Iya tante, sudah boleh" ucap Dr. Farlan.

"Rasya mamam Aa~.. enak enak ya nak" Lisa dengan suara lembutnya menyuapi Rasya diterima dengan baik sangat lahap.

ALvInTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang