Langga sudah mengetahui bahwa Reval telah melarikan diri dari rumah Dian, memberikan kesempatan padanya untuk bertemu secara langsung dengannya. Kemarin Langga menerima surat itu. Surat dimana Reval anaknya, menyatakan bahwa ia sedang diincar oleh Dian Mamah nya sendiri. Ia meminta bantuan perlindungan sementara untuk saat ini, entah apa yang menjadi pemicu permasalahan keduanya menjadi pecah yang jelas sekarang Reval sedang ketakutan.
Terakhir kali Langga mendapat informasi bahwa Reval kembali bertengkar dengan Dian sehingga menimbulkan banyak lebam di tubuhnya, tentu saja mendengar itu Langga semakin khawatir dan yakin akan mengambil hak asuh Reval.
Mobilnya berhenti di gang-gang sempit padat penduduk jauh dari perkotaan dan gedung tinggi, tempat dimana terakhir kali Reval terlihat oleh bawahannya.
"Dimana tempatnya?" Tanya Langga, ia keluar dari mobilnya dengan setelan jas rapi dan sepatu pantopel yang mengkilap hitam. Dengan dandanan yang rapih namun berada di tempat padat penduduk menjadi sorotan mata disana.
"Di sebelah sana tuan" Ucap Adam menunjukan ibu-ibu yang sedang memarahi anak muda yang tidak jauh umurnya dari Reval.
Setelah pertengkaran mereda dari Langga dan Adam berjalan menujunya dengan langkah tegas dan berwibawa, membuat ibu-ibu yang menggunakan daster itu terkesima berhadapan denfan Langga.
"Permisisl ibu, apakah pernah liat anak ini? Namanya Reval Calvino Bramasta. Kira-kira umurnya 17 tahunan dan masih sekolah SMA. Tingginya--...." Penjelasan Langga terpotong.
"Namenye Reval udah dua kali di tanyain"
ibu-ibu itu menukikkan alis tebalnya, saat meneliti foto Reval yang di berikan oleh Langga. Dugaannya benar bawahan Dian lebih cepat mencari Reval dadi pada dirinya.
"Wah!! cakep bener, badannya berisi, tinggi, putih lagi. Yang kemaren mah yang ngekost di tempat Ema dua minggu, namenye juga Reval tuh... Tapi kate orang-orang, dia mah udah kerja, bukan anak SMA. Rambutnye dicat pirang, badannya kecil, agak item pula. Kagak secakep yang ini."
Jelas Ibu tersebut dengan menggerakan kipas dari bambu di tangannya menghantarkan angin dan mengembalikan foto tersebut pada Langga.
Adam mengangguk saat Langga menatapnya. Penjelasan mengenai ciri-ciri dari Reval sudah benar terakhir kali Adam lihat di kantor. Bila memang seperti ini situasinya, Adam menyesal tidak menahan langsung Reval di kantor malah membiarkannya pergi.
"Kalau boleh tahu dia masih ngekost disini?" Tanya Langga berharap.
"Kagak, kemaren dia pamit. katanya ada kerjaan ke luar kota. Sayang.. anaknye baik bener padahal, kagak pernah nunggak. Kalo lu mau ngekost di sini, tuh ada kamar kosong bekasnye si Reval-Reval inih... Yeh, gue baru ngomong juga udah ditinggal!"
Langga segera berjalan meninggalkan tempat itu, masuk ke dalam mobil diikuti Adam. Informasi sangat spesifik mengenai keadaan Reval saat ini diberikan ibu itu membuat Langga optimis bahwa dirinya akan bertemu Reval dahulu di bandingkan bahwahan Dian.
"Reval.. Seharusnya kamu tidak melakukan ini di saat adik kamu sedang tidak baik-baik saja" Guman Langga dengan fokus ke jalanan, kedua tangannya mengerat mengenggam setir sebgaai pelampiasan.
"Maafkan Ayah yang tidak cepat bertindak, mungkin ini tidak akan terjadi pada kalian" lirihnya menghembuskan nafas berat.
Ting
Suara handponenya terdengar nyaring di dalam mobil, suara pemberitahuan bahwa kartunya kembali di gunakan. Langga menepikan mobilnya mengecek kembali bahwa benar itu yang menggunakannya adalah Reval, senyum di wajahnya terbit.
Ia segera menelpone asistennya untuk seger melacak dimana kartu itu digunakan. Ini akan memudah Langga untuk menemukan Reval sebelum Dian yang menemukan terlebih dahulu. Keresahannya Langga hari ini terselip sedikit rasa tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALvIn
Teen Fiction*KARYA INI DI BUAT UNTUK DI NIKMATI* *BUKAN UNTUK DI PLAGIASI* 2019 - Hari ini #1 hope 12.09.2021 #1 hope 09.02.2022 #1 ingin 01.11.2021 #1 Alvin 07.01.2022 #1 Hyunjin 10.02.2022 #1 Masalah 24.02.2022 # 3 alone 08.12.2024 # 4 sick 18.11.2024 # 1 al...
