*KARYA INI DI BUAT UNTUK DI NIKMATI*
*BUKAN UNTUK DI PLAGIASI*
2019 - Hari ini
#1 hope 12.09.2021
#1 hope 09.02.2022
#1 ingin 01.11.2021
#1 Alvin 07.01.2022
#1 Hyunjin 10.02.2022
#1 Masalah 24.02.2022
# 3 alone 08.12.2024
# 4 sick 18.11.2024
# 1 al...
Alvin rasa suara dan dekapan hangat itu bukan mimpi, namun tidak sadar sepenuhnya juga matanya terpejam tidur tapi ia bisa merasakan usapan lembut sesorang berbicara kepadanya entah apa tak jelas. Tapi Alvin jelas mendengar suara itu sangat jelas terdengar di telinganya seperti nyata berbicara padanya.
Alvin tidak asing dengan suara itu tapi ia tidak bisa mengenalnya suara siapa, tubuhnya di dekap hangat nyaman hatinya merasa sangat tenang. Namun, rasa nyaman itu hanya sebentar menghilang entah kemana. Tubuhnya ingin sekali ia gerakkan untuk menahan rasa nyaman itu tapi rasa lelah mendominasi ia tak bisa menggerakan tubuh sesuai dengan keinginannya seperti tertahan.
Nafas Alvin memburu tak beraturan rasa kesal itu datang kembali mendominasi hatinya, tangannya kembali terkepal mengerat rasa emosi yang hampa entah apa mendominasi tubuhnya kembali saat tidur.
Lisa akan membangunkan Alvin hari ini adalah jadwal chek upnya ke Rumah Sakit baik Dr. Farlan dan Dr. Rahman, lumayan cukup padat sedangkan jam menunjukan pukul delapan pagi bungsunya belum bangun.
Lisa duduk di tepi ranjang menatap Alvin yang masih memejamkan mata namun seperti akan bangun, tapi tak lama dari tidur tenangnya nafas Alvin memburu tak beraturan keningnya mengernyit kedua tangannya mengepal. Lisa mengenggam kedua tangan Alvin dengan lembut menenangkannya perlahan.
"Alvin ini bunda"
Tak ada balasan dari Alvin yang terus tak tenang dalam tidurnya, Lisa mendekap tubuhnya dengan tangan menggenggam tangan Alvin membuatnya perlahan tenang.
"Bangun sayang udah pagi"
"Alvin.. ayo bangun"
"Bunda disini"
Lisa tampa henti terus mengucapkan kata-kata penenang agar Alvin bangun, ia yakin pasti dalam tidurnya kembali tak tenang karena mimpi buruk. Mungkin terlalu lelah akibat kemarin di ajak oleh Raka ke Mall dan baru menginjakkan kembali kesana terakhir kali kondisinya saat itu bersama Lisa tidak berjalan lancar. Tapi Raka sendiri memberitahunya bahwa Alvin baik-baik saja apalagi dengan adanya Lingga yang mendampinginya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bunda" suara serak Alvin memanggilnya.
"Mimpi buruk lagi hemm?"
Lisa mencium kening Alvin menatap wajah sang bungsu yang baru saja bangun tidur menyesuaikan cahaya kamar, tangannya menyisir kearah belakang dengan jarinya lembut helaian panjang rambut Alvin yang menutupinya.
"Bunda"
"Iya"
Alvin masih mengumpulkan nyawanya ternyata hari sudah mulai terang ia pasti kesiangan, tubuhnya ia bangun dari tidurnya menatap Lisa yang mengusap rambutnya pasti sangat berantakan karena rambut yang sudah panjang tapi Alvin tak risih malah lebih nyaman apalagi lukanya di daerah leher dan telinga sedikit tertutup oleh rambut panjangnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.