Sudah satu minggu ini Alvin menjalani Homeschooling menikmati setiap kegiatan pembelajaran yang terbilang fleksibel dan tidak menguras tenaga seperti sekolah biasanya. Di pagi hari semua sudah berada di meja makan untuk sarapan nasi goreng yang di buat Lisa.
"Bunda pulang sekolah aku agak telat mau latihan dulu". Ijin Dava
"Jam berapa selesainya?".
"Jam tujuh malam".
"Jangan sampai terlalu malam". Peringat Lisa.
"Iya, pulangnya bareng Daniel".
"Raka pulang jam berapa?".Lisa bertanya pada sulungnya
"Jam dua sore aku udah pulang Bun".
Begitulah perbincangan saat sarapan di pagi hari Lisa akan menanyakan kegiatan apa saja yang di lakukan oleh putranya, sehingga ia tahu jam berapa putranya pulang sekedar untuk menyiapkan makan agar hangat.
Sedangkan Alvin dirinya harus membiasan kegiatan barunya setiap hari memang meringankan tetapi terasa ada sesuatu hal yang hilang, seperti terasa semua kegiatannya lebih dibatasi apalagi dengan keberadaan Malik yang selalu ada di dekatnya.
Dava dan Raka berpamitan untuk berangkat sedangkan Alvin hanya bisa melihat keduanya masuk kedalam mobil, segera melaju keluar dari gerbang rumah dengan penjaga yang mempersilahkan membukakan gerbang.
"Sabar ya.. Bunda janji kalau semua udah baik-baik aja, Alvin bisa sekolah seperti biasa lagi".
Lisa tersenyum dengan tangan yang mengusap-ngusap pundak Alvin, tatapan Alvin yang melihat kepergian saudaranya tak bisa di bohongi bahwa dia ingin sekolah seperti biasanya.
Jam menunjukan pukul sembilan pagi Alvin bersama Guru perempuan terlihat masih muda itu nya sedang melaksanakan kegiatan pembelajaran, dari jauh Lisa tersenyum melihat iteraksi bagaimana Alvin mengerjakan serta memahami suatu materi pembelajaran.
Setelah ini kegiatan Lisa akan memasakan sebuah cemilan manis di dapur sekedar membuatkan untuk Alvin ataupun untuk guru cantik yang mengajar putranya.
🍃🍃🍃
Lain halnya di sekolah sudah satu minggu ini Reval di landa kekhawatiran, bagaimana tidak dirinya belum bertemu dengan Alvin dari mulai libur kenaikan kelas sampai saat ini. Hanya untuk sekedar menukar informasi saja pesannya tak dibalas apalagi di baca saja tidak. Ia sudah bertanya pada Maren namun tidak menghasilkan sebuah jawaban, satu-satunya jawaban pasti tentu saja pada Dava tetapi Reval harus mengumpulkan keberanian penuh.
Tring
Suara bel istirahat menggema di setiap sudut sekolah siswa lain berhamburan keluar kelas, Reval sudah siap dengan respon apapun dari Dava nantinya. Ia berjalan ke bangku trmpat duduk Dava yang sedang membereakan bukunya dan bercanda dengan teman-temannya.
"Dava gue mau nanya!".
Ketika Reval sudah berada di hadapan Dava seketika semuanya terdiam menatap kearahnya, dengan pandangan sedikit sinis tentu saja tidak dapat di pungkiri bahwa mereka adalah musuh selama hampir tiga tahun dalam olahraga basket.
"Nanya apa?!". Belum apa-apa Dava langsung sewot.
"Alvin kemana dia? Gue belum liat dia, ini udah satu minggu dari libur sekolah".
"Dia homeschooling".
"Kenapa?".
"Kepo Lo!".
Dava menatap tajam kearah Reval segera berdiri bersama teman-temannya untuk segera meninggalkan Reval yang sendirian di kelas, sedangkan Reval sudah tahu pasti jawabannya akan seperti ini hanya bisa menghela nafas.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALvIn
Teen Fiction*KARYA INI DI BUAT UNTUK DI NIKMATI* *BUKAN UNTUK DI PLAGIASI* 2019 - Hari ini #1 hope 12.09.2021 #1 hope 09.02.2022 #1 ingin 01.11.2021 #1 Alvin 07.01.2022 #1 Hyunjin 10.02.2022 #1 Masalah 24.02.2022 # 3 alone 08.12.2024 # 4 sick 18.11.2024 # 1 al...
