|47|

1.3K 75 0
                                        

Di tangannya telah menggenggam handpone miliknya yang terasa dingin  karena hampir tiga minggu ini belum dia buka sama sekali, Alvin tidak ada rasa ingin tahu untuk melihat informasi apapun dari sana hanya sekedar untuk berkomunikasipun ia enggan. Ia menyadari bahwa dirinya cukup membentengi diri dari orang luar tidak ingin tahu dunia luar, terlalu nyaman pada lingkungannya saat ini Alvin menyadari itu.

Bundanya juga sama pasti sudah menyadari sehingga ia menyerahkan handpone ini saat selesai jam makan malam tadi, Alvin baru berani membukanya saat ini dengan duduk di kasur dan bersandar serta selimut menutupi setengah tubuhnya terasa nyaman namun tidak dengan pikirannya saat ini.

Ketika ia membuka layar handpone tentu saja pesan Whattsapp mendominasi disana ketika dibuka aplikasi itu, dari deretan pesan yang ada terkirim kepadanya Reval menjadi urutan yang paling atas disana juga ada notifikasi telpone yang tidak di angkat oleh Alvin.

Reval🦖

Kenapa enggak sekolah?
Lama banget liburannya
Enggak sakitkan Vin?

Ko enggak masuk sekolah? Lo kemana?

Alvin lo kemana?

Udah satu minggu lo sakit enggak masuk sekolah
Gue enggak ada temen nih kekantin jadi males

Kata Maren lo Homeschoolling. Kenapa?

Alvin angkat tellponnya!
Enggak marahkan sama gue?
Kalau ada salah maafin gue ya..

Gue bakal nunggu lo buat siap cerita apapun itu vin
Lo harus inget gue masih Abang Reval lo yang dulu.


Dan banyak lagi pesan yang disampaikan Reval padanya Alvin hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya, masih ada rasa enggan dan tak berani untuk itu biar saja akan ada waktunya Alvin ingin membalas pesan itu.

Maren hanya sedikit mengirimkan pesan sekedar memberikan informasi disekolah, tak banyak karena Maren serta Rhea sering kerumahnya sekedar mengetahui keadaan Alvin saat ini meskipun dirinya lebih banyak menghindar berdiam diri dikamar.

Ada yang kurang mengenakan disana  Alvin dikeluarkan dari grup anggota kelas, apa dirinya sudah tak dianggap sebagai anggota kelas ataupun teman satu angkatan apalagi yang mengeluarkannya adalah KM kelasnya. Serta grup yang terdapat guru wali kelasnyapun yang biasanya banyak menyampaikan informasi mengenai sekolah ia juga sama di keluarkan dari grup itu oleh wali kelasnya.

"Kenapa gue di keluarin?"

"Mis Laras bukannya masih sama dari sekolah Bang Davakan?" Pertanyaan itu terlontar dari Alvin membuatnya berdecak kesal.

Rasa kesal itu mulai kembali apa karena dirinya Homeschooling menjadikan semua informasi sekolah baginya terputus begitu saja, seharusnya Alvin tidak keberatan bukan dari awal memang ia tak ingin tahu apapun yang terjadi diluar sana. Pikirannya mulai perkecambuk antara rasa kesal dan memang ini keinginan Alvin untuk menjauh dari semua orang.

Tangan kirinya mulai mencekram handpone, dilihatnya tak ada satupun nomber teman sekelasnya yang lain memang ia tidak dekat selain dengan Maren tapi Alvin ingat ia masih ada teman satu kelasnya di handpone.

"Enggak mungkin Bunda ngehapus semua kontak temen gue kan?"

"Tapi kenapa?"

Dilihatnya tak ada yang membuat story apapun di sana kosong, klik kearah kontak ternyata hanya ada nomber  Reval, Maren, Rhea, Dava, Raka dan sang Bunda. Hanya ada enam kontak dalam Whattsapp apakah sang bunda yang menghapus sebagian nombernya, karena memang handponenya tidak menggunakan kata sandi apapun Alvin terlalu malas untuk itu.

ALvInTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang