Tubuh Alvin yang masih kecil menunduk, menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan. Suara tangisnya terdengar sedih menyayat hati setiap orang yang mendengarnya.
"Alvin ini ayah, Alvin kenapa nak? Ada yang sakit? Ayah lihat mana yang sakitnya" ucap Langga dengan wajah khawatir.
Tubuh yang bergetar karena tangis itu Langga tarik kedalam dekapan hangatnya, mengusap lembut punggung Alvin membuatnya untuk lebih tenang.
"Sakit hisk.. Ayah sakit" ucap Alvin disela tangisnya.
Wajah yang ia tenggrlamkan di dada sang Ayah kini terlepas dengan rengkuhan hangat itu terlepas mengecek setiap badan Alvin.
"Iya sakit, sebelah mana yang sakitnya?"
Tangan Langga melihat kaki dan kedua tangan Alvin yang baik baik saja.
"Tangan hisk.."
Langga segera menggenggam tangan kiri Alvin yang berwarna merah keunguan karena benturan yang keras. Langga pastikan karena Alvin yang sedang belajar sepedah tanpa ada orang dewasa yang mengawasinya.
"Kita obati ya.. jangan menangis lagi"
Alvin kecil duduk di pangkuan sang Ayah dengan tangan kiri yang sedang di obati, suara tangisnya reda hanya menyisakan isakannya saja.
"Besok jangan diulangi lagi, kalau ingin belajar sepeda jangan sendirian. Tunggu Bunda atau Ayah. Tunggu abang-abangnya pulang sekolah. Atau sama bibi juga boleh"
Selesai mengobati tangan Alvin yang memar, kebiasaan dirinya bila salah satu anaknya terluka Langga akan menghembuskan nafasnya dengan lembut pada luka itu.
"Sssttt.. udah ya jangan nangis. Lukanya udah ayah tiupin, Alvin kan jagoan Ayah" ucap Langga menenangkan kembali menggendong Alvin kecil.
Dekapan yang hangat hangat dengan punggung yang diusap-usap lembut, serta suara Ayah yang menenangkannya membuat Alvin merasakan kenyamanan.
Malam harinya Alvin mengalami demam akibat dari jatuhnya dari sepeda, padahal tidak seberapa namun namanya juga anak kecil yang gampang terserang demam.
"Bunda hiks.. mau Bunda.. Bunda.. "
Kedua matanya terpejam dengan air mata yang terus keluar tanpa henti, tubuhnya panas di gendongan sang Ayah tak lepas dari tadi menimang kekanan-kekiri.
"Sama ayah dulu ya.. Bundanya belum pulang nak" ucap lembut Langga mengecup kening Alvin terhalang plester penurun panas. Namun, masih terasa hawa panas yang semakin meningkat di tubuh anak bungsunya
"Bunda hisk.." Alvin kembali bergumam di ceruk lehernya setiap helaan nafas dapat Langga rasakan hangat dari Alvin.
"Iya nanti sama Bunda" langga dengan mengusap punggung Alvin.
Jujur saja kedua kakinya sudah pegal karena terus menimang mengelilingi kamar sang bungsu tanpa henti, suhu tubuhnya naik turun Alvin sendiri tidak ingin lepas dari pelukannya. Tetapi terus mengigau sang Bunda.
Lisa sendiri telah ijin kepadanya akan menengok serta menginap di rumah mertuanya karena sakit. Sehingga akan pulang besok, anak-anak tidak ada yang ikut karena sekolah. Jadilah Langga bertanggung jawab atas ketiga anaknya. Sedangkan kejadian Alvin jatuh tadi sore tanpa diduga.
"Abang Raka ngantuk?" Tanya Langga karena melihat Raka yang sudah menguap, serta Dava yang hampir tertidur di pundak Raka.
"Enggak Ayah" ucap Raka, jawaban anak sulungnya membuat Langga tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALvIn
Fanfiction*KARYA INI DI BUAT UNTUK DI NIKMATI* *BUKAN UNTUK DI PLAGIASI* 2019 - Hari ini #1 hope 12.09.2021 #1 hope 09.02.2022 #1 ingin 01.11.2021 #1 Alvin 07.01.2022 #1 Hyunjin 10.02.2022 #1 Masalah 24.02.2022 # 3 alone 08.12.2024 # 4 sick 18.11.2024 # 1 al...
