TaeKook | Yours, Not His

105 7 2
                                        

Langit pagi itu mendung, tapi suasana di halaman kampus Fakultas Seni justru sebaliknya-ramai dan penuh warna. Jung Yn melangkah dengan tas lukis besar di punggungnya, mengenakan hoodie abu-abu dan headphone di telinganya. Ia tidak menyadari dua pasang mata memperhatikannya dari dua arah berbeda.

"Akhirnya dia datang juga," gumam Jeon Jungkook, bersandar pada motor sport hitamnya di bawah pohon trembesi. Ia mengunyah permen karet sambil menyipitkan mata ke arah gadis itu. Tanpa banyak kata, ia mendorong helmnya ke kepala, menyalakan mesin, lalu memacu motornya melewati kerumunan mahasiswa lain-tepat ke arah Yn.

Dari sisi lain gedung, Kim Taehyung muncul sambil membawa dua gelas kopi susu kekinian di tangannya. Wajahnya ceria seperti biasa, rambutnya berantakan khas orang yang tidak peduli dengan gaya, tapi entah bagaimana selalu terlihat menarik.

Ketika Yn sampai di anak tangga menuju gedung galeri, dua pria itu muncul nyaris bersamaan.

"Pagi, Yn! Aku belikan kopi susu. Yang tidak terlalu manis, kan?" seru Taehyung, menyodorkan salah satu gelas dengan senyum lebar.

"Oi, Yn!" Jungkook memanggil dari atas motornya yang berhenti mendadak tepat di depan mereka. "Naik. Aku antar kau ke kelas. Gratis dan penuh kehormatan."

Yn menoleh kiri dan kanan. "Apa yang kalian lakukan?"

"Memperlakukanku seperti orang asing?" tanya Jungkook sambil menurunkan kaca helmnya. "Aku sudah tiga hari berturut-turut stand by di sini jam segini."

"Dan aku sudah satu minggu penuh membawakannya kopi susu kesukaannya," sahut Taehyung cepat.

Yn memijat pelipisnya. "Kalian berdua tidak lelah?"

"Tidak, selama itu menyangkut kau," jawab keduanya nyaris bersamaan. Mereka saling menoleh, lalu mengerutkan dahi.

"Dia milikku," ujar Taehyung dengan nada ringan, tapi matanya menajam.

"Lucu. Aku bahkan lebih dulu mengenalnya," balas Jungkook, turun dari motornya dengan gaya sok santai. Ia berjalan mendekat dan berdiri di sisi kanan Yn.

"Kenal lebih dulu bukan berarti lebih pantas," potong Taehyung, kini berdiri di sisi kiri. "Kau tahu, Yn. Jungkook ini hanya sok cool. Kau lihat sendiri dia tak bisa bicara sopan tanpa permen karet di mulutnya."

"Aku tak perlu sopan kalau niatku tulus," Jungkook melirik tajam. "Aku tak main-main."

Yn menarik napas panjang. "Kalian sadar ini pagi-pagi dan aku belum minum minuman kesukaanku kan?"

Taehyung tersenyum, lalu menyodorkan lagi gelas yang tadi sempat terabaikan. "Maka dari itu, aku sudah siapkan untukmu."

Jungkook mengangkat alis. "Kopi susu bisa dibeli. Tapi keberanian mengajakmu naik motor pagi-pagi, hanya aku yang punya."

"Keberanian atau kenekatan?" sindir Taehyung.

"Setidaknya aku tidak main aman seperti kau."

Yn menatap keduanya dengan bingung. "Aku tidak ingin menjadi rebutan. Aku tidak suka merasa seperti hadiah lomba yang harus dimenangkan."

Keduanya terdiam sejenak. Tapi bukan karena menyerah. Justru, itu jadi pemicu kompetisi yang semakin tak terkendali.

"Aku akan membuktikan bahwa aku memang layak mendapatkanmu, bukan hanya dengan kata-kata," kata Jungkook, menatapnya tajam. "Mulai hari ini, kau akan lihat siapa yang benar-benar serius."

Taehyung tertawa kecil. "Oh, jadi ini seperti kompetisi? Baiklah. Aku tidak takut bersaing kalau itu tentang kau."

Yn mendengus, lalu berjalan menuju gedung tanpa berkata apa-apa lagi. Tapi sayangnya, langkahnya justru memicu langkah mereka. Keduanya mengikuti di belakang, saling mendahului, saling melempar sindiran.

BTS With MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang