You POV
Langit sore yang muram menggantung rendah di atas atap-atap kosan tua tempat aku tinggal. Awan gelap menggumpal seperti amarah yang tak sempat dilepaskan. Di dalam kamar yang hanya berukuran 3x4 meter itu, lampu putih redup berpendar temaram. Suasana hening, tapi penuh ketegangan yang menggantung tipis di udara.
Aku duduk di ujung kasur, menunduk, meremas-remas jari dengan gugup. Di sampingku, Suga duduk diam seperti patung, dan di hadapan kami—Lisa, sahabat sekaligus teman sekamar, menatap kami seperti hakim yang bersiap menjatuhkan vonis.
Sungguh, aku benar-benar tidak tahu lagi harus berkata apa pada Lisa. Sudah berkali-kali aku menjelaskan bahwa Suga itu adalah kucing putih yang kemarin, tapi ia tetap saja bersikukuh kalau aku membawa lelaki ke kamar kosan.
Ya ampun, memangnya aku seberani itu? Aku masih sayang nyawa, tahu!
“Benar, Lis. Dia itu kucing jadi-jadian yang kemarin aku ceritakan,” kataku sambil menunjuk ke arah Suga.
Tubuhnya tampak tenang, tapi aku bisa merasakan aura gelisah darinya. Matanya menunduk, menghindari tatapan Lisa.
Lisa mengerutkan kening, nada suaranya meninggi seiring kecurigaan yang terus membuncah dalam dirinya. “Kau berbohong! Mana mungkin ada kucing yang bisa berubah jadi manusia?”
“Oii, kau jangan diam saja. Cepat berubah supaya Lisa percaya!” bisikku panik sambil menyikut lengan Suga.
Dalam hati, aku mengumpat pelan. Sungguh, betapa sialnya aku. Dari sekian banyak kucing di dunia, kenapa harus bertemu dengan yang satu ini?
Lalu tiba-tiba, tubuh Suga mulai memendar cahaya samar. Dalam hitungan detik, tubuh itu menyusut dan berubah bentuk. Bulu putih mulai tumbuh di seluruh tubuhnya, telinganya memanjang, dan sepasang mata bulat yang menggemaskan kembali muncul.
“Apa-apaan ini?” seru Lisa kaget, hampir terjungkal dari tempat duduknya.
Aku langsung bersorak kecil. “Aku tidak sedang berhalusinasi, kan, Yn?” tanyanya dengan suara gemetar.
Aku menggeleng cepat dan memukul pelan lengannya. “Sekarang kau percaya? Sudah kubilang dari awal, Suga itu kucing jadi-jadian. Tapi kau keras kepala sekali.”
Lisa masih melongo. Matanya membulat, napasnya tercekat, seperti baru saja melihat keajaiban dunia ke-delapan.
“Eh, dia mau ke mana?” tanyanya, matanya mengikuti gerakan Suga yang berjalan ke arah pintu.
Aku segera berdiri dan menyusulnya. Kakiku menjejak dingin lantai keramik yang retak-retak, dinginnya menembus hingga ke tulang.
“Hei, mau ke mana kau?” tanyaku, lalu cepat-cepat menggendong tubuh kecilnya.
“Kau mau ke mana?” ulangku lagi sambil menatap matanya yang bulat. Ia hanya membalas dengan suara meong pelan.
“Haduuuh, bisa bicara yang jelas tidak, Cing?” gerutuku, dan detik berikutnya...
"Aduh!" aku memekik. Ia mencakar tanganku. Garis merah muncul, darah merembes.
Sakitnya luar biasa. Refleks, aku melepaskannya, dan dalam sekejap, dia melompat turun dan lari begitu saja, menghilang ke kegelapan tangga.
Aku berdiri terpaku di depan pintu kamar yang terbuka, membiarkan angin malam meniup pelan rambutku yang tergerai. Luka di tanganku berdenyut nyeri. Tapi lebih dari itu... dadaku ikut nyeri.
“Dia marah ya... sama aku?” gumamku pelan.
.
Suga POV
KAMU SEDANG MEMBACA
BTS With Me
FanfictionImagine BTS x Yn Berkisah tentang Y/n dan member BTS. Jung Y/n (Yourname) Kim Taehyung (V) Jeon Jungkook (Jungkook) Park Jimin (Jimin) Kim Seokjin (Jin) Min Yoongi (Suga) Jung Hoseok (J-hope) Kim Namjoon (RM). Peringkat paling mengesankan: #1 reade...
