82

1 0 0
                                        

"Eh eh lepasin gua! Turunin ga!" ucap Aleena panik,

David hanya tersenyum manis lalu dengan perlahan mendudukan Aleena kedalam mobilnya, setelah Aleena duduk sebelum menutup pintu mobilnya, 

"Lu cewe pertama yang duduk disitu" ucapnya lalu menutup pintu mobilnya kembali berjalan memutari mobilnya untuk sampai disisi lain pintunya,

Aleena yang mendengar ucapan itu berusaha mencerna sambil pandangannya mengikuti gerak-gerik David hingga membuka pintu di kursi sampingnya, dengan cepat Aleena mengalihkan pandangannya ia tidak berani menatap David, tidak tau mengapa setelah mendengar ucapannya tadi,

David yang sudah duduk di sampingnya menoleh memperhatikan wajah Aleena sejenak lalu terkekeh karena wajah Aleena yang terlihat sekali dengan ekspresi bingungnya, lalu David beralih menjalankan mobilnya meninggalkan area sekolah dengan dipenuhi tatapan kagum,heran,kaget dan sebagainya saat mobil David keluar dari pintu gerbang SMA GARUDA.

Di seperempat jalan Aleena masih saja diam menatap lurus jalanan, David sesekali melirik Aleena sambil tersenyum atau terkekeh, karena tidak tahan dengan gemasnya David mengacak rambut Aleena disatu kesempatan,

"Udah kali diemnya ahahah" ujar David sambil mengacak pucuk rambut Aleena,

Akhirnya Aleena kembali seperti Aleena biasanya, "Ish apaan sih" kesalnya sambil merapihkan rambutnya yang berantakan karena ulah David tadi,

"E-eh jangan marah yaa" panik David, karena cukup sulit untuk mengembalikan mood Aleena ketika sedang marah,

Aleena mendengus, "Huh, lagian ngapain sih pake rangkul-rangkul trus gendong gua buat masuk ke mobil sambil so bilang baru gua cewe pertama yang duduk disini!" oceh Aleena mengeluarkan semua unek-uneknya,

David tertawa mendengar ocehan Aleena yang menggemaskan, "Ahahahha iyaiya maaf" balasnya, "Tapi kalau yang lu cewe pertama itu emang bener kok, lu cewe pertama yang gua ajak naik mobil kesayangan gua ini" lanjutnya,

"Kenapa? Cewe lu kan banyak, hahah" ucap Aleena sedikit menyidir,

David mengerutkan dahi sambil terkekeh mencerna perkataan Aleena, "Banyak? Mantan gua aja cuma 2, 1 waktu gua SMP sama 1 lagi si Naia, itu juga mereka belum pernah gua ajak naik mobil kesayangan gua ini" jelasnya, walau Aleena tidak minta dijelaskan sebenarnya,

"Mobil kesayangan? Tapi kok gua ga pernah liat lu bawa ini ke sekolah, lu selalu naik motor dan kayanya orang lain juga mikir sama kaya gua" cetus Aleena,

David terkekeh, "Udah ga usah dipikirin, emang gua ga pernah bawa mobil ini ke sekolah" sahutnya, Aleena hanya mengangguk saja walau sebenarnya cukup penasaran sih dengan alasannya, tapi ia tidak mau bertanya lagi,

Setelah sampai di supermarket, David memberikan selembar kertas pada Aleena, sebuah kertas dengan list barang yang harus di beli dan Aleena tau itu bukan tulisan David, Aleena tidak bertanya karena Aleena sudah mengira kalau ini mungkin tulisan Bundanya David,

"Len nih, masih bisa kebacalah yaa itu tulisan bunda langsung soalnya hehheh" ujar David, ya tepat sekali dugaan Aleena itu memang benar tulisan Bunda David,

Aleena mencerna setiap tulisan-tulisan itu, eum masih bisa dibaca, sepasang remaja yang masih di baluti oleh seragam sekolahnya itu menyusuri tiap lorong kebutuhannya, dari mulai makanan ringan hingga berat, obat-obatan, alat mandi dan lain sebagainya,

List yang dicatat oleh Bunda David memanglah sangat lengkap sekali, sesekali Aleena mengabsen semua barang yang ada di troli dan David mengeceknya agar tidak ada yang terlewat,

"Cemilan"

"Ada banyak"

"Alat mandi, sabun, odol, sampo, conditioner, sabun muka"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 7 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Love in silenceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang