"Umji Tetap Pemenangnya"

70 15 23
                                        

Umji duduk gelisah di sofa ruang tengah apartemennya. Gadis itu menunduk sembari memainkan jari-jarinya sendiri. Sedangkan Yoongi yang baru selesai mandi berjalan mendekat. Pemuda itu menggunakan kaos lengan pendek warna hitam dipadukan celana training warna serupa. Surainya masih basah, dan handuk kecil tersampir di pundaknya.

"Kenapa gelisah gitu? Mikirin ntar malem?"

Umji mendongak, lalu mengangguk lesu. "Iya A. Kayaknya aku gak usah ikut deh... "

Yoongi jongkok di depan Umji lalu menggenggam kedua tangan istrinya itu. "Kenapa? Lo sakit?"

Umji menggeleng "Engga, A. Cuma, aku takut aja..."

"Takut kenapa?"

"Aku takut malu-maluin Aa disana. Aku kan cuma anak desa yang gak ngerti apa-apa tentang dunia artis. Nanti kalo ada yang ngajak ngobrol, terus aku salah jawab, pasti mereka bakal mandang aku aneh. Sebenarnya gapapa kalo mereka mandang aku aneh, tapi aku takut kalo Aa kena imbasnya. Nanti gimana kalo itu berimbas sama karir Aa?" Jelas Umji dengan mata berkaca-kaca.

Yoongi menghela nafas "Yang gue bawa nanti, itu istri sah gue. Kenapa gue harus malu? Lagian, gue gak bakal biarin lo sendirian, Ji. Selama disana, gue bakal terus disamping lo. Kalo lo gak bisa jawab omongan mereka, biar gue yang jawab. Lo cuma perlu ikut buat nemenin gue, gak usah perduliin apa kata mereka"

"T-tapi, aku gak bisa dandan, A... "

Yoongi terkekeh, lalu mengecup tangan Umji dalam genggamannya. "Itu urusan gampang. Abis ini kita ke salon punya kenalan gue, di sana juga ada butik, jadi kita bisa sekalian beli baju."

Setelah mengucapkan hal itu, Yoongi dan Umji segera bersiap. Pertama, mereka ke butik lebih dulu untuk membeli baju. Dari sekian banyak warna, pasangan itu memilih hitam sebagai dresscode mereka. Yoongi membebaskan istrinya untuk memilih pakaian yang ia mau. Namun Umji takut kalau selera pakaiannya tidak sesuai untuk acara nanti malam, jadi Umji meminta saran pada sang pemilik toko yang melayani mereka secara langsung.

Akhirnya, sebuah dress hitam dengan bagian belakang yang menjuntai ke lantai, dan bagian depan sebatas lutut, menjadi pilihan sang designer. Awalnya Umji ragu untuk menerima dress tersebut, karena melihat label harganya yang membuat gadis itu terkejut bukan main. Masalahnya, ia yang biasa memakai baju seharga 50 ribu, kini memakai baju dengan angka serupa, 50, namun dengan tambahan 6 angka nol dibelakangnya.

"Aa, ini--"

"Santay, gue gak bakal jatoh miskin cuma gara-gara beli baju, Ji" Yoongi terkekeh kecil sembari menyerahkan black cardnya sebagai transaksi pembayaran.

Selain baju, Yoongi juga sudah membelikan sepatu juga perhiasan untuk Umji. Namun, saat Umji bertanya tentang harga sebuah anting berlian yang akan dipakainya, Yoongi hanya menjawab. "Gak usah nanya harga, pake aja" Karena pria itu tau, kalau Umji tau berapa kocek yang ia keluarkan untuk membeli perhiasan itu, istrinya akan marah dan tidak ingin memakainya karena takut rusak atau hilang.

Dari butik, mereka langsung ke salon. Ia harus benar-benar memastikan kalau istrinya tampil sempurna. Bukan karena Yoongi malu dengan gaya sederhana gadis itu, Yoongi hanya tidak ingin istrinya diremehkan orang lain.

Hampir 35 menit berlalu, Yoongi yang sudah siap lebih dulu, memilih menunggu sembari bermain ponsel. Pria itu terlihat tampan dengan kemeja satin putih sebagai dalaman, di lengkapi jas hitam dengan akses emas dipergelangan tangan dan bahu. Surainya yang berwarna coklat gelap di tata sedemikian rupa. Membuatnya terlihat seperti seorang duke tampan dari kerajaan Eropa.

"Mmm..... Aa?"

Mendengar suara lirih dan lembut istrinya, Yoongi mematikan ponsel, lalu mengangkat wajahnya. Saat itu juga, Yoongi dibuat tertegun, dan hampir saja ia menjatuhkan ponsel dari tangannya.

Tetangga?! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang