Manisnya Pernikahan (17) - THE END

4.4K 491 75
                                        

Minggu kemarin, ibu Kyungsoo bilang pada Mia bahwa dia akan mengadakan pesta kecil-kecilan dalam menyambut ulang tahun suaminya. Mia dan Kyungsoo diharapkan untuk mengosongkan jadwal yang sudah ditentukan.

Tepatnya, hari ini dan besok.

"Jadi, kita menginap di rumah ibu dan malamnya akan memberikan kejutan untuk ayah?" Mia mengangguk saja sambil memperhatikan ponselnya. Kyungsoo merasa sedikit terganggu lalu mengambil benda itu. "Kau ini lihat apa, sih?"

"Ih, kembalikan! Kau fokus saja menyetir," ujar Mia berusaha merebut ponselnya. Kyungsoo melihat sekilas apa yang Mia perhatikan sedaritadi. "Aku hanya sedang melihat chat dari Mira."

"Bukannya Changkyun?"

'Arrghh, menyebalkan!' batin Mia merutuk.

"Dia hanya bertanya padaku tentang tugas," ucap Mia meluruskan.

"Memangnya tak bisa pada yang lain apa?" tanya Kyungsoo sewot. Mia mendengus saja mendengarnya. Padahal kalau ia goda atau tanya apakah suaminya itu cemburu, maka dia dengan tegas mengatakan, No!

"Jadi, kau memberikan apa untuk ayah?" tanya Mia.

"Masukan dulu ponselmu," Mia menghela napas lalu menuruti apa perintah Kyungsoo. Lantas menatapnya. "Aku memberikan jam tangan."

"Oh," jawab Mia ketus karena cukup kesal. "Aku memberikan ayah sepatu, suka tidak, ya?"

"Aku tak bertanya."

PLUK!

"Akh ..."

Mia memukul Kyungsoo dengan tasnya lalu kembali melihat jalanan.


















***

Saat sampai, Mia tampak berbincang-bincang saja dengan ibu dan kakak iparnya. Sedangkan Kyungsoo bersama ayahnya tengah menunggu kakaknya. Karena ia sedang membeli kue dan Kyungsoo berjaga agar ayah tak melihatnya.

"Jadi, bagaimana pekerjaanmu?" tanya ayahnya membuka suara.

"Begitu saja, kadang jadwal padat kadang pula tak ada jadwal," jawab Kyungsoo sambil memutar cangkirnya.

"Kalau dengan Mia?"

"Begitu juga," ayah Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya. Heran, anaknya turunan dari siapa sampai begitu cuek. Sadar akan hal itu, Kyungsoo kembali menjawab, "Maksudku, yaa kami baik-baik saja. Dia juga fokus pada kuliahnya. Sebentar lagi kan menginjak tahun terakhir."

"Hmm ..."

Sedangkan di sisi lain, wajah Mia sudah semerah tomat. Sedari tadi, ibu dan kakak iparnya terus saja menggoda. Perihal gentle tidaknya Kyungsoo, hubungan mereka jika di atas ranjang, persiapan anak, dan lain-lain yang membuatnya malu bukan main.

"Sudah dong~" rengek Mia menutup wajahnya. Sedangkan pelaku penggoda hanya tertawa.

"Aku juga dulu begitu, terussss saja digoda," jawab Rin sambil mencolek Mia. Tak lama, anak Rin datang dan merengek.

"Ibu~ Mike selalu saja mengerjaiku!!!" pekiknya sambil menangis. Tak lama, datanglah Mike, kakak Leo sambil berkacak pinggang.

"Aku tidak mengerjainya. Dia mengacak-ngacak mainan di meja makan!" adunya marah. Mia yang melihat itu hanya tertawa.

"Baiklah, kalau begitu Leo kau harusnya bereskan lagi mainanmu. Dan Mike, daripada mengadu, lebih baik kau bantu adikmu," keduanya saling menggembungkan pipi. "Atau ibu tak beri uang jajan!"

MBA or Misunderstanding???Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang