Setelah kepergian dedi barulah putri berani mendekati rizki. Di rangkulnya tubuh pemuda tampan tersebut sambil mengelus lengan rizki.
"kak iki enggak apa-apa kan?" tanya putri dengan nada kekhawatiran yang sangat jelas terdengar.
Rizki tak langsung menjawab, pemuda itu terlihat masih diam membisu sambil menundukkan kepalanya.
Putri mengarahkan rizki untuk duduk di kursi karena putri tau kondisi rizki pasti masih sangat terpukul saat ini.
Putri memang belum mengetahui bagaimana hubungan rizki ridho dengan orang tuanya. Namun jika melihat kejadian yang sudah terjadi putri dapat menyimpulkan bahwa kedua majikannya itu tidak menjalin hubungan baik dengan ayah mereka.
"putri beli minum dulu ya kak." putri segera berdiri dari tempatnya dan berjalan cepat menuju kantin untuk membeli minuman.
Beberapa menit kemudian putri kembali ke tempat dimana ia meninggalkan rizki, namun putri tidak mendapati sosok pemuda itu lagi. Gadis belia tersebut mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut, tapi hanya keramaian dan aktifitas rumah sakit pada umumnya yang putri dapati.
"duh kak iki kemana lagi." lirih putri sebari mengangguk kepalanya yang tak gatal. Putri mulai melangkahkan kakinya, ia pun teringat mungkin saja rizki saat ini ada di dalam ruangan ridho. Putri menambah kecepatan langkahnya hingga ia berada di depan pintu berwarna putih gading bertuliskan VIP.
Awalnya putri merasa ragu untuk membuka pintu itu, namun perlahan-lahan tangan mungilnya mulai menggerakan handle pintu tersebut hingga terbuka sedikit.
Seketika putri merasa sangat lega saat melihat rizki dan ridho yang memang ada di ruangan itu. Saat putri hendak masuk tak sengaja ia mendengar ridho menyebut namanya hingga membuat putri menghentikan langkahnya.
"lo gak cerita apapun sama putri kan?" tanya ridho dengan nada pelannya. Putri bisa melihat rizki menggelengkan kepalanya, karena memang pria itu tidak menceritakan apapun pada putri.
"tadi papah kemari." kali ini rizki yang mengeluarkan suaranya. Dan wajah datar ridho seketika menjadi tegang, bahkan urat-urat sekitar lehernya pun terlihat menonjol.
"mau apa dia kemari?" tanya ridho dengan nada tinggi bercampur marah.
"dia tau lo kumat lagi dan dia mau lihat keadaan lo dho." jelas rizki hati-hati. Ridho tersenyum sinis ke arah saudara kembarnya itu.
"mau lihat keadaan gw? Bukankah gw seperti ini karena dia? Apa dia lupa?" ucapan sinis ridho membuat putri mengkerutkan dahinya Namun beberapa detik kemudian Ia merasa sudah sangat lancang karena mendengar pembicaraan antara kedua majikannya.
Perlahan-lahan putri memutuskan untuk meninggalkan ruangan ridho, ia tidak mau mengganggu kedua pemuda kembar itu yang sepertinya tengah berbincang serius.Sepanjang perjalanan putri menatap botol air mineral yang ia pegang. Rasa haus pun menderanya hingga putri pun memutuskan untuk meminum air tersebut sambil berjalan.
Tanpa putri sadari dari arah berlawanan terlihat seorang gadis cantik yang tengah berjalan dengan terburu-buru, hingga akhirnya tabrakan pun terjadi antara kedua gadis cantik tersebut.
"astaga baju gw.!" jeritnya yang seketika membuat suster dan para pengunjung lain dirumah sakit tersebut menatap ke arah mereka.
Putri yang menyadari kebodohnanya segera menutup kembali botol air mineral tersebut dan menatap gadis cantik yang terlihat sangat murka kepadanya.
"ma-af-in putri mbak." pinta putri dengan gelagapannya.
Gadis cantik itu seketika mendongkakkan kepalanya dan menatap tajam ke arah putri yang langsung menundukkan kepalanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Kembali [Completed]
FanfictionKisah perjuangan seorang gadis cantik untuk mewujudkan cita-citanya. Namun dalam perjalanannya putri dipertemukan oleh 2 pria yang memiliki rupa yang sama Namun sikap yang jauh berbeda. Bagaimanakah kelanjutan kisah putri? Ayoo baca dan masukkan...