Cinta Yang Kembali 26

3.2K 233 15
                                    

Sore harinya di kediaman si kembar putri dan bunda qaliesa terlihat tengah sibuk menyiapkan makanan untuk ridho dan juga rizki.

Putri melirik ke arah bunda qaliesa yang tengah memotong puding yang telah dibuat olehnya.  

"bun." sapa putri dengan ragu-ragu. 

Bunda qaliesa segera mengalihkan pandangannya pada putri dan menaikkan kedua alisnya.

"kenapa de?" tanya bunda melirik putri sejenak dan kembali memotong puding.

"hmmmm..."

Gadis belia tersebut terlihat ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan yang tengah mengganggu pikirannya. 

"kenapa hmm?" tanya bunda qaliesa mulai mendekati putri.

"putri boleh tanya sesuatu?" tanya putri masih terlihat ragu.

"boleh, Mau tanya apa sih?" tanya bunda qaliesa yang mulai penasaran dengan pertanyaan apa yang akan di ajukan oleh putri. 

"emmm.. Kak iki dan kak idho sepertinya tidak suka dengan pak dedi-maksud putri papah mereka?" tanya putri ragu-ragu.

Bunda qaliesa terlihat sedikit canggung dengan pertanyaan putri. Ia memang baru menjadi assisten si kembar selama dua tahun belakangan ini, namun si kembar yang begitu percaya padanya telah menceritakan semua tentang pahit manisnya kehidupan yang telah mereka berdua lalui.

Tapi bunda qaliesa cukup sadar diri, ia tidak mungkin menceritakan sesuatu yang menjadi rahasia kedua pemuda tampan itu pada orang lain sekalipun itu putri.

"bunda tidak punya hak untuk menceritakan apapun tentang mereka pada orang lain. Mungkin kamu bisa tanya langsung pada rizki atau ridho." jawab bunda qaliesa sedikit tak enak hati. 

Putri tersenyum tulus,bahkan ia mengagumi sosok bunda qaliesa yang menurutnya mampu menjaga rahasia.ia menghargai keputusan bunda qaliesa untuk tetap menjaga rahasia keluarga rizki dan juga ridho. 

"engak apa-apa bunda, maaf ya putri sudah lancang." ujar putri tersenyum manis. Bunda qalies hanya mengangguk lemah, lalu ia pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. 

Putri pun sama halnya, ia pun tak berani membuka suara lagi. Gadis belia itu segera menyelesaikan tugasnya dan setelah selesai putri pun memutuskan untuk memanggil rizki serta ridho untuk makan malam bersama.

Pertama putri mengetuk pintu kamar rizki, dan setelah mendapat ijin untuk masuk baru lah putri memunculkan kepalanya di celah pintu berwarna cokelat itu.

"kak iki sudah bangun?" tanya putri dan mulai mendekati sosok rizki yang tengah memainkan ponselnya.
Putri menempelkan tangannya tepat di dahi rizki, dan untunglah panas tubuh rizki mulai mengurang. 

"aku sudah baikkan kok." ucap rizki tersenyum kikuk.

"syukurlah, jadi kakak gak perlu di rawat deh." jawab gadis cantik tersebut dengan nada senangnya. 

"ya udah kita makan malam bareng ya kak. Bunda juga udah nunggu tuh," kata putri memberitahu. Rizki menganggukkan kepalanya, lalu pemuda tampan itu mulai menyibakkan bed covernya serta menurunkan kakinya dari atas ranjang. 

Keduanya pun keluar dari kamar  rizki. Putri menyuruh rizki untuk lebih dulu menuju meja makan karna dirinya harus memanggil ridho terlebih dahulu. 

Ia mulai mengetuk pintu kamar ridho, dan untunglah tak butuh lama pemuda itu telah menyuruhnya untuk masuk. 

"kak idho." sapa putri terdengar ragu-ragu. 

Bisa putri lihat bagaimana ridho yang tengah duduk diatas ranjangnya sebari menggerakkan jari-jarinya diatas keyboard laptopnya. 

"apa ka ridho sudah lebih baik?" tanya putri menatap takut pada pemuda berwajah kaku itu.

Cinta Yang Kembali [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang