Cinta Yang Kembali 25

3.4K 202 23
                                    

Mengurus orang kembar yang sakit secara bersamaan bukanlah hal mudah. Dan hal ini baru pertama kalinya dilakukan oleh putri. 

Terkadang putri bingung harus mengurus siapa lebih dulu. Karena keduanya harus segera di beri makan dan juga meminum obat-obatan yang telah di belikan oleh supir.

Belum lagi putri harus menuruti perintah ridho yang semakin rewel saat ia sakit.

Seperti saat ini, setelah memberikan obat kepada ridho. Pria itu justeru meminta putri memotong buah-buahan untuknya. Dan putri kembali harus menunda memberi obat kepada rizki karena harus terlebih dahulu memotong buah-buahan seperti yang di minta oleh ridho. 

"apa ada lagi kak?" tanya putri sesaat setelah memberikan buah-buahan pesanan ridho. 
Pemuda tampan itu tak melirik putri sama sekali, ia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan putri.

"kalo gitu putri ke kamar kak iki dulu ya ka. Dia belum di kasih obat." pamit putri lagi. Dan lagi ridho hanya menjawab nya dengan anggukkan kepala saja. 

Putri pun perlahan mulai melangkah meninggalkan kamar ridho, dan saat sosok gadis belia itu masih berada di ambang pintu. Ridho diam-diam mengangkat wajahnya dan menatap kepergian putri.

Salahkah ridho jika ia ingin putri terus berada di dekatnya disaat kondisinya yang melemah seperti ini?  Namun gadis itu tentu saja akan lebih memilih untuk mengurus sang pujaan hati yang juga tengah dalam kondisi sakit.

"sampai kapan put? Sampai kapan rasa ini harus aku pendam seorang diri?" gumam ridho dengan nada sendunya.

Ia meletakkan piring berisi buahnya diatas nakas yang berada tepat di samping tempat tidurnya, ridho mulai membaringkan tubuhnya dan mengangkat selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. 
Saat ini yang dibutuhkan ridho adalah menyendiri dan berusaha menahan rasa sakit yang semakin hari semakin ia rasakan.

***

Sedang putri kini berada di kamar rizki, ia membawa beberapa jenis obat yang telah ia berikan juga pada ridho.

Putri bisa melihat bagaimana rizki yang saat ini berusaha meraih gelas berisi air putih yang ada di meja nakas. 
Dengan cepat putri meraih gelas tersebut dan membantu rizki untuk meminumnya. 

"den iki waktunya minum obat." ucap putri setelah rizki selesai meneguk air putihnya. 

Rizki seketika memasang wajah masamnya dan menggelengkan kepalanya. 

"engga mau put.!" tolak rizki dengan tegas. 

"tapi kak, tadi dokter suruh putri untuk kasih obat ini ke kak iki." jelas putri mengangkat obat-obatan yang ada dalam tangannya. 

"engga mau." tolak rizki lagi-lagi.

Putri baru tau rupanya rizki adalah tipe orang yang sulit untuk meminum obat, terbukti sudah beberapa kali putri membujuk rizki namun tetap saja pemuda itu tidak mau meminum obat nya. 

"ayolah kak. Nanti putri bisa dimarahi oleh dokter." bujuk putri memasang wajah melasnya. 

Namun rizki yang memang sangat membenci obat memilih mengacuhkan gadis polos itu.

"kenapa sulit sekali untuk menelan obat itu?"

Suara bass dari pria yang cukup dikenali oleh rizki seketika membuat rizki memutar bola mata nya dengan malas bercampur kesal. 

Pasti lah dokter tama telah melaporkan kondisi mereka berdua pada sang ayah sehingga saat ini sosok dedi telah berdiri tegap di ambang pintu kamar rizki. 

"untuk apa papah kemari?" tanya rizki menatap dedi dengan malas. 

Dedi tak menjawab pertanyaan dari sang putra, ia memutuskan untuk semakin mendekati ranjang rizki dan melewati putri yang masih berdiri di tempatnya. 

Cinta Yang Kembali [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang