Cinta Yang Kembali 54

2.7K 237 65
                                    

Lesty terlihat membuka pintu kamar putri dengan sangat hati-hati. Semalaman lesty harus menahan diri untuk tak menemui gadis belia itu setelah rizki menceritakan semuanya.

Lesty marah, sangat marah.! Bahkan ia bertekad akan melabrak ridho setelah ia bertemu dengan putri hari ini.

Saat memasuki kamar putri, dapat dilihatnya sosok putri yang tengah duduk di atas karpet kamarnya sambil menekuk kedua kakinya.

Lesty bisa melihat kondisi putri yang sangat berantakan, rambut nya yang di ikat asal dan juga wajah nya yang pucat serta mata nya yang masih memerah.

Perlahan lahan lesty mendekati sosok putri, ia pun ikut duduk di samping putri dan langsung memeluk tubuh gadis cantik itu.

"kamu yang sabar ya dek." bisik lesty dengan nada parau. Melihat putri menangis sampai seperti ini membuat lesty seakan merasakan kesakitan nya juga.

Putri membalas pelukan lesty, mungkin dengan cara itu ia bisa meredakan sedikit sakit hatinya. Namun ia salah, justeru putri semakin terngiang-ngiang dengan semua ucapan ridho yang sungguh menyakitkan hati.

"kenap dia jahat kak? Apa salah putri?" tanya putri dengan nada paraunya.

Lesty menyeka air matanya, bahkan ia harus menghirup udara sebanyak mungkin untuk meredakan rasa sesak yang mendera dadanya saat mendapat pertanyaan dari putri.

"apa memang putri gak pantas di cintai kak?" tanya putri lagi. Lesty dengan cepat menggelengkan kepalanya.

Tidak, putri bukannya tidak pantas untuk di cintai.namun gadis ini terlalu polos sehingga banyak yang menyalahgunakan kepolosannya itu termasuk ridho.

"engga put, kamu berhak. Sangat berhak." jawab lesty. 

"mereka saja yang bodoh karena sudah menyia-nyiakan cinta kamu. Dan percaya sama kaka, suatu saat dia akan menyesal. Bahkan dia akan berlutut meminta maaf kamu." jelas lesty melanjutkan ucapannya.
Sungguh ia sangat ingin menghajar ridho, ia pun jadi ikut membenci pemuda itu karena telah berani menyakiti putri yang polos.

Hening sejenak, lesty tetap membiarkan putri menangis karena mungkin dengan demikian ia bisa menenangkan sedikit sakit dalam hatinya. Setelah di rasa cukup barul lah lesty mendorong pelan tubuh putri dengan menatap wajah berantakan putri.

"sudah cukup menangis nya ya." ucap lesty lagi. Ia menghapus air mata putri dengan kedua tangannya.

"ayoo kamu harus bangkit dek, jangan biarkan kelembutan hati kamu itu selalu di salah gunakan oleh orang. Kamu gak boleh lagi jadi putri yang lemah, dan kamu harus kuat untuk diri kamu dan keluarga kamu." lanjut lesty memberi semangat pada putri.

Walau sulit namun putri berusaha menghentikan tangisannya. Ia sejenak meresapi semua perkataan lesty, dan semua yang dikatakan gadis cantik itu adalah benar. Putri sudah terlalu lemah, dan semua itu hanya karna cinta. Cinta yang nyatanya pun tidak pernah memberikan kebahagian pada putri. Cinta hanya selalu membuatnya sakit, dan putri harus mengatakan ini bahwa ia sangat benci dengan kata cinta itu mulai saat ini.

"kaka akan jadi orang pertama yang mendukung kamu dek. Dan bahkan kakak pun ingin memberi pelajaran pada a ridho." ucap lesty dengan gemasnya.

"dia harus dapat balasan atas air mata yang kamu tumpahkan ini." kata lesty lagi sambil menghapus air mata putri.
Wajah gemas bercampur kesal lesty rupanya mampu membuat putri tertawa geli. Walau tawa kecil namun hal itu membuat lesty ikut tersenyum.

"kamu tau dek? Kaka suka saat lihat kamu ketawa kaya gitu. Dan kaka BENCI.....Sekali lihat kamu nangis." ujar lesty lagi.

Putri sungguh terharu, sebegitu besarkah rasa sayang lesty pada dirinya? Dan putri pun bisa merasakan ketulusan dari gadis cantik ini.

Cinta Yang Kembali [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang