Cinta Yang Kembali 35

3K 232 45
                                    

"kamu dimana put?"lirih ridho yang masih mencari putri. Sudah hampir tengah malam namun pemuda itu masih saja berusaha mencari keberadaan putri, ia tidak akan tenang sebelum ia menemukan putri dengan kondisi baik-baik saja.

Ridho meraih ponsel nya yang ia letakkan di kursi sebelahnya. Dilihatnya begitu banyak panggilan dari rizki,lesty serta bunda qaliesa. Ia segera mengangkat Teleponya yang kembali Berbunyi. 

"dho kamu lagi dimana?"tanya bunda qaliesa teredengar panik.

"aku lagi dijalan bun."jawab ridho dengan ogah-ogahannya. 

"mencari putri?" tanya bunda qaliesa dengan cepat. Ridho tak menjawab pertanyaan dari bunda qaliesa karena ridho yakin rizki pasti sudah lebih dulu menceritakan semuaya pada wanita paruh baya itu. 

"ini sudah malam dho, kamu pulang dulu kemari ya." bujuk bunda qaliesa yang memang telah mengetahui semuanya. Ridho kembali tak menjawab, ia merebahkan kepalanya ke sandaran jok mobilnya. Sejenak ia memejamkan matanya,  rasa lelah memang ia rasakan namun rasa tak tenangnya pada putri justeru lebih besar sehingga ia tidak mau pulang jika belum bertemu dengan putri.

"engga bun, idho mau cari putri. Gimana kalau dia dijahatin sama orang bun? Ridho gak mau terjadi sesuatu apapun pada putri." jelas ridho yang terdengar begitu sendu.

Bunda qaliesa sungguh tak tega mendengar ridho yang berbicara dengan sendunya, yang ia tau selama ini ridho adalah pemuda yang kuat. 

"tapi dho ini sudah sangat malam,gak baik untuk-"

Bunda qaliesa menghentikan ucapannya saat ridho memutus sambungan teleponnya begitu saja.  Ia mendesah lelah lalu mengalihkan pandangannya pada rizki.

"gimana bun ridho dimna?" tanya rizki pelan.
Tubuh rizki terlihat semakin lemah karena memang memar di wajahnya sangatlah parah. 

"dia gak mau pulang kalau belum ketemu sama putri." jawab bunda qaliesa menundukkan kepalanya.

Rizki berusaha bangkit dari posisi duduknya, namun saat ia merasa sakit di sekujur tubuhnya rizki kembali menjatuhkan tubuhya keatas sofa. 

"awww." ringis rizki memejamkan matanya. 

"kamu mau kemana ki?" tanya bunda dan mendekati rizki. Pemuda itu kembali membuka matanya dan menatap bunda qaliesa. 

"aku mau cari idho bun, dia itu gampang banget masuk angin." jawab rizki yang lagi-lagi berusaha berdiri dari tempat duduknya. 

Namun kembali rizki terjatuh, ia pun menyerah dan berteriak sebal dengan kondisi nya yang sangat lemah.

"ahh sial sial sial.." geram rizki memukul sofa kosong di sisi kanannya. 

Bunda qaliesa segera menghampiri rizki serta mengelus punggung pemuda tampan itu. Ia cukup tau bagaimana perasaan rizki saat ini. Ia tau rizki dan ridho sangat jarang bertengkar, namun pertengkaran kali ini memang sangatlah besar hingga bunda qaliesa sendiri tidak tau harus berkata apa. 

"sudahlah ki. Jangan mamaksakan diri kamu."ucap bunda qaliesa berusaha menenangkan rizki yang masih tetlihat kesal. 

Rizki tak menjawab,perlahan-lahan rizki berdiri dari tempat duduknya dan tanpa mengatakan apapun rizki memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. 
Bunda qaliesa menghembuskan nafas beratnya. Ia memutuskan untuk menginap malam ini dan menjaga rizki karna ia tau rizki masih dalam kondisi tak stabil. 

Ia bersyukur lesty segera menghubungi nya ketika gadis itu harus segera pulang, dan tanpa pikir panjang lagi ia pun datang kerumah rizki dan melihat kondisi pemuda tampan itu sangat mengenaskan.

Cinta Yang Kembali [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang