Putri menatap ridho dengan wajah kesalnya. Sedang pemuda tampan itu justeru terlihat mengulum senyumannya saat mata keduanya tak sengaja berpandangan.
Tak ada orang lain yang melihat kegiatan keduanya, mereka semua terlalu sibuk menikmati masakkan putri yang begitu lezat.
"aku nambah ya put."
Mendengar nama nya di sebut buru-buru putri mengalihkan pandangannya pada rizki. Senyuman lebar pun seketika menghiasi bibir tipisnya saat melihat rizki yang sudah menambah nasi serta lauk pauknya.
"iya kak iki makan yang banyak ya." jawab putri dengan senyuman ramahnya.
Ridho yang melihat putri tersenyum pada rizki seketika menghilangkan senyumannya dan melekukkan bibirnya ke bawah. Entah mengapa ia tidak suka melihat putri memberikan senyumannya itu pada pria lain.
"ayoo dho lo juga nambah." suruh rizki menyenggol lengan sang kembaran. Ridho tak menjawab, ia hanya diam dan berpura-pura menikmati makanan dalam mulutnya.
"kak idho gak suka makanannya ya?"
Pertanyaan dari nisha seketika membuat semua pandangan terarah pada ridho. Termasuk putri yang semakin memperhatikan ridho, dan ia baru sadar wajah pemuda tampan itu pun kini berubah jadi murung.
"kenapa ka ? Apa kurang garem?" tanya putri yang buru-buru menyobai sayuran yang ia masak.
Namun semua masakan putri terasa pas,tidak kurang garam, ataupun terlalu pedas."engga kok, emang dari dulu kakak gak terlalu suka sama masakan kakak kamu."
"uhuk uhuk.."
Rizki tersedak saat mendengar jawaban ridho, ia melirik ke sampingnya dimana sang kembaran yang kembali makan dengan santainya.
"yah, padahal ya kak. Di kampung itu semua orang suka banget sama masakkan kak putri." lanjut salwa ikut mengeluarkan suaranya.
Putri dan rizki serentak menggelengkan kepalanya. Ridho rupanya masih saja memiliki sifat jaim yang luar biasa nya.
"kalian percaya sama omongan kak idho?" tanya rizki menatap salwa dan nisha yang memasang wajah bingung mereka.
"kalian harus tau ya. Kalaupun ada manusia yang gengsinya luar biasa di dunia itu, nih ini orangnya." jelas rizki menunjuk langsung ke arah ridho. "kalian mau tau? Semenjak putri gak masak dirumah ini. Ridho jarang makan, katanya masakan bik tun gak seenak masakan putri." lanjut rizki lagi. Namun pria itu memelankan suaranya saat mengataman kalimat terakhirnya. Ia takut bik tun akan mendengarnya nanti.
Salwa dan nisha terkekeh pelan melihat ekpresi rizki yang begitu lucu saat meledik ridho.
Sedang orang yang di ledek justeru terlihat semakin murung saja.Putri yang melihat wajah ridho pun ikut terkekeh, dan dengan cepat pemuda tampan itu menendang kaki putri yang berada di bawah meja.
"aww." ringis putri yang sedikit terkejut.
"kaka kenapa?" tanya salwa melirik ke arah sisi kanannya dimana putri duduk.
"emm gak apa-apa," jawab putri dengan senyuman gugupnya. Ia menundukkan kepalanya karna sedikit takut saat ridho membulatkan matanya pada putri.
"Assalamualaikum..!"
Putri langsung berdiri dari tempat duduknya saat melihat sosok wanita paruh baya yang tak lain adalah bunda iyeth.
"wah kalian lagi makan ya? Bunda ganggu dong." ujar wanita cantik itu dengan riangnya.
"engga ko bun, ayoo bunda ikut makan. Putri masak enak hari ini." ajak rizki pada sang tamu yang baru saja datang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Kembali [Completed]
FanfictionKisah perjuangan seorang gadis cantik untuk mewujudkan cita-citanya. Namun dalam perjalanannya putri dipertemukan oleh 2 pria yang memiliki rupa yang sama Namun sikap yang jauh berbeda. Bagaimanakah kelanjutan kisah putri? Ayoo baca dan masukkan...