Suruhan Edward kewalahan hanya karena satu pekerjaan yang merepotkan: menghubungi Eksekutor Daniel.
Sebenarnya ia telah mengerjakan tugasnya dengan baik dan benar sesuai intruksi Edward, namun Eksekutor Daniel memang sebandel yang rumor sering katakan. Kata Edward, sebuah chip telah ditanamkan di belakang telinga Eksekutor Daniel agar pergerakannya dapat dipantau. Jika Edward membutuhkan bantuan dari Eksekutor Daniel ia tinggal mengirimkan sinyal ke chip tersebut.
Seharusnya seenteng itu dilakukan, tapi berulang kali suruhan Edward menghubungi Eksekutor Daniel, yang ada diabaikan begitu saja. Rasa-rasanya suruhan Edward tengah menghubungi orang mati. Padahal Eksekutor Daniel di pantauan terlihat santai-santai saja: ia duduk di antara seorang gadis dengan seorang lelaki di pelukannya dan seorang pemimpin yang memiliki mata dan rambut layaknya Eksekutor Daniel.
Pada akhirnya staf tersebut kembali menghadap Edward dengan wajah memucat lalu berkata, "Pak! Maafkan saya, ini sudah kali ke-57 namun Eksekutor Daniel tidak berminat menanggapi sinyal dari saya."
Edward seketika menatap geram pada si staf, ia meraih gawai miliknya dengan sedikit hentakan dan mulai mengetikkan beberapa perintah di tabletnya. "Aku memaklumimu," kata Edward. "Si Daniel itu memang kurang ajar. Aku telah membiarkannya sedari awal bersama para mutan seperti orang bodoh yang menanti kaki-tangannya bertindak padahal Daniel sendiri tengah bermain-main. Oh! Aku memang orang bodoh terlalu mengharapkannya." Edward menyerahkan gawai kembali ke pemiliknya. "Aku sudah meningkatkan intensitasnya ... kau tinggal mengetuk tombolnya saja maka Daniel akan menjadi patuh."
"Tuan ... apa kau tengah menyetel Eksekutor Daniel?"
"Jangan pura-pura bodoh, tentu aku tidak mengendalikannya melalui chip itu. Ia tetaplah Daniel yang suka main akting dan membunuh para kelinci, aku hanya sedang menyetel gelombang agar ia mau menanggapi."
Staf tersebut menatap layar yang menampilkan keadaan Eksekutor Daniel terkini, sementara itu telunjuknya menekan tombol yang telah ditingkatkan intensitasnya oleh Edward. Seketika Eksekutor yang menyamar itu membeliakkan mata dan menyentuh bagian belakang telinganya, gerakan tiba-tiba itu memancing dua orang di dekat Eksekutor Daniel. Lelaki itu menampilkan senyuman kecil sambil menggeleng.
"Gelombang kejut?" terka staf tersebut. "Tapi Eksekutor Daniel masih tidak memperdulikan kita, Pak."
Edward berdecih. Ia meraih gawai tersebut sekali lagi, lalu mendekatkan mulutnya ke tablet seraya berkata, "Aku tahu kau mengabaikan aku, Daniel! Aku sudah memberimu banyak kepercayaan untuk segera mengeksusi mereka secara langsung tapi kau malah membiarkanku melongo di balik layar hanya untuk melihatmu berpura-pura berjuang bersama mereka.
"Hentikan permainan bodohmu sekarang juga! Pasukan elit sudah menunggu di gerbang utara untuk menahan serangan mutan-mutan itu tapi kau semakin memberatkan pekerjaan mereka dengan tidak membunuh salah satu dari mutan itu!" Edward mengambil jeda, ia menelan lebih banyak air liur demi mengajak kawan paling menyebalkan. "Aku tidak peduli apa pun! Kau harus mengeksekusi salah satu dari mereka! Kau sudah bersama dengan Ruvallo sejak lama, harusnya kau tahu kelemahannya dan segera membunuhnya, bukannya malah mencoba jadi adik yang baik! Aku ingin kau membunuh mereka secepat mungkin, mengerti?!"
Eksekutor Daniel tampak mengernyitkan kedua alisnya seraya mengelus salah satu kupingnya sekilas, ia tampak tidak nyaman.
"Tuan ... kenapa tidak sejak tadi saja kau menghubunginya secara langsung?" Ya, kenapa harus ia yang kewalahan jika cara ini bisa dilakukan.
"Sebab jika aku menghubunginya langsung melalui pesan suara, itu sama saja aku tengah merusak telinganya bahkan berisiko membuatnya tuli. Ini ibarat seperti aku tengah berteriak tepat di samping telinganya terus-terusan. Jika hal itu terjadi, dua mutan di sampingnya akan curiga kenapa telinga adik kecil mereka mengeluarkan darah." Edward kembali menyodorkan gawai ke stafnya. "Aku sebenarnya tidak peduli jika ia tuli sekalipun. Ia telah merepotkanku. Terlalu merepotkanku."
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDER WATER
Fantasy[Pemenang Wattys 2021 Kategori Fantasi dan Dunia Paling Atraktif] Ketika dunia telah lenyap bersama sejarah jauh tertimbun berselimutkan perairan tanpa ujung, maka pohon Azera memberi secerca harapan untuk bertahan. Manusia yang tersisa mulai memban...
