1879 kata
.
Mereka berpesan bila Bayi Olivia ingin maju, maka lewatilah zona aman, di sana Bayi Olivia akan menemukan pelajaran berharga untuk hidupnya.
Awal mula tapak bawah Bayi Olivia menginjak batas luar zona nyaman sontak ia merasakan sensasi kontras dan tentu tidak nyaman di benak hati. Itu bagus! Bayi Olivia mulai mencium sesuatu hal yang asing.
Dari satu langkah ini gerakan Bayi Olivia beralih pada langkah kedua.
Bagus! Bayi Olivia mulai mencoba berdiri di atas permukaan bergelombang. Sulit memang, bahkan sebelum Bayi Olivia berdiri tegap dia sudah terguling dengan mudahnya tanpa ditiup angin. Dari sini bayi Olivia terus mencoba dan hasilnya selalu sama.
Dari langkah kedua Bayi Olivia beranjak pada langkah ketiga.
Inilah dimana sebuah keputusan akan menentukan pilihannya. Bayi Olivia merasakan betapa sulitnya meraih sesuatu yang diinginkan, dari sini pikiran Bayi Olivia mungkin akan terbelah menjadi dua jalur: jalur pertama berteriak lebih baik kembali dan nikmati jalur yang telah disediakan. Jalur kedua melolong menyerukan betapa ruginya Bayi Olivia bila kalah berperang melawan diri.
Ucapkan selamat pada Bayi Olivia yang memilih jalur kedua dan menginjakkan langkah keempat.
Bayi Olivia mulai merangkak sebelum berjalan layaknya orang dewasa, dari sini Bayi Olivia masih harus berusaha sebelum sampai pada tujuan. Hingga Bayi Olivia melukis segaris lengkungan indah karena mendapatkan apa yang kau inginkan dari langkah kelima Bayi Olivia mulai mengetahui arti perjuangan dan kata sejenisnya.
Kala Bayi Olivia tersenyum bahagia atas tampuk keinginan yang dia dapat, baru ia sadari di belakangnya tangga pencapaian tersusun tinggi tak terhitung kiranya.
Bayi Olivia diberi dua pilihan lagi.
Pilihan untuk menetap atau mendaki puncak tentu dengan rintangan yang semakin rumit. Bagi Olivia tidak perlu waktu untuk memutuskan karena hatinya sudah mantap untuk meneruskan perjalanan.
“Apa yang kaudapat dari kisah Bayi Olivia ini, Macica?”
“Apakah kata-katanya tidak bisa lebih ringan untuk anak seumuranku, Ayah?”
Tuan Krosktan tertawa renyah lalu berkata, “Tapi Macica mengerti maksud dari dongeng Olivia, bukan?"
Macica kecil mengerucutkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya kuat-kuat.
“Tidak sulit kok, Nak,” kata Tuan Krosktan sambil mengelus surai hitam legam Macica kecil. “Nanti kau akan mengerti dengan sendirinya.”
UNDER WATER
Ada beberapa hal yang perlu mereka ketahui dan hadapi dengan rintangan kali ini.
Pertama, wilayah yang mereka lalui sama sekali asing untuk dijelajahi. Bahkan penduduk Zavilash-pun tidak ada yang berani menyelam lebih jauh karena semakin dalam seseorang menyelam, semakin kuat tekanan yang dirasakan. Semakin kuat tekanannya, semakin menyakitkan proses kematian. Untungnya hal ini bisa ditepis dengan penggunaan serum merah muda yang memang berfungsi untuk beradaptasi dengan perairan dalam.
Kedua, tidak ada seberkas cahaya yang sanggup menyinari perairan dalam terkecuali berpapasan dengan beberapa spesies laut dengan penerangan alami di sekujur tubuh. Penglihatan setajam Jean dan Hebize hingga Macica yang paling terbaik diantara kelimanya tidak akan berfungsi, jelas lensa alami mereka memerlukan cahaya. Hal ini dapat diminimalisir dengan mengurung beberapa siput hinea yang hinggap pada pinggiran tubuh Azera ke dalam wadah sebagai temaram remang-remang. Rumah siput itu menguarkan cahaya kehijauan terlalu payah jika dijuluki alat penerang alternatif. Tidak efektif memang, sedikitnya cahaya siput itu tidak membutakan indera penglihatan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDER WATER
Fantasy[Pemenang Wattys 2021 Kategori Fantasi dan Dunia Paling Atraktif] Ketika dunia telah lenyap bersama sejarah jauh tertimbun berselimutkan perairan tanpa ujung, maka pohon Azera memberi secerca harapan untuk bertahan. Manusia yang tersisa mulai memban...
