Tak dapat dipungkiri jantung dan napas mereka ikut berdetum kuat ketika hal tidak beres sukses mengenai mereka berlima. Kewaspadaan meningkat signifikan sama halnya suhu tubuh mereka yang semakin tinggi.
Yegi menganggap efek serum mulai bereaksi lagi dan diduga lebih dahsyat, namun lawan bicaranya membantah karena serum yang menyatu cukup membuat mereka bertahan hingga detik ini. Yegi sekali lagi menakuti keempat remaja di dekatnya dengan berkata, "Efek serumnya sudah habis!" lagi-lagi Hebize membabat opini Yegi.
Panas semakin menggila, kembali ke permukaan tiada guna, terus maju adalah pilihannya.
Jean yang sedari tadi mendengarkan racauan Yegi berpendapat ringan. "Oh ayolah! Airnya semakin menghangat, bukan kita yang menghangat."
"Aneh. Tadi aku masih merasa dingin di sekujur tubuhku tapi dalam sekejap suhu menjadi hangat. Kukira ini efek ringan serum," ujar Macica merengut heran.
"Hentikan diskusi kalian dan lihat ini!"
Perintah Ruvallo mendapat perhatian lebih. Nyaris penglihatan mereka dibutakan saking nolnya potensi cahaya yang lewat, tapi tepat di bawah mereka air berubah menjadi sebiru langit tanda cahaya berhasil merajai perairan yang diduga ada di bagian yang paling dasar.
Tapi sekali lagi keanehan menggerayapi tak sudi membiarkan kelima remaja tersebut beristirahat sejenak, gravitasi kuat cukup menarik kelima remaja tersebut makin terhisap ke perairan sebiru permukaan lautan.
"Serum hijaunya!" teriak Ruvallo, Yegi, dan Hebize yang mengerti apa yang terjadi.
Macica dan Jean yang kebingungan mengikuti komando Ruvallo untuk segera menyuntikkan cairan serum sehijau lumut pada tangan masing-masing.
Momen kesialan tidak akan membiarkan mereka bisa menyuntikkan serum semudah yang dikira. Baru saja menyadari apa yang harus dilakukan gravitasi mampu mengganggu aktivitas mereka.
Macica yang baru saja menyuntikkan serum membeliak kaget, "Di bawah sana ... bukankah itu pohon?!"
"Pohon di dasar air?!" kata Yegi menambahi.
"Tidak ... Oh tidak tidak! Kita akan jatuh!" teriak Hebize.
Betapa paniknya kelima remaja tersebut ketika air yang dilalui berganti dengan udara bebas. Mereka tampak seperti butiran air hujan yang jatuh dari langit biru dan terbang bebas sebelum pecah di permukaan tanah nun jauh di bawah sana.
Jean yang malang kembali mengalami momen ini. Suntikan nakal di genggamannya tidak segera menancap di lengan Jean malah membuat jantung remaja itu berdetak kuat.
"Si ... a ... lan!" teriak Jean terhalang angin yang memaksa masuk melewati mulutnya, membuat bibirnya melebar di segala arah.
"Bersiaplah! Kita akan jatuh di atas air!" perintah Ruvallo menerima anggukan serempak dari ketiga lainnya sedangkan seorang remaja masih bergelut dengan suntikan.
Jean berteriak lantang kala bibirnya hampir mencium genangan air dan ...
Bunyi pertemuan kelima daging hidup dengan permukaan air danau menciptakan percikan kuat berpedar ke segala arah, menciptakan goyangan riak air dan para ikan kaget bukan main dengan manusia yang baru saja jatuh entah dari mana. Dari langit tepatnya.
UNDER WATER
Jean sudah sigap membopong Macica ke tepian danau dan dengan cakap menepuk Macica yang setia larut dalam ketidaksadaran.
Ketiga lainnya--yang memang telah ahli dalam berenang--berlomba mengunci bibirnya rapat-rapat dan menautkan tangannya masing-masing agar do'a mereka tersampaikan pada Yang Kuasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDER WATER
Fantasi[Pemenang Wattys 2021 Kategori Fantasi dan Dunia Paling Atraktif] Ketika dunia telah lenyap bersama sejarah jauh tertimbun berselimutkan perairan tanpa ujung, maka pohon Azera memberi secerca harapan untuk bertahan. Manusia yang tersisa mulai memban...
