cold truth

78 3 0
                                    

Sebelumnya

Liam masih dibawa oleh 4 pria misterius yang memegang senjata didalam mobil. Tak lama kemudian mereka sampai ditujuan mereka yang ternyata sebuah mansion yang sangat besar dan megah.

"Keluar!" Ucap salah satu pria menodongkan senjatanya kearah Liam. Dia lalu keluar dari mobil dan dikawal memasuki mansion besar itu. Saat Liam memasuki mansion itu dia mendengar suara tertawa dari arah tangga. Dia membulatkan matanya dan melihat seorang pria yang turun dari tangga sambil memegang tongkat emasnya.

"Eddy Quinn" kaget Liam melihat Eddy menghampirinya. Tak lama kemudian Eddy meninju wajah Liam sampai terjatuh. Liam memegang ujung bibirnya yang berdarah.

"Apa yang kau inginkan dariku tuan Quinn?" Tanya Liam sambil menatap Eddy yang tersenyum seringai. Eddy lalu berlutut didepan Liam sambil mencengkram kerah bajunya.

"Kau tahu kesalahan mu pria sialan? Beraninya kau menyentuh putriku!!" Marah Eddy sambil memukul wajah Liam sampai tersungkur. Eddy lalu berdiri dan memukul Liam dengan tongkat emasnya.

'bugh..bugh..'
"Beraninya kau menyakiti anakku dan menakutinya hahh!!! Aku sudah membesarkannya dengan penuh kasih sayang tapi kau menakutinya kemarin!!" Geram Eddy terus memukul Liam. Liam menolehkan kepalanya melihatnya Eddy.

"Kenapa kau terus menganggap Hanna sebagai putrimu hah? Dia bukan anak kandungmu!! Dia anak dari David Wood dan Livia Wood!!" Teriak Liam pada Eddy. Pria itu tertawa melirik Liam yang sudah tak berdaya dibawah kakinya. Dia menginjak perut Liam.

"Arghhhh kau pria gilaa!!!" Umpat Liam kesakitan. Eddy melepaskan kakinya diperut Liam dan menggesekkan kakinya dilantai.

"Inilah kemarahan seorang ayah Liam" ucap Eddy sambil menjentikkan jarinya dan mendatangkan beberapa anak buahnya. Eddy membalikkannya badannya membelakangi Liam yang tidak berdaya.

"Hajar dia sampai dia menyesal" suruh Eddy pada anak buahnya. Mereka mengangguk dan menghajar Liam sampai babak belur.

Off

Harley terus mengebut motornya dengan kecepatan penuh. Dia tak peduli dengan jalan yang licin yang dipikirkan nya hanya Liam.

'apa yang diinginkan Eddy sampai membuat Liam seperti itu?' pikir Harley diatas motornya. Sesampai dimansion Harley memakirkan motornya dihalaman mansion Eddy.

"Sial aku tidak membawa senjata" umpat Harley berjalan memasuki mansion. Harley melihat semua anak buah dan pelayan Eddy menyambutnya dengan hormat.

"Selamat datang nona muda" sapa mereka sambil menundukkan kepala. Harley melirik salah satu anak buah Eddy dan mencengkram kerah bajunya.

"Dimana Eddy Quinn dan Liam? Jawab!" Tanya Harley dengan mata yang melotot. Anak buah Eddy lalu menunjuk kearah halaman mansion.

"Mereka dihalaman belakang nona" jawab anak buah Eddy pada Harley. Dia melepaskan kerah baju anak buah Eddy dan mengambil sebuah senjata disakunya.

"Aku pinjam dulu" ucapnya sambil berlari menuju halaman belakang. Saat Harley sampai di halaman belakang mansion dia melihat Liam yang terikat kedua tangannya dikolam renang dengan wajah yang penuh memar. Harley berlari menuju kolam renang dan menyeburkan diri kekolam renang yang dingin.

'byurr'
Harley berenang kearah Liam yang tangannya dibentang oleh tali. Harley lalu melepaskan ikatan ditangan Liam.

"Harley..." Liam memanggil nama Harley dengan bibir yang bergetar kedinginan. Harley lalu mengangkat badan Harley menuju tepi kolam renang dan menyeret nya. Dia mengusap kan tangan Liam dengan tangannya.

"Akhirnya kau datang sayang" Harley menoleh kearah suara dibelakangnya. Harley menatapnya dengan benci.

"Eddy Quinn" umpatnya. Eddy lalu menghampiri Harley yang sibuk mengusap tangan Liam yang kedinginan. Salah satu pelayan memberikan sebuah handuk untuk Harley. Dia lalu berdiri dan mengeluarkan senjatanya.

" Mau apa kau dariku ayah?" Geram Harley sambil memegang senjatanya. Eddy tersenyum sambil menyalakan cerutunya.

"Lebih baik kita bicarakan ini didalam saja. Aku tidak mau kau kedinginan disini" jawab Eddy sambil mengulurkan tangannya kepada Harley tapi ditepisnya.

"Aku tidak perlu. Aku sangat membencimu saat aku membaca buku harian mamaku. Kau membuntutinya selama hidupnya. Apakah itu benar?" Tanya Harley dibawah Eddy. Tak lama kemudian Noah dan Ray datang membawa sebuah kertas dan mantel tebal.

"Nona lebih baik anda mengeringkan badan anda dan bawa Liam kerumah sakit" Ray lalu mengangkat Liam tapi dicegat oleh anak buah Eddy. Harley melotot kearah Eddy kenapa Ray tidak boleh menolong Liam.

"Apa maksudmu tidak boleh membawa Liam kerumah sakit hah?" Tanya Harley geram pada Eddy yang sibuk menghisap cerutu nya.

"Sebaiknya kau keringkan badanmu sebelum kau terserang demam" ucap Eddy sambil menyuruh anak buah Harley memegang tangannya. Harley lalu berontak.

"Kau tidak berhak mengatur ku tuan Quinn. Kau bukan ayahku!. Aku harus membawa Liam kerumah sakit" Bentak Harley berusaha melepaskan dirinya tapi tak bisa. Eddy melemparkan cerutu nya ditanah bersalju sambil mendekati Harley didepannya.

"Aku berhak mengatur mu demi kebaikanmu dan pria lemah itu harus tahu juga" jawab Eddy melipatkan tangannya didepannya. Harley menaikkan alisnya.

"Apa maksudmu kau berhak mengatur hidupku? Dan harus tahu apa Liam?" Tanya Harley didepan Eddy. Noah lalu menghampiri Eddy dan memberikan sebuah dokumen ditangan Eddy. Eddy menghembuskan nafasnya berat.

"Karena kau adalah anak kandungku!! Putri asliku Harley Quinn!!" Teriak Eddy didepan wajah Harley. Harley terkejut mendengarnya begitu juga Liam yang masih terkapar ditanah bersalju.

"Maksudmu?" Tanya Harley seakan tak percaya apa yang didengarnya. Eddy menyuruh anak buahnya melepaskan Harley. Eddy lalu menyerahkan sebuah dokumen pada Harley.

"Itu buktinya" jawab Eddy datar. Harley melihat kertas dokumen yang dipegangnya selembar demi selembar. Dia menutup mulutnya tertegun melihat tes DNA nya dan Eddy. Sama semua.  Dari darah,rambut,kuku dan liur semua mirip DNA Eddy. Harley menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Kau... Ini bohongan bukan? Ini semua tipuan bukan?" Teriak Harley pada Eddy. Noah mengambil dokumen itu kembali dari tangan Harley.

"Ini bukan tipuan atau rekayasa nona. Ini memang benar adanya" ucap Noah sambil menunduk hormat. Badan Harley bergetar hebat dan kakinya merasa lemas dan air matanya turun dengan deras dari matanya, dia menjatuhkan senjatanya ketanah.

"A..aku...anak..mu?" Tanya Harley seakan tak percaya. Tak lama kemudian dia pingsan didada Eddy. Eddy langsung sigap menangkap badan anaknya dan membungkus badan dingin anaknya dengan mantel bulunya.

" Pelayannn buatkan aku air hangat dan bawa kekamar Harley" dia menggendong badan Harley dan berlari kearah kamarnya. Eddy lalu menoleh kearah Noah.

"Bawa pria itu pulang kerumahnya" ucap Eddy sambil menggendong Harley. Noah mengangguk dan menyuruh Ray mengantarnya.

"Nak bawa pria itu kerumah sakit" suruh Noah pada Ray. Ray mengangguk pelan dan mengangkat badan Liam yang setengah sadar membopongnya menuju mobilnya.

"Harley... Anak Eddy Quinn?" Ucap Liam terkejut mendengarnya. Ray lalu menyelimuti badan Liam dengan mantelnya.

"Bertahanlah dude" Ray lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.

like Harley Quinn ( End )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang