Harley memakirkan mobilnya dihalaman mansion. Dia berlari memasuki kamarnya dan membanting pintu kamarnya.
'brakk'
Harley mengacak isi kamarnya dan membanting apapun didepannya. Entah mengapa dia tidak menyukai permintaan Liam yang ingin menikahinya. Ego Harley semakin menjadi-jadi.
"Aaaaaaaa aku benci inii!!!" Harley melemparkan kursinya kearah cermin sampai cermin itu hancur berkeping-keping.
'pryannggg'
Eddy yang sedang berada diruang senjatanya mendengar pecahan dikamar Harley. Dia lalu berlari menuju kamar Harley. Sesampai dikamar Harley Eddy terkejut melihat seluruh anak buahnya berkumpul didepan kamar Harley.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul disini?" Tanya Eddy tegas. Semua anak buahnya menundukkan kepalanya.
"Kami mendengar nona Harley berteriak histeris dan membanting sesuatu dikamarnya. Saat kami ingin membuka kamar nona Harley pintunya terkunci" lapor salah satu anak buah Eddy. Eddy menodongkan ganggang pintu Harley dengan senjatanya.
'dorr'
Eddy lalu mendobrak pintu kamar Harley sambil membawa senjata colt 1911 nya.
'brakk'
"Harley ada apa? Aku mendengar suara bantingan dari luar" Eddy melihat buku-buku jari Harley yang berdarah. Dia lalu menghampiri Harley dan memegang tangan berdarah Harley.
"Ambilkan obat dan air hangat cepatt!" Perintah Eddy pada pelayannya. Mereka bergegas mengambil suruhan tuannya. Eddy lalu mengangkat Harley diatas kasurnya. Dia melihat ekspresi anaknya yang sangat ketakutan. Tak lama kemudian pelayan membawa air hangat dengan antiseptik dan perban. Eddy lalu mengobati tangan Harley dengan teliti. Tiba-tiba saja Harley tertawa cekikikan.
"Hihihi dia mencintaiku dan dia bercinta denganku. Egoisnya dia menginginkan ku" ucap Harley sambil cekikikan tak jelas. Eddy melihat Harley dengan tatapan curiga.
"Kau kenapa nak? Kenapa kau begini?" Eddy khawatir melihat anaknya yang berbeda. Tak lama kemudian Harley menunjuk kan ekspresi sedihnya. Dia memeluk Eddy dengan erat.
"Huuhuuu ayahhh. Aku takut ayahhh. Aku takut jatuh cinta pada Liam ayahh huuuu. Aku takut dicintai oleh Liamm huuuu" tangis Harley dipelukan Eddy. Eddy menaikan alisnya dan melirik Harley yang masih menangis tak karuan.
'Aku yakin dia philophobia, dia takut jatuh cinta dengan alasan belum siap atau hal lainnya ' pikir Eddy sambil menenangkan Harley. Tiba-tiba ada suara teriakan dihalaman mansion.
"Keluar Harley!! Keluar!!" Eddy melihat dari jendela kamar Harley, ternyata itu Liam yang mencekik Ray. Eddy lalu keluar dari kamar Harley dan menuju halaman mansion bersama anak buahnya.
"William White apa yang kau lakukan disini hah?" Tanya Eddy melihat Liam seperti orang gila. Ray terus memegang pergelangan Liam yang kekar.
"Tu..tuan biarkan saja dia membunuhku. Aku tidak mau nona terluka" ucap Ray hampir kehabisan nafas. Noah yang baru sampai dari halaman mansion menodongkan revolver nya kearah Liam.
"Liam lepaskan putraku. Dia tidak melakukan kesalahan padamu" bentak Noah pada Liam. Pria itu tertawa keras dan melirik Ray yang berada ditangannya.
Sebelumnya
Liam masih membisu didalam mobil Ray. Dia masih menyesal atas perbuatannya pada Harley.
"Bro,antarkan aku kemansion Harley. Aku ingin mengatakan maaf" pinta Liam. Ray menaikkan alisnya.
"Kau tahu ini jam brapa sekarang? Ini sudah waktunya tuan dan nona istirahat. Lebih baik aku mengantarmu kerumah sakit" jawab Ray melihat ekspresi Liam yang kecewa. Perasaan Ray tak enak dia meminggirkan mobilnya kearah jalan yang sepi. Dia turun dari mobilnya dan menuju ke telfon umum dan menelfon kepolisian.
"Tolong atas nama Joshua White. Anaknya mengalami erotomania, dia berasa dikediaman Hanna Wood" ucap Ray sambil menutup telfonnya umum itu.
Di kantor kepolisian wanita bernama Milla mencari Joshua diruangannya.
"Tuan,seseorang menelfon untuk anda bahwa anak anda mengalami erotomania dikediaman Hanna Wood" lapor wanita itu meninggalkan ruangan Joshua. Joshua mengerutkan keningnya.
"Erotomania? Kediaman Hanna Wood? Tapi dia ada dimansion Eddy Quinn. Astaga" Joshua mengambil jaketnya dan berlari menuju parkiran mengambil mobilnya.
Ray yang habis menelfon itu memasuki mobilnya. Tiba-tiba Liam menodongkan paku berkarat dileher Ray.
"Antarkan aku kemansion Harley sekarang!!" Ucap Liam sambil tersenyum seringai. Ray menatap Liam tak percaya. Dugaannya selama ini benar bahwa Liam terobsesi dengan Harley. Dia mengemudikan mobilnya"
Off
Eddy menatap Liam tak percaya bahwa pria itu terobsesi dengan putri nya.
"Harley!! Keluar kau!! Jika tidak tangan kananmu akan mati!!" Teriak Liam. Harley mendengar teriakan itu menoleh kejendela. Dia terkejut melihat Liam mencekik Ray. Harley lalu mengambil dessert eagle nya dan berlari menuruni tangga menuju halaman depan mansion.
"Lepaskan dia Liam. Kau gila!" Teriak Harley pada Liam. Akhirnya Liam melepaskan cekikan Ray dan Harley berlari kearah Ray.
"Kau tak apa?" Tanya Harley sambil membopong Ray. Liam menatapnya tak suka dan memeluk Harley dari belakang.
"Kau membuatku gelisah Harley. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan saat ini" ucap Liam dibelakang telinga Harley. Eddy mengepalkan tangannya geram.
"Lepaskan anakku Liam!" Teriak Eddy menodongkan senjatanya. Harley lalu memukul perut Liam dengan siku nya dan dia berlari bersama Ray.
"Tolong bawa Ray" ucap Harley pada anak buah nya. Mereka mengangguk sambil membopong Ray kedalam mansion. Tak lama kemudian mobil Joshua memasuki halaman mansion dan turun dari mobilnya.
"Liam. Hentikan perbuatan mu" ucap Joshua sambil menodongkan senjatanya sendiri pada anaknya. Liam tertawa ditengah halaman mansion sambil berlutut.
"Harley aku mencintaimu!!" Teriak Liam seperti orang yang sudah tak waras. Harley terkejut melihat Liam yang sangat berbeda.
"Inilah yang aku takutkan" ucap Harley didepan Liam 5 meter dari dia berdiri. Liam lalu berdiri dan berjalan menghampiri Harley. Tak lama kemudian Harley menodongkan senjatanya kearah Liam.
'dorr...dorr...dorrr...'
Liam tersungkur dari tanah memegang dada kanannya.
"Arghh kenapa Harley? Kenapa? Aku mencintaimu selama ini tapi kau mencampakkan ku" ucap Liam putus asa. Mata Harley berkaca-kaca melihat Liam yang sangat berbeda dan dia menjatuhkan senjata.
"Kau.. tidak mencintaiku Liam" jawab Harley tegas. Eddy dan Joshua menoleh kearah Harley yang nekat menembak Liam. Harley menghembuskan nafasnya kasar.
"Kau terobsesi dengan Hanna Liam. Bukan Harley!" Teriak Harley pada Liam. Liam membeku mendengar ucapan Harley yang sangat menusuk hatinya. Eddy lalu menyuruh anak buahnya membawa Harley kekamarnya.
"Bawa dia kekamar nya" suruh Eddy pada anak buahnya. Mereka mengangguk dan membawa Harley memasuki mansion. Eddy mendekati Liam yang masih berlutut dihalaman nya.
"Kau cinta dengannya? Kau hanya terobsesi dengannya Liam. Sekarang aku ingin kau menjauhi putriku saat ini juga. Jika kau menyentuhnya walau sehelai rambut, kau berurusan denganku" ucap Eddy dingin membalikkan badannya. Dia menoleh kearah Joshua.
"Oh Joshua, jaga anakmu itu baik-baik. Jika dia membuat Harley takut lagi maka jasadnya berada dikolam piranha, kau mengerti" ancam Eddy pada Joshua. Dia meninggalkan mereka dihalaman mansion. Joshua lalu menghampiri Liam dan membawanya kedalam mobil.
"Liam. Aku sungguh kecewa padamu" ucap Joshua mencubit tengah alisnya sambil mengendarai mobilnya.
Harley masih menangis dikamarnya. Eddy masuk kekamar Harley yang sudah diberesi oleh pelayan. Harley langsung memeluk Eddy dengan erat.
"Tenanglah anakku. Dia sudah ditangani oleh Joshua. Dia sudah aku suruh untuk menjauhi dirimu saat ini" ucap Eddy sambil mengecup ujung kepala Harley.
' ini lebih baik ' pikir Harley.
KAMU SEDANG MEMBACA
like Harley Quinn ( End )
Actionapa kalian tau jika anak polos di didik dengan orang benar akan menjadi manusia normal? begitu kebalikannya. Hanna, seorang perempuan yang di didik dengan seorang pemimpin mafia Eddy Quinn dan diangkat menjadi anak dan dilatih menjadi mesin pembunu...
