14 - 5: Baru dan Berbeda

203 8 0
                                        

Dayang Choi memasuki Dapur Istana; sendirian. Ini agak tidak biasa. Karenanya, Manbok, yang tengah menumbuk bumbu-bumbu, segera menghampiri dan bertanya, “Aih. Ada apa? Yang Mulia Ratu ingin dibuatkan sesuatu?”

“Terima kasih untuk tempo hari,” ucap Dayang Choi, sungkan; tapi tetap berpunggung tegak demi menjaga keanggunan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Terima kasih untuk tempo hari,” ucap Dayang Choi, sungkan; tapi tetap berpunggung tegak demi menjaga keanggunan.

“Tempo hari?” Manbok tidak ingat.

“Di … Balai Pengobatan.”

“Oh!” Manbok pun ingat, dan dia, “Itu karena, lagi pula aku yang memberikan air beracun itu padamu. Hihih.” Manbok jadi malu diberi ucapan terima kasih seperti ini.

“Meski kau pulalah penyebab aku jatuh sakit, rasa-rasanya aku harus tetap berterima kasih padamu,” kata Dayang Choi, sangat bijak, dan dia … “Aku memungutnya di jalan!” ucapnya, sembari menaruh sesuatu di meja lantas meleongos pergi.

“Aih? Aih?” Manbok kebingungan, dan … rupanya Dayang Choi memberinya sebuah ikat rambut biru; khas warna seragam masak yang dikenakannya. Oh, Manbok sungguh tersentuh, lantas mengantongi hadiah tersebut dengan gembira.

 Oh, Manbok sungguh tersentuh, lantas mengantongi hadiah tersebut dengan gembira

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


















Tanpa Kim Jwageun, seluruh anggota Keluarga Ansong Kim mengadakan temu di luar istana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tanpa Kim Jwageun, seluruh anggota Keluarga Ansong Kim mengadakan temu di luar istana. Tentunya mereka membicarakan permasalahan Kim Jwageun yang belakangan menimbulkan kerugian pada golongan.

MR. QUEENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang