11 - 8: Pertarungan yang Sesungguhnya

240 13 3
                                        

Nun jauh di hutan sana, kompetisi berburu tengah berlangsung. Kasim Choi yang merupakan rusa sedang dikejar-kejar oleh Selir Hong yang cutie. Dia menarik busurnya begitu melihat mangsa yang kabur itu, dan SYUNG, anak panahnya meleset dengan payah ke batang pohon, meninggalkan noda ungu di sana. Sayang sekali.

Tak kalah seru dengan Selir Hong yang cutie, Selir Min yang seksi dan Selir Yoon yang polos pun tengah berlomba memanah ‘beruang’. Keduanya melesatkan anak panah secara hampir bersamaan, tapi satu pun tak ada yang tepat sasaran. Sungguh sangat disayangkan.

Sementara Hwajin, dia mengeluarkan anak panahnya yang … bermata logam, menemukan mangsa berupa beruang—yang tadi berhasil lepas dari kejaran Selir Min dan Selir Yoon. ‘Beruang’ itu amat kaget melihat mata panah Hwajin yang bukanlah buntalan kain bertinta melainkan logam, tapi … “Pergilah. Kau bukan mangsa yang kucari,” kata Hwajin, melepaskan.

Sedangkan Bonghwan, ‘mangsa’ yang dicari Hwajin, seperti yang telah direncanakan, hanya jalan-jalan santai di hutan ini sampai kompetisi berakhir—meski ada banyak mangsa bahkan harimau yang bernilai tinggi di sekitarnya, tapi … tampaknya dia tersesat.

“Eh? Mana, sih, jalannya? Kayaknya tadi aku sudah melewati pohon ini deh. Aey, aku harus ke mana, nih?” Bonghwan sungguh dibingungkan.

 Aey, aku harus ke mana, nih?” Bonghwan sungguh dibingungkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


















Mematuhi permintaan Ibu Suri Agung, kini Cheoljong dan Kim Byeongin berhadapan di tengah lapang, dan mereka sedang mendiskusikan aturan pertarungan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mematuhi permintaan Ibu Suri Agung, kini Cheoljong dan Kim Byeongin berhadapan di tengah lapang, dan mereka sedang mendiskusikan aturan pertarungan.

Kim Byeongin berkata, “Masing-masing kita memegang kipas, dan barang siapa yang dapat merebut kipas milik lawan, dialah pemenangnya.”

BLRP. Kim Byeongin membuka kipasnya, dan, “Jangan terlalu serius ya?” BLRP, Raja juga sama membuka kipas, sembari berpesan. Kemudian ketegangan segera merebak dan Kim Byeongin melakukan serangan lebih dulu.

Raja menangkis dengan cukup lihai; tenang, serta tampak tak tertekan sama sekali oleh serangan Kim Byeongin itu. Dia pun melakukan serangan balik dan Kim Byeongin membalasnya, dan kipas mereka ‘berhadapan’ bagaikan pedang sungguhan.

MR. QUEENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang