Hancurnya Rexi Alexa

3.2K 152 40
                                        

Al tersenyum menang saat melihat setengah dari punggung polos Rexi terekspos karena tak tertutupi selimut putih tebalnya.

Ah ... Al tak menyangka, Rexi menjadi wanita yang bodoh dan tak punya otak.

Awalnya Al tak percaya, bagaimana bisa Rexi memilih pilihan yang merusak dirinya hanya untuk memenangkan egonya?

Ya, Rexi memilih pilihan pertama yang diberikan oleh Al. Berharap dia mengandung anak Al agar pria itu hilang dari kehidupannya.

"Dan sekarang, lo udah benar-benar jadi milik gue, dan enggak akan pernah bisa buat lepas jauh dari gue," batin Al sambil tersenyum menyeringai.

Al memberikan kecupan lembut pada punggung Rexi, membuat Rexi menggeliat geli saja.

Al perlahan bergerak untuk masuk ke dalam selimut Rexi, dia bahkan dengan cepat melakukan hal tak senonoh pada Rexi.

"Uhm ... Al ... Ke ... Keluar ... Akh!"

Usai mendapatkan perintah dari Rexi, Al mengikuti perintah wanita kesayangannya itu.

Al menarik selimut yang digunakan Rexi hingga sampai pada perutnya, lalu kemudian dia menatap perut mulus itu dengan santai.

"Al!" pekik Rexi tak terima.

Al tersenyum meledek.

"Dan sekarang, gue tunggu kedatangannya," ucap Al bahagia, sambil mengelus perut Rexi dengan lembut.

"..."

"Semoga aja dia sehat di dalam sana ..." Al mengangkat pandangannya. "Gue capek bikinnya, lo minta tambah terus," lanjut Al sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Rexi.

Rexi membulatkan matanya saat mendengarkan penuturan dari Al, wajahnya bahkan merona karena malu.

Al terkekeh saat melihat wajah menggemaskan calon ibu dari anak-anaknya itu.

Perlahan Al berdiri dari posisinya.

"Gue mau mandi. Lo mau ikut atau-"

"Pergi lo!" potong Rexi berteriak kesal.

Al terkekeh. Dia kembali berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar Rexi.

Rexi terduduk cepat di atas kasur, dia menghela napas dengan begitu panjang.

"Kenapa gue langsung iya aja? Gue rusak? Gue beneran udah rusak?" tanya Rexi putus asa pada dirinya sendiri.

Rexi menjambak rambutnya dengan kasar, lalu kemudian menangis pelan.

"Hiks! Gue bodoh! Kenapa gue serahin semuanya sama Al?! Kenapa lo bodoh banget, Rex!" pekiknya menyesal.

"Gue bodoh! Gue bodoh! Gue bodoh! Hiks ... Hiks ... Hiks ... Mama ..."

Rexi kini menangis karena kebodohannya, dia menjambak rambutnya berkali-kali tanpa perduli rasa sakit yang dia rasakan. Karena yang Rexi rasakan saat ini adalah penyesalan.

Rexi melirik ke arah sprei putih miliknya. Kedua bola matanya kembali mengalirkan air mata dengan begitu derasnya.

"Da ... Darah?" gumam Rexi tak percaya saat melihat bercak darah di atas sprei-nya.

Tak salah lagi, Rexi sudah tidak virgin.

Rexi menutup mulutnya dengan rapat untuk meredam tangisan meraung-raungnya.

"Apa yang harus gue lakuin?! Semuanya ... Semuanya terlihat begitu jelas!" batin Rexi di dalam hati.

Dengan cepat Rexi menggelengkan kepalanya, lalu melepaskan penutup mulutnya.

My BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang