Saya Bukan Pembunuh!

783 54 4
                                        

Note : Naskah ketiga aku sudah terbit, Bad Romance.

Season 2 My Brother nantinya akan dibuat satu buku dengan season 2 Bad Romance

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Season 2 My Brother nantinya akan dibuat satu buku dengan season 2 Bad Romance. Untuk info yang lebih jelasnya, cek profilku🖤

***

My Brother

Written By HwangFitri_

Instagram @itssfitri_

***

Saat Al dan Rexi sedang enak-enaknya melakukan hubungan intim mereka, seseorang tiba-tiba mengetuk pintu kamar Al.

Al tersenyum tipis, lalu menekan remote control kamar Rexi dan membuat kuncian pintu itu terbuka otomatis.

Mungkin karena malas menunggu sang pemilik kamar yang tak kunjung membuka pintu, si pengetuk akhirnya membuka pintu kamar Rexi dengan pelan.

Kedua matanya membulat dengan begitu lebar saat mendapati Al dan Rexi berbaring di atas ranjang dengan pakaian setengah telanjang.

Rexi yang sadar akan hal itu langsung buru-buru menutup seluruh tubuhnya dan tubuh Al menggunakan selimutnya.

"Sorry, udah ganggu kalian," kata si pengetuk.

Al tersenyum sinis.

Baru saja orang itu ingin pergi dari hadapan kamar Rexi, langkah kakinya terhenti saat Al memanggilnya.

"Anggara!" panggil Al.

"..."

Anggara terdiam.

"Mending lo di sini aja lihat gue sama Rexi lagi praktik bikin anak. Gue bakalan ajarin lo semua gayanya deh! Mau yang doggy juga bisa. Ah ... Gue juga ajarin deh cara main di atas meja, atas kasur sama kamar mandi!" kata Al dengan bangganya. Dia sedang berusaha membuat Anggara emosi.

"Cih! Sialan!" gumam Anggara.

Anggara mendecih sinis, lalu berlalu pergi menjauh dari kamar Rexi.

Rexi menghela napas panjang. Al memang gila!

"Ck! Lo enggak malu bilang kayak gitu, Al?! Ha?! Gila banget lo!" sinis Rexi.

Al melirik ke arah Rexi.

"Lanjut dong," kata Al sok imut.

"Lo gil-"

Belum sampai ucapan Rexi, Al dengan cepat mendorong kepala wanita itu untuk mengulum lagi kemaluannya. Ah ... Al juga sudah mengunci pintu kamar Rexi dengan menggunakan remote control otomatis pintu kamar Rexi.

"Ahhh! Bullshit kalau gue bilang ini enggak nikmat ..." lirih Al sambil memejamkan matanya dan merasakan kenikmatan servis yang diberi oleh Rexi.

My BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang