Anggara Dolken, Lagi?!

861 66 5
                                        

***

Halo para readers. Enggak tahu udah berapa hari aku enggak update buat MB, karena fokus buat nulis di I'm Not Antagonist.

Tapi, hari ini akhirnya aku up buat MB.

Tetap jadi pembaca setia, yah. Jangan lupa juga untuk ramaikan karya kedua aku I'm Not Antagonist.

***

My Brother

Written By HwangFitri_

Instagram @itssfitri_

***

- Jangan lupa untuk vote dan komentar, membaca tak semudah menulis :) -

***

"Apa lo yakin kalau lo bis merubah keputusan papa?" tanya Rexi ragu.

Rexi paham bagaimana sifat sang papa. Keras kepala dan tak mau bila dibantah. Apa yang papa nya katakan, itulah yang harus terjadi. Tak ada sanggahan ataupun penolakan, keputusan Barack adalah hal yang tak boleh diubah.

"Hum ... Gue bisa," jawab Al santai.

"Kalau emang enggak bisa, bakalan gue bikin sampai bisa," lanjutnya tenang.

"Al ... Tolong deh. Lo enggak lagi mikirin hal-hal yang negatif, kan?" keluh Rexi yang juga tahu bagaimana seorang Alvaro Addison.

"Uhm ... Pikiran itu bakalan datang kalau apa yang gue mau enggak dituruti," jawab Al.

"Gue bahkan merubah takdir kalau kita enggak disatuin!" ucapnya serius.

Rexi memeluk Al dengan cepat.

"Perjuangin gue, Al!" kata Rexi meminta.

"Pastinya, Rex. Gue bakalan jagain lo dan juga anak kita," ucap Al yakin.

Muach!

Al mencium kening Rexi dengan lembut.

Al menatap Rexi dengan dalam, begitupun dengan perut Rexi.

"Iya, gue bakalan janji kalau gue bakalan jagain kalian berdua. Siapapun yang buat kalian sedih, gue bakalan turun tangan buat hancurin mereka. Bahkan, nyawa bakalan gue pertaruhkan," batin Al.

"Benar kata orang, siapa yang pertama kali datang dan menetap, dia adalah pemilik mutlaknya. Hati emang kayak gini. Biar pemiliknya pergi dan kembali dalam keadaan kotor, hati tetap menyambut dengan senang," batin Rexi sambil tersenyum tipis.

Tiba-tiba saja ponsel Rexi bergetar, membuat atensi Al dan Rexi melirik ke arah ponsel itu.

"Siapa yang menelepon?" tanya Al.

"Tunggu gue lihat dulu," jawab Rexi.

Seketika Rexi mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang meneleponnya.

"Anggara?" gumam Rexi pelan.

Masih ingatkah kalian dengan Anggara? Iya, mantan kekasih Rexi.

My BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang