Masih dengan rasa malu dan salah tingkahnya, Rexi terus mencaci maki dirinya di dalam hati.
"Uhm ... Kalau emang lo mikir, gue mau cium lo tadinya. Lo salah besar," kata Deian tiba-tiba, membuat Rexi langsung menatap ke arahnya dengan cepat.
Deian tersenyum.
"Gue juga bakalan lihat suasana, Rex. Apa dia istri gue atau bukan," lanjutnya dengan nada suara lembutnya.
Degh!
"Jantung gue!" pekik Rexi di dalam hati saat merasakan jantungnya berdetak dengan cepat.
Deian tertawa melihat ekspresi wajah Rexi.
"Hahaha ... Tunggu aja saatnya, yah?" kata Deian, lalu mengelus rambut Rexi dengan lembut.
Degh! Degh! Degh!
Detak jantung Rexi semakin cepat saat Deian mengelus rambutnya dengan begitu penuh kasih.
"Jantung gue! Siapapun tolong jantung gue!" teriak Rexi di dalam hati.
Deian menarik tangannya, lalu mulai menjalankan mobilnya.
"Uhm ... Lo mau jalan bareng gue enggak, Rex?" tawar Deian tiba-tiba dengan suara yang sedikit gugup.
"Ha?! Ja ... Jalan?!" ulang Rexi tak kalah gugup.
"Hum ... Mumpung belum malam, sih," Deian tersenyum.
"Pakai seragam sekolah kayak gini?!" tanya Rexi kaget.
"Iya. Emangnya, mau pakai baju apalagi? Enggak apa-apa, kan?" jawab Deian santai.
"Hah ... Ya udah deh," kata Rexi mengalah.
"Yes!" seru Deian begitu senang di dalam hatinya.
"Emangnya, kita mau ke mana?" tanya Rexi.
"Ke mana aja deh," jawab Deian asal.
"Ngaco lo!" kesal Rexi dengan jawaban Deian.
"Kita makan aja lah. Gue laper banget soalnya," lanjutnya sambil mengerucutkan bibirnya dengan lucu.
"Ya udah deh, kita makan," jawab Deian. Mana mungkin dia menolak ajakan Rexi?! Ditambah lagi, Rexi mengerucutkan bibirnya seperti itu. Semakin menggemaskan!
***
Sesuai dengan permintaan Rexi, Deian mengarahkan mobilnya ke salah satu resto terdekat. Bahkan sekarang mereka sudah duduk tenang dengan makanan yang tersedia di hadapan mereka berdua.
"Selamat makan!" seru Rexi antusias, sedangkan Deian hanya tertawa saja.
"Dia senang banget," batin Deian.
"Eh, Rex," panggil Deian.
"Hum?" deham Rexi saat setelah dia menyantap dengan lahap setengah porsi makanannya.
"Itu ..." kata Deian sambil melirik ujung bibir Rexi.
"Apa?" tanya Rexi polos.
"Itu ..." jawab Deian, dia perlahan mendekatkan tubuhnya pada Rexi walau terhalang meja.
"Oh my God!" pekik Rexi di dalam hati sambil menahan napasnya saat dia melihat wajah tampan Deian mendekat pada dirinya.
"Ya Tuhan! Ini dekat banget!" batin Rexi sambil menahan napasnya.
Deian mengusap bekas makanan pada ujung bibir Rexi, lalu menjauh dari Rexi dan kembali memperbaiki posisi duduknya. Beda halnya dengan Rexi, dia malah membuang napasnya dengan panjang.
Deian yang melihat tingkah Rexi langsung tertawa geli dibuatnya.
***
Rexi berjalan masuk apartemen kediaman keluarganya sambil tersenyum senang, sedangkan Al yang tak sengaja melihat itu menatap adik tirinya dengan heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother
Fiksi Remaja[𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭] Alvaro Addison, seorang pria yang memiliki sikap dingin dan semena-mena. Sikap dingin dan sikap semena-mena Alvaro semakin menjadi-jadi setelah sang ibu menikah dengan salah satu CEO yang memiliki seorang putri yang bernama Rexi Alexa a...
