- My Brother -
- Written By HwangFitri_ -
***
Al meringis dan kembali mengusap bekas pukulan Deian pada wajah dan juga perutnya.
"Sial ..." lirihnya.
Al mengangkat pandangannya dan tak sengaja kedua bola matanya menatap Kiara yang baru saja berjalan di koridor sekolah.
"Kiara!" teriak Al.
"Hum?" balas Kiara saat setelah menghentikan langkah kakinya.
"Rexi udah ada di kelas lo, enggak?" tanya Al.
Kiara tersenyum kecut.
"Lo cariin Rexi? Tumben banget," kata Kiara sinis.
Al mengerutkan keningnya saat mendengarkan balasan dari Kiara.
"Lo kenapa, sih?!" tanya Al heran.
Kiara mendecih pelan, lalu berjalan pergi meninggalkan Al tanpa menjawab pertanyaan pria itu terlebih dahulu.
"Sial! Maksud dia apaan coba?! Kenapa hari ini semua orang enggak jelas banget, sih?!" tanya Al emosi.
Al kembali meringis sambil mengusap bibirnya.
"Bangsat! Mana bibir gue.perih banget, Anjing!" kesal Al.
"Mending gue ke kelas buat obatin bibir gue. Deian sialan!" seru Al emosi sambil menghela napas kasar.
Al membalikkan badannya dan berjalan menuju UKS. Dia tidak main-main kalau bibirnya memeng terasa sangat sakit karena pukulan Deian.
***
- Sisi Lain - Kelas -
Suasana canggung terbentuk antara Nina, Kiara dan juga Rexi. Renata? Dia masih di rawat di rumah sakit.
Rexi menatap santai ke arah depan tanpa ada niat membuka obrolan antara dirinya dengan Kiara maupun Nina.
Tuk!
Kiara menepuk pundak Rexi dan berhasil membuat Rexi langsung membalikkan badannya sambil menatapnya dengan sebelah alis yang terangkat.
"..."
Mulut Kiara yang tadinya ingin berbicara dengan Rexi seakan-akan langsung membeli saat dia dan Rexi saling beradu tatap. Rexi menghela napas panjang karena sikap tidak jelas Kiara, lalu kembali memandang ke depan. Rexi lebih memilih untuk membuka buku novelnya.
"Rex ..." panggil Kiara.
"..."
"Lo kenapa?" tanya Kiara.
"Enggak apa-apa," jawab Rexi datar.
"Tapi, lo kelihatan enggak baik-baik aja, Rex!" sahut Nina.
Rexi yang tadinya membaca novel tiba-tiba mengangkat pandangannya sambil menatap Nina dengan remeh.
"Tumbenan banget lo peduli?" kata Rexi tenang. Dia menyunggingkan senyum sinisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother
Roman pour Adolescents[𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭] Alvaro Addison, seorang pria yang memiliki sikap dingin dan semena-mena. Sikap dingin dan sikap semena-mena Alvaro semakin menjadi-jadi setelah sang ibu menikah dengan salah satu CEO yang memiliki seorang putri yang bernama Rexi Alexa a...
