Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Ogah Sama Barang Bekas!

2.6K 149 20
                                        

Rexi berbaring di atas kasurnya sambil menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebal berwarna putihnya.

"Ck! Ngapain Bang Ice mabuk kayak gini, sih?! Enggak biasanya dia mabuk kayak gini," gumam Rexi sambil menghapus air matanya dengan kasar.

Sekitar beberapa menit Rexi menangis, seseorang tiba-tiba masuk ke kamarnya.

Seketika orang itu memeluk tubuh Rexi, membuat Rexi kaget saja.

Orang itu masuk ke selimut Rexi membuat Rexi langsung menatap ke arah orang itu.

Rexi mengedipkan kedua matanya berkali-kali lalu mendecih dan memunggungi sang pelaku.

"Hah ... Sejak kapan lo boleh munggungi gue?" tanya Ice malas.

"..."

Rexi terdiam.

Ice yang merasa kesal tak direspon langsung dengan cepat membalikkan badan Rexi untuk berhadapan dengannya.

"Lo habis nangis? Mata lo kenapa sembab gini?" tanya Ice.

"..."

Rexi masih tidak merespon.

"Lo masih benci gue? Ck! Padahal gue udah mandi dan enggak bau alkohol lagi," kata Ice malas.

Rexi mendecih.

"Mulut lo!" pekik Ice memperingati.

"Ck! Keluar lo dari kamar gue! Gila aja masuk ke kamar gue!" pekik Rexi kesal.

"Ck! Enggak akan! Gue kangen!" tegas Ice menolak mentah-mentah.

Rexi mendengkus kesal, lalu mengalihkan pandangannya dengan cepat.

Rexi bergerak untuk memunggungi Ice, dia kesal kepada Ice yang dulunya membuat dirinya harus belajar mandiri.

"Jangan punggungi gue, Rex ..." pinta Ice lembut.

Ice perlahan memeluk Rexi dari belakang dan sesekali mengecup tengkuk Rexi.

"Jangan marah," kata Ice dan kembali mengecup tengkuk Rexi.

"Maafin gue," katanya lagi dan kembali mengecup tengkuk Rexi.

"Apaan, sih?!" kesal Rexi.

Rexi melempar selimut putihnya ke sembarang arah, lalu kemudian mengubah posisinya untuk duduk sambil memasang tampang kesalnya.

"Keluar, enggak?!" pekik Rexi.

"Enggak!" tolak Ice lagi.

"Mana adik kecil gue, yang dikit-dikit manja sama gue? Dikit-dikit nempel sama gue?" tanya Ice sedih sambil mengubah posisinya untuk duduk.

"Adik lo udah mati! Masuk neraka jahanam sama Dajjal!" jawab Rexi asal.

"Heh! Mulutnya kayak Dajjal!" kesal Ice sambil menyentil mulut Rexi.

"Siapa lo?!" tanya Rexi sinis.

Ice menghela napas panjang.

"Maafin gue," kata Ice pelan sambil menundukkan kepalanya.

"Enggak akan!" batin Rexi.

"Maafin gue, Rex," pinta Ice lagi.

Grep!

Ice menarik Rexi untuk masuk ke pelukan eratnya.

"Lo mau perkosa gue?! Ha?!" tanya Rexi emosi.

"Enggak, Bangsat! Iya kali gue perkosa batang lidi kayak lo?!" jawab Ice kesal.

"Mulut lo minta dicabein!" kesal Ice lagi.

***

- SKIP - 06:12 AM -

My BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang