- Lanjutan Chapter Sebelumnya -
***
Al menyerah untuk mencari Rexi. Dia memutuskan untuk kembali saja ke sekolah. Dia perlahan berjalan di koridor sekolah.
Tiba-tiba saja, kedua bola mata Al menangkap seorang wanita yang benar-benar dia kenali tengah bercanda bersama dengan temannya.
"Renata," panggil Al.
Renata kaget lalu refleks berdiri dengan cepat saat melihat kehadiran Al.
"Kamu kapan datangnya?!" tanya Renata dengan nada suara yang terdengar sedikit meninggi.
"Baru aja," jawab Al.
Renata tiba-tiba menghela napas lega.
"Hey, Al!" sapa Deian sambil menepuk pundak Al.
"Yo!" seru Al.
"Gue cabut dulu, yah!" kata Deian kepada Al.
"Ah ... Iya," jawab Al.
Deian berdiri dari duduknya, tiba-tiba saja dia mengedipkan sebelah matanya untuk seseorang. Lebih tepatnya, untuk Renata.
Renata menatap Deian dengan sedikit malu-malu.
Al tersenyum menyeringai saat melihat interaksi antara Renata dan Deian. Dia menatap kedua orang itu dengan santai.
"Kenapa pipinya merah?" tanya Al saat setelah Deian pergi.
"Ha?! Apa?!" tanya Renata linglung.
Al hanya bersiul santai sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Al ..." manja Renata sambil mengerucutkan bibirnya.
Muach!
Al mengecup singkat bibir Renata.
"Ayo kuantar ke kelasmu," kata Al lembut.
"Oke!" seru Renata antusias.
Renata menggandeng lengan Al, sedangkan Al diam-diam tersenyum meremehkan sambil menatap gandengan Renata pada lengannya.
Al dan Renata kini berjalan menuju kelas Renata. Sekitar beberapa menit, mereka sudah sampai di depan kelas Renata.
"Masuk sana," kata Al.
"Wait!" kata Renata.
Renata perlahan mendekati bibir Al dan memberikan kecupan singkat pada bibir kekasihnya itu, sedangkan Al hanya mengikuti permainan Renata.
Cukup lama Al dan Renata saling bertautan bibir tanpa peduli kalau mereka sekarang sedang di depan umum. Benar-benar tak beradab sepasang kekasih ini.
Al melepaskan tautan bibir mereka berdua. Uhm ... Dia sudah merasa kalau itu cukup. Ya, cukup kalau tautan bibirnya saja berlangsung hampir lima menit.
"Sana masuk," kata Al lagi.
"Uhm!" jawab Renata senang. Pasti senanglah, dia dapat kiss dari most wanted sekolahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother
Novela Juvenil[𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭] Alvaro Addison, seorang pria yang memiliki sikap dingin dan semena-mena. Sikap dingin dan sikap semena-mena Alvaro semakin menjadi-jadi setelah sang ibu menikah dengan salah satu CEO yang memiliki seorang putri yang bernama Rexi Alexa a...
