"Ini penghapus gue mana?" Rissa berdecak kesal lalu sepersekian detik kemudian ingatannya kembali tersusun.
"WOI DINO! LO YANG TERAKHIR MINJAM, MANA? SINI BAWA!"
"Si Dariel terakhir make!"
"SEMBARANGAN LO!" sentak Dariel saat tidak terima jika dirinya di bawa-bawa dituduh atas tindakan yang bukan dia pelakunya.
"Pokoknya gue gak mau tahu, lo harus cari! atau lo ganti rugi!"
Dino yang sudah tidak tahan akan teriakan Rissa memilih berdiri mencari barang yang ia anggap tidak penting tersebut.
"Sial! cuma masalah penghapus aja ribet banget tuh orang! Nyesel gue pinjem tadi!" geram Dino.
"Udahlah, Din! mending ganti rugi aja daripada tugas lo mangkrak!" usul Ririn.
"Jangan!" seru Neita yang tidak setuju akan usul tersebut, "lo kayak gak tau Rissa orangnya kayak gimana aja, ganti rugi barang dia sama kayak Dino di suruh ngeluarin duit puluhan juta! Mending jangan deh!"
"Emang sinting tuh orang!" cibir Dino.
Dan di tengah kericuhan tersebut seseorang justru tersenyum simpul ia berencana memanfaatkan situasi hingga kembali berulah.
"Riss, lo gak perlu maksa Dino buat nyari lagi," ucap Jiana penuh arti, "gue tahu barang yang lo cari ada di mana, tuh di mejanya Shasyania!" tanpa rasa bersalah ia langsung menuduh, tingkahnya yang manipulatif kembali ditampilkan bersama seringai di ujung bibir.
"Ohh iyaa!" Rissa naik pitam ia yang sudah terlanjur benci langsung melabrak seakan siap menabuh genderang perang.
Draaak!
"Heh lo! kalau mau minjam bilang dong! kalau udah di tagih nyaut jangan diem aja! punya mulut, kan?" bentaknya kasar hingga menggebrak meja Shasyania.
Gadis yang dilabrak menatap tidak kalah tajam, "Kamu punya mata?" Shasyania balik bertanya, "ngapain aku minjam kalau aku sendiri sudah punya!" serunya.
"Yaaa mana gue tahu! lo mau nyuri kali! secara punya gue kan lebih mahal!"
"Jaga ucapan kamu!" cetus Shasyania.
"Lo yang harusnya jaga sikap jangan jadi pencuri di sini!" Rissa masih kekeh dengan tuduhannya, meskipun ia tahu Shasyania tidak mungkin mencuri tapi entah kenapa ia ingin sekali gadis itu mendapat cap buruk dari orang-orang di sekitarnya. Rissa tidak takut mencari masalah karena ia pikir semua di pihaknya.
"Daripada kamu menuduh tanpa bukti lebih baik kamu cek di sana!" tunjuk Shasyania kearah CCTV, ia menyajikan bukti untuk seseorang yang asal menuduh hanya karena benci.
"Maksud lo apaan? lo nantangin gue?"
Braaak!
Seakan tidak mau kalah kali ini Shasyania lah yang ikut menggebrak meja, hal itu membuat Rissa tidak bergeming.
"Kamu memang berhak bertanya tapi jangan menuduh! Mulut digunakan untuk berbicara, tapi OTAK juga di gunakan untuk berpikir!" pungkas gadis itu bersama jari telunjuk menunjuk kepalanya.
"Gileee, si Rissa sampek gak bisa nyaut!"
"Fitnahnya gak ngotak, sih!"
Rissa yang mendengar ocehan dari beberapa orang menjadi semakin geram, tangannya mengepal keras menatap Shasyania penuh amarah.
"Berani lo, ya!"
"Kenapa? Mau kayak kemarin lagi, mainnya keroyokan?"
Rissa berniat menyerang namun belum sempat mendekat sebuah bolpoin melayang tepat di antara Rissa dan juga Shasyania.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomanceDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)