"Ini pertamakali, kan?"
Yang di tanya menatap pasrah sembari menyenderkan tubuhnya kearah sofa, ia seakan lelah akibat dicurigai oleh pertanyaan yang sama tapi tangannya masih menggenggam jemari Shasyania yang mulai ia arahkan ke dada.
"Enggak, sayang, enggak," ucap Nevan mengelak dengan nada mengiba.
"Tapi itu makanan terpedas yang pernah kamu makan, kan?" seperti keluar biji matanya ketika menatap Nevan begitu tajam, Shasyania mencecar lalu mendekat untuk memeriksa bibir Nevan.
"Tuh, ini aja sampe merah kayak gini, terus gimana kalau perut kamu sakit entar, apa jangan-jangan sekarang udah berasa panas? Geonevan, ihh! Aku gak suka kamu nekad kayak tadi!"
Shasyania membombardir Nevan dengan segala kata yang ia pikirkan di kepala dan sang lelaki hanya mendengar, Nevan seperti paham cara aman dari perdebatan yang menyudutkannya adalah dia tetap diam.
Semua ini berawal dari sebuah restoran yang mengadakan challenge pembuktian untuk memakan makanan pedas dan Nevan ia malah dengan enteng mengiyakan tanpa pikir panjang.
"Buktikan cinta dengan makanan pedas! kalau berani kakak boleh ikut, ini bisa jadi pembuktian pada pasangan kakak! Menahan rasa sakit demi cinta!"
Ajakan berakhir diceramahi, itulah kalimat tepat menggambarkan situasi Nevan saat ini, "Kalau gak terbiasa jangan di paksa, apa yang kamu lakuin tadi itu nyakitin diri sendiri namanya!"
Nevan beralih menyandarkan kepalanya di bahu Shasyania, "Iyaa, maaf, gak lagi aku kayak tadi, sayang."
"Awas aja!" seru Shasyania.
Greb!
"Mau kemana?" dengan cepat Nevan menggenggam pergelangan tangan Shasyania ketika gadis itu kedapatan berdiri, ada perasaan resah, Nevan takut Shasyania pergi darinya.
"Mau ke dapur bentar aja," seperti yang diucapkan maka tidak butuh waktu lama untuk Shasyania kembali berada dalam radius jangkauan Nevan, dan kini gadis itu sudah membawa beberapa barang seperti satu cup es krim dan sebuah sapu tangan berwarna putih.
"Es krim?" tanya Nevan.
"Iyaa, kamu suka rasa coklat?"
"Kalau kamu yang ngasih apapun aku suka!"
"Geonevan, gombal!" setelah mengatakan kalimat jenaka yang membuat Nevan terkekeh Shasyania menyuapi laki-laki itu begitu telatennya seperti tidak ingin ada sisa yang mengotori bagian luar bibir Nevan.
"Uhhh, tapi kok pedes, yank?" resah Nevan.
"Mhh, yaa karna tadi kamu habis kepedesan makanya setelah di kasih makanan dingin reaksinya kayak menyengat," masuk akal kah?
"Gak ah, kalau ini sih emang es krim kamunya aja yang rasanya pedes."
Entah membual atau serius mimik wajah Nevan sulit untuk ditebak hingga tangannya beralih mengambil satu sendok penuh es krim, kini ia berbalik menyuapi tapi berbeda dengan Shasyania, Nevan justru dengan sengaja meninggalkan bekas es krim di area bibir gadis itu.
"Sengaja, yaaa?" gertak Shasyania.
"Hehe, tapi jangan di hapus pakek tangan, ada hal yang pas untuk ini!"
Nevan langsung merengkuh pinggang Shasyania, ia mendaratkan bibirnya pada tempat dimana sisa es krim itu menempel.
"Biar aku yang bersihin," ucapnya sebelum kembali mendekat.
Bibir laki-laki itu bergerak seperti berkamuflase menjadi sebuah sapu, bedanya kini ia lakukan begitu lembut ketika membersihkan kekacauan yang ia buat sendiri di bibir Shasyania.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomansaDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)