Chapter 65 : Ombak

243 6 0
                                        

Di samping gadis bergaya supermodel itu seorang wanita lengkap dengan jasnya ikut berdiri, mereka datang bersama informasi yang akan di sampaikan.

"Selamat siang," sapanya ramah, "saya rasa kalian sudah tahu mengenai apa yang ingin saya sampaikan, iyaa nona di sebelah saya dia akan segera bergabung menjadi bagian dari NJL group. Silahkan Nona," sambung Briana yang tak lain adalah sekretaris Zivanna, ia mengantar gadis itu atas perintah dari Nyonya Eldione.

Merasa diistimewakan membuat gadis itu semakin angkuh, ia menegakkan kepalanya lalu memandang orang-orang di depannya dengan tatapan remeh, tarikan di ujung bibirnya pun membentuk senyum arogan yang selalu menjadi senjata andalannya.

"Gue Gisella Freyani Arsenio!"

Nada lantang terucap saat dia menyebutkan nama besar yang tersemat di akhir namanya itu dilakukan untuk menegaskan jati dirinya.

"Satu hal penting yang perlu kalian tahu gue harap kedepannya gak ada hal yang buat gue kesal di sini, paham?" tekannya sambil berdecak pinggang.

"Alemooong, ada dukun santet gak daerah sini?" cicit Marline pada rekan sebelahnya, "udah berlagak ngebos aja ini bocah!"

"Line, gue nitip jampi-jampi satu! di pikir dia lagi perkenalan depan junior kali yaa? cih enggak bisa dibiarin mesti di kasih paham!"

"Setuuujoooong!" tekan Marline di akhir bisikannya bersama Mirna, matanya memberi sorot mengejek pada gadis di depannya.

"Bisa turunin suhu ruangannya gak, gerah!" Freya mengibas rambut sampai di detik berikutnya ujung matanya seperti menangkap sosok yang tidak asing, ia menoleh dan betapa kagetnya dia saat menyadari kehadiran Shasyania

"Loooo!" pekiknya keras bahkan mulut dan bibirnya tak berhenti tertutup lalu terbuka, Freya mendadak bingung harus berekspresi seperti apa.

"Ohhh hay," sambut Shasyania dengan santainya.

"Lo? lo ngapain di sini?"

Shasyania mengernyit heran lalu setelahnya ia mulai menanggapi ucapan gadis yang masih menatapnya penuh keterkejutan, "Aku di sini nyari uang."

Freya menggeleng tangannya beberapakali mengusap wajahnya gusar, "Wah! gak-gak! kak? apa ini kak? bukannya model utamanya belum di tentuin, kenapa dia di sini?"

Briana kedapatan menghela nafas sebelum dirinya mulai menjelaskan, "Nona, untuk model utama NJL tentu saja mereka semua akan di pilih sesuai prosedur, kami tidak akan menunjuk tanpa menilai terlebih dulu, kami memang belum memutuskan begitupun untuk kehadiran nona, nona juga harus ikut dalam penilaian tersebut jika memenuhi nona pasti di pilih."

"Ini dia udah di tes belum?" kembali Freya menunjuk Shasyania seakan semua tidak penting kecuali rasa bersaingnya.

"Belum nona."

Freya mendesis lega lalu mendekat kearah Shasyania matanya sedikit mendongak karena memang Shasyania lebih tinggi darinya.

"Lo gak pantes berada di sini! denger, jangan karena lo menang kompetisi itu lo jadi mikir lo bakalan terus dapat perhatian, nyadar diri dong, nyali lo gak di sini! Ini bukan tempat untuk orang kayak lo! Mending lo pergi!" tandasnya bersama telunjuk mendorong mundur tubuh Shasyania.

"Kamu ini ngomong apa?" Shasyania maju sambil menyingkirkan telunjuk Freya.

"Lo pergi dari sini! Lo bukan saingan gue terutama untuk hal ini, paham gak!" Freya meninggikan ucapannya, ia ingin lawannya tertekan hingga mundur.

"Freya, aku rasa lebih baik kamu simpan rasa percaya diri kamu itu untuk sesuatu yang lebih penting yang lebih bermanfaat, menekan seseorang dengan cara ini bagi aku pribadi itu kurang mempan, jatuhnya kamu malah kayak gak siap bahkan terkesan kamu tidak yakin dengan apa yang kamu punya!" pungkas Shasyania bersama senyumnya yang datar.

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang