Satu setengah jam lamanya sampai akhirnya proses operasi telah selesai juga dan Shasyania dia sudah dipindahkan ke ruangan perawatan intensif guna melihat perkembangan selanjutnya. Gadis itu masih belum sadar karena Shasyania sempat mengalami Hipovolemia, kekurangan volume darah yang beredar di tubuh dan itu menganggu fungsi otaknya.
"Kami sudah melakukan yang terbaik namun pasien mengalami koma."
Deg!
Jazlan terbelenggu tidak keluar sepatah katapun tangannya juga membawa selembar kertas yang membuktikan jika Shasyania memang putri kandungnya, pria itu masih mencerna semua hingga ingatan lama membuat Jazlan mengusap wajahnya gusar.
"Kenapa baru mengatakannya?" tanyanya tanpa melirik.
"Kami tidak berani kami takut anda mungkin akan menganggapnya sebagai aib sedangkan diposisi itu saya dan suami sudah menantikan seorang bayi bertahun-tahun lamanya."
Jika ditanya apakah Jazlan mengingat kejadian di malam tersebut maka jawabannya tidak, dia yang dikuasai minuman keras tidak menyangka jika malam itu ia telah menodai Liliana hingga membuatnya harus menanggung fakta jika sekarang dia telah memiliki seorang anak perempuan dari wanita yang bukan istrinya.
"Saya tidak akan menuntut apapun Tuan, anda tidak perlu khawatir, hari ini Tuan sudah menyelamatkan Shasyania itu lebih dari cukup untuk saya."
Pandangan nanar berubah menghunus ketika Jazlan menatap Liliana, "Bicara apa kamu? menurutmu saya akan diam setelah saya mengetahui fakta ini?"
Liliana bergetar, "Tidak Tuan, jangan pisahkan saya dengan Shasyania!"
Situasi mendadak tegang ketika Liliana bersuara lantang sampai seseorang datang di tengah-tengah mereka.
"Tuan, kami sudah menemukannya!"
Mendengar kalimat tersebut tanpa pikir panjang Jazlan langsung berdiri tegak langkahnya pasti mengayun kedepan bersama sorot mata pemburu seakan siap untuk menyergap mangsanya.
🍂🍂🍂
"Woi, berhenti jangan ikut campur ini tanggung jawab gue!" Nevan menyalip gadis yang berada tepat tiga meter di depannya.
"Alaaah, omong besar!"
"Gue bilang jangan ikut campur!" teriak Nevan menegaskan otoriternya.
"Bisa apa lo?" Ziaa menantang melawan bahkan berdecak remeh bersama gayanya yang begitu mengejek, "atau lebih tepatnya apa sih yang bisa gue andelin sama orang yang bahkan gak bisa memberi hukuman layak pada orang-orang yang udah membully adik gue! Bisa jawab lo?" sungutnya.
Setiap kata yang keluar dari mulut Bralinzea jelas mengarah pada geng Barbar yang sempat membuat kerusuhan pada Shasyania dan Nevan juga sadar bahwa perintah untuk melepaskan orang-orang itu berasal dari Ziaa.
"Mereka masih dibawah umur tapi pasti setelah waktunya tiba gue bakalan urus kembali mereka dengan tuduhan baru!" tegas Nevan.
Ziaa mendesis senyumnya terukir tipis lalu berganti tatapan sinis, "Kita beda! Lo punya waktu sedangkan gue gak bisa nunggu! Lo pastinya juga udah tahu kalau gue yang bebasin mereka!"
"Apa yang lo lakuin ke mereka?" Nevan ingin tahu seberapa jauh Ziaa bertindak.
"Sesuatu yang bahkan gak bisa lo bayangin begitupun untuk sekarang! masing-masing dari kita udah dapat informasi, tapi biarkan gue yang bertindak!" begitu tegas Ziaa berucap tapi Nevan juga tidak ingin menyerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomanceDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)