"Dri! Andri! kita harus segera ke ruang Guru!" pungkas Ririn, dengan wajahnya yang panik.
"Lagi kesambet lo? baru masuk udah heboh, kenapa?" tanya Dino, dia menatap Ririn dari atas sampai bawah.
"Ck! jangan bercanda! tadi gue sama Neita nyari Shasya, tapi dia gak ada bahkan di semua toilet yang kita cek dianya tetep gak ada!" wajah Ririn semakin tegang ketika memikirkan kemungkinan terburuk tentang hal yang menimpa Shasyania.
"Terus?"
"Duh! jadi gini pas jam istirahat tadi geng barbar nyari Shasya, mereka bikin rusuh! Yaa pokoknya gitu lah! makanya sekarang kita harus cepet ke ruang Guru! jangan sampai hal yang enggak-enggak terjadi!"
Biru yang tadinya duduk seketika berdiri hingga bergegas menarik tangan Ririn, "Sini bareng gue aja!" ajaknya namun baru saja akan beranjak tiba-tiba speaker yang terpasang di dalam ruangan kelas berbunyi.
"PENGUMUMAN, BAGI SELURUH MURID AGAR SEGERA BERKUMPUL DI LAPANGAN!"
Suara yang sama di ulang sebanyak tiga kali hingga membuat para murid berhamburan mengikuti instruksi tersebut.
"Ada apa, nih?"
"Kelihatannya bakal pulang awal nih, kita!"
"Asik gak belajar!"
Kini di lapangan itu para murid telah berbaris rapi sesuai kelas mereka dan di depan sana juga sudah ada sosok Bapak Baron selaku Pimpinan tertinggi di SMA GUARDIANS, beliau berdiri tegap sambil memegangi sebuah mikrofon.
"I...itu Shasyania bukan? ngapain dia di sana?" ucap Megan, saat teman sekelasnya berdiri di samping kepala sekolah dan jajaran guru lainnya.
"Sial! perasaan gue gak enak, nih!" lirih Rissa.
"Selamat siang anak-anak! Jadi sebelum Bapak ke inti dari pembahasan kali ini, mungkin ada di antara kalian yang mengetahui alasan kenapa kalian berkumpul di lapangan?"
Semua murid serempak menyapa namun mereka juga kompak menjawab tidak tahu tentang alasan kuat di balik dikumpulkannya mereka dikala terik yang semakin menyengat ubun-ubun.
"SMA GUARDIAN sampai hari ini masih memegang teguh Visi dan Misi yang tertulis jelas di gerbang utama! Tindakan kekerasan adalah perilaku yang tercela! merusak moral! dan Bapak selaku Kepala sekolah merasa sangat malu ketika mengetahui jika tindakan seperti itu telah berlangsung di area sekolah ini! di SMA GUARDIANS, bahkan dilakukan oleh anak-anak kelas dua belas! yang seharusnya menjadi contoh namun beberapa oknum justru mencoreng citra sekolah! Sungguh disayangkan!"
Suara Pak Baron semakin meninggi hingga semua orang di lingkungan itu terdiam tanpa berani berkutik.
"Jika kalian merasa di dalam diri kalian bisa atau mampu untuk membuat seseorang terpengaruh akan omongan kalian, maka pergunakan itu untuk hal yang positif! jadilah pemimpin yang bijak, yang bisa mengarahkan seseorang kearah yang lebih baik, bukan malah menggunakan kemampuan itu untuk mengumpulkan massa! Propaganda! hingga membentuk suatu kelompok yang bisanya hanya menindas! apa bagusnya itu? menebarkan kebencian untuk menimbulkan kebencian lainnya? itu tidak berguna!"
"Dengar mulai hari ini putuskan rantai kebencian tersebut dari SMA GUARDIANS! di sini kita tidak memiliki tempat untuk hal-hal seperti itu! Buang pemikiran sempit, tidak berguna yang hanya bisa merugikan orang sekitar! dan mari berbenah menjadi pribadi yang lebih baik! Jadi, bagi kalian yang merasa telah melakukan kesalahan maka Bapak minta kesadaran diri kalian untuk maju ke depan! Akui kesalahan, dan Bapak juga berharap agar jajaran Guru lebih mendidik setiap karakter murid! jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
CintaDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)