Chapter 35 : Mine?

1.1K 23 0
                                        

Greeb!

"Sempurna!" seseorang memuji dengan padangan mengunci, "grogi hmm? baru permulaan tapi reaksi lo udah kayak kehabisan nafas aja!" imbuhnya menggoda dan itu akan terus berlanjut.

"Gue tahu kok, lo mengagumi wajah gue! semua tergambar jelas di muka lo ini!"

Begitu percaya dirinya seorang Gemdominic kembali menebak isi pikiran Shasyania, bahkan tanpa menunggu benar atau tidak tebakannya tersebut ia terus berucap bangga.

"Gemmi cukup, jangan bikin mual bisa gak?"

Gemmi terkekeh tangannya kembali bergerak jahil dan aksinya tersebut langsung mendapatkan tatapan menghunus seakan Shasyania siap menelan Gemmi hidup-hidup.

"Kondisikan tangan kamu!"

"Okee, asal lo juga kondisikan tuh muka, biar keimanan gue gak tergoda!" ucapnya selalu bertingkah.

Maka tak ayal interaksi mereka membuat beberapa pasang mata menatap penasaran, begitu pula untuk seorang Geonevan, ia pun harus menyaksikan hampir semua temannya berdansa yang membuatnya jenuh dan memilih untuk keluar, dirinya duduk di kursi taman bersama pandangan mata menatap taburan rasi bintang sampai deringan telpon membuatnya mendengus kesal.

Drrtt!

🍂🍂🍂

"SHASYAAAAA!"

"Nit! itu suara bisa gak sih di kontrol ini bukan hutan, Neita!" tegur Ririn, sembari menutup telinga.

"Ck! lo kayak gak tau ajaa, rumah dia itu di antah berantah! volume segitu yaa udah paling rendah bagi dia!" Gemmi ikut menyindir, sambil menaikkan satu alisnya.

"Nyaut aja lo! dasar preman kelas teri!" sergah yang tersindir pandangan matanya beralih menatap Shasyania, "cantik banget, Shaa!"

"Kamu juga cantik, Nit."

Gemmi memicingkan matanya tidak setuju atas ungkapan Shasyania, "Gak usah basa-basi, dia cantik dari mananya cobak? bahkan skin care termahal pun gak bisa menutupi muka borosnya nih orang!"

"Heehh! lo pikir lo ganteng? Senjatanya cuma lesung pipi doang! Itu dikira ganteng! Ngaca!"

"Biarin! yang penting ada nilai plus dari tampang gue! produk langka nih, BOS! otak lo yang cuma seukuran biji kedelai mana ngerti!"

Jggrrr!

"Kampret!" Gemmi meringis mengangkat sebelah kakinya injakan Neita sungguh bertenaga sampai membuat Gemmi melompat-lompat kecil, "sakit, a.jing! kaki gue main lo injak!"

"Bleeeww! rasain!"

"Neita lo keterlaluan! dia beneran kesakitan itu!" seru Ririn.

"Alaaaah, jangan percaya sama ini orang! dia itu pinter ngedrama! udah kita tinggalin aja!" seloroh Neita.

Neita mengaitkan kedua tangannya di lengan Ririn dan juga Shasyania, mengajak kedua orang itu pergi sampai pandangan Neita tiba-tiba mengarah pada seseorang.

"Shaa, lo lihat itu gak? Namanya Kak Septi, anak IP__"

Tak!

"Mau jelasin apa lo sampai nunjuk-nunjuk segala? Jaga sikap entar di kira kita nyari masalah tahu!"

"Issss, gue cuma mau ngejelasin ke Shasya, kalau dia ini lebih cantik dari perwakilan sekolah kita di ajang Puteri Sekolah!"

"Yaelah, jadi lo masih bahas soal itu? Udahlah, Nit! kalau Shasya gak mau ya jangan di paksa!"

Mine? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang