Kini di hadapan puluhan siswa, seseorang terlihat sibuk merapikan penampilan saat dirinya menjadi objek hidup bagi beberapa pasang mata, hingga sebisa mungkin dia yang berdiri di depan sana memperlihatkan kesan termanis dengan deretan gigi yang selalu ia perlihatkan sebelum akhirnya memberanikan diri untuk bersuara.
Sorot matanya penuh harap menyapa hangat bersama tangan yang ia lambaikan.
"Hay perkenalkan, nama gu__"
"Ehem!"
"Nama gu__"
"Tolong panggilannya di sesuaikan tempat!" ralat Bu Siska ketika teguran pertamanya tidak diindahkan.
"Ohh, maaf," ucapnya malu, "perkenalkan nama saya Jiana, lengkapnya Jiana Quenza Azalia, saya pindahan dari SMA ERLANGGA, semoga kehadiran saya di sini bisa di sambut ramah!" terang gadis yang berkulit putih bak porselen tersebut.
"Wah gila, putih banget tuh kulit! isian Tipe-X gue aja kalah!" bisik Ririn.
"Jadi gimana anak-anak? sekarang kalian sudah tahukan siapa murid barunya?" seru Bu Siska, "nah, sebelum Ibu memulai pembelajaran hari ini, yaaa mungkin diantara kalian ada yang ingin bertanya pada Jiana? jangan malu-malu! Tak kenal maka tak dekat, tidak mau berteman maka jangan harap bisa lebih dari sekedar berkawan!" guraunya, Bu Siska memang sering menyelipkan kata jenaka di setiap kali ia mengajar.
"Stttt! woi Baru! Newbiru! lo aja gih yang nanya! lumayan buat ngulur waktu. Gue gak bikin PR! kata Ririn, ada banyak tugas!" seru Neita gadis berambut pendek yang selalu di kuncir setengah.
"Lah nyuruh! Lo aja sendiri!"
"Entar gue bantu push Rank!"
Di detik itu juga ia yang awalnya menolak kini memberi isyarat, lalu mengangguk patuh sembari mengacungkan jempol.
"Buk, Buk!"
"Iya, silahkan Biru!"
"Saya cuma mau izin ke toilet, Bu" elaknya, yang terkesan mengada-ada.
"Dasar gak guna!"
Kejahilan tersebut sontak mengundang gemuruh tawa tanpa terkecuali Bu Siska.
"Buk, Buk! saya Buk, saya serius mau bertanya!"
"Iya, langsung saja Dariel."
"Baik Bu, terimakasih!" Dariel memberi mata genitnya, "hay Jiana, Gue ma__ ehh maaf, maksudnya saya mau bertanya! itu kulit kamu bisa putih gitu ada campuran elit luar atau memang produk original SDM kita?"
"Asem! gak ngotak banget pertanyaan!"
Bak gemuruh ombak seluruh siswa berseru riang bertepuk tangan saat mendengar pertanyaan Dariel yang diluar nalar.
Bahkan Jiana pun terlihat tertawa, sebelum memberi jawaban yang tidak kalah nyelenehnya, "Kebetulan, saya ini campuran tiga Negara!"
"Waaaah, bibit unggul!"
"Buk! gimana ini, Buk? kelas kita isinya kebanyakan produk luar, apa ini yang di namakan penjajahan secara halus?"
"Inikah yang di namakan cinta kali!"
"Sudah-sudah cukup! kalian ini semakin ngawur! dan untuk kamu Jiana, kamu langsung saja duduk di bangku kosong itu! tapi ingat! jangan melamun!"
"Biarin aja, siapa tahu kerasukan, kan seru itung-itung gak belajar!"
"Lo aja! gue rasa lo lebih meyakinkan buat itu! lo kan punya riwayat epilepsi! Bilang aja lagi kumat!"
"Sialan!" tandas Biru saat riwayatnya menjadi bahan bercandaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
Lãng mạnDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)