Triiing!
Sebuah notifikasi group membuat sebagian orang di dalam kelas mendadak heboh, ini bukan lagi tentang Dariel melainkan sosok lainnya yang selalu mampu membuat orang disekitarnya menggeleng tidak percaya.
"Nit! buruan liat grup sekolah!"
Tanpa membuang waktu Neita langsung menyetujui perintah dari Ririn, pandangannya lekat menatap berita hangat hari ini.
"Wah! ingat sekolah juga tuh, orang! Gue kira udah lulus duluan!"
Baru saja ungkapan tersebut terlontar dari mulut Neita kini dari arah luar suara berisik menggema memadati koridor, sebagian murid berhamburan keluar untuk menyaksikan kehadiran seseorang.
"MENTERI PERTAHANAN SMA GUARDIANS TELAH KEMBALI!"
"SELAMAT DATANG KEMBALI PEJUANG!"
Riuh tidak terbendung saat seseorang dibawah sana menjadi pusat perhatian dengan penuh gaya melambai-lambaikan tangan layaknya kesatria dari medan perang. Gemmi dialah sosok tersebut.
"Sial! udah kayak artis aja lo, Gem!" ucap Wilkan, sambil menepuk-nepuk pundak Gemmi.
"Woi kalian! jangan hanya teriak-teriak aja, dong! taburi bunga kek! atau kasih buket lah minimal! Atau apalah gitu! Ingat, yang kalian sambut ini murid berprestasi!"
"Eh Jek! lo kira Gemmi mau syuting Bollywood apa isi tabur-tabur bunga segala!" protes seseorang siswi dari lantai dua.
"Tau nih! entar jatuhnya malah kayak kuburan lagi! Ogah gue di sayang pas mati!"
"Yaelah, gak kesitu juga maksud gue, Gem!" elak Jeki dengan pandangan kembali mendongak ke atas.
"Desi! lu itukan Osis, sambut kek apa kek! Jangan cengar-cengir mulu itu mulut lo! gue tahu kok lo terpesona sama ketampanan gue ini, yeeekaaan?"
"GAJE banget LO! kepedean lagi! Sorry to say, lo bukan level gue!"
"Yaa, ya, ya teruslah menyangkal sampe nantinya lo sendiri yang nembak gue!"
"Idih! Najis!"
"Awas na___"
"Udahlah Jek! gue mau cepet sampai kelas!" terang Gemmi, biasanya kelas dan segala peraturannya akan selalu membuat sosok itu memberontak namun kali ini berbeda, laki-laki itu bersemangat.
Langkah tegap dengan penuh semangat sampai sejurus kemudian saat Gemmi mengayunkan kakinya dari atas beberapa serpihan kertas mulai bertaburan, melayang indah hingga satu-persatu benda ringan tersebut mendarat mulus di rambut hitam legamnya.
"MAAF YA GEM, GAK ADA BUNGA, PAKAI INI AJA!"
"TERIMAKASIH ATAS KERJA KERASMU GEMMI! INI SAMBUTAN DARI KAMI!"
"TERSENYUMLAH GEMMI, KARENA SENYUM LO MENGALIHKAN SARAF-SARAF GUE!"
"Ini kita kayak nglangon kerbau!"
"Maksud lo, Jek?" Wilkan bertanya ketika ia belum paham dengan arah perkataan Jeki.
"Di pukul baru jalan!"
"Jirr! otak gue loading! gak relate," cetus Gemmi, yang memang kurang mengerti dengan istilah yang diberi Jeki seperti halnya Wilkan.
"Ck! gak pernah nglangon kerbau, sih kalian!"
"Makanyaaa Jek, kalau mau ngejokes jangan make pengalaman pribadi! mana kita ngerti!"
"HEI! SEDANG APA KALIAN?"
Empat kata dari orang yang paling sangar di SMA Guardians membuat ketiga orang itu seketika terhenti, bak petir yang menjalar ke penjuru koridor bahkan desiran angin langsung menghantarkan suara Pak Sadim hingga ke lantai tiga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine? [END]
RomantikDinesclara Shasyania, gadis cantik primadona SMA MERPATI. Ia begitu dikagumi seluruh siswa hingga mendapat julukan sebagai Dewi Nirwana namun suatu peristiwa membuatnya harus pindah sekolah dan mau tidak mau dia harus menjalaninya. Layaknya terjun...
![Mine? [END]](https://img.wattpad.com/cover/309996319-64-k15753.jpg)